Pandemi Picu Semangat Gotong Royong Bangsa Indonesia
Selasa, 08 September 2020 - 23:53 WIB
loading...
A
A
A
Dalam keterpurukan ini, ternyata pandemi membangkitkan semangat gotong royong yang telah menjadi DNA bangsa ini. Menurut Sigit Pramono, saat ini ada perubahan sosial yang terjadi akibat pandemi, yaitu munculnya solidaritas sosial, pemanfaatan media digital yang meningkat, masyarakat lebih banyak tinggal di rumah serta adanya pergeseran pemenuhan kebutuhan. Salah satu organisasi yang muncul dari perubahan sosial itu adalah Gerakan Pakai Masker (GPM).
Pada kesempatan yang sama, Herwidayatmo menyampaikan apresiasinya atas GMPS yang ada saat ini. Peranan maupun dukungan lembaga-lembaga ini akan sangat membantu pemerintah. Karena sekarang saatnya semua pihak untuk bersatu.
Founder BenihBaik.com, Andy F Noya menambahkan bahwa Indonesia memiliki modal utama untuk memutus penyebaran Covid-19. Semua bersemangat, karena masyarakat Indonesia memilik social capital yang tinggi dibanding dengan negara-negara lainnya, serta diakui sebagai bangsa paling dermawan. Hal itu tercermin dari posisi Indonesia dalam peringkat negara paling dermawan pada 2018, yang dikeluarkan British Charity, Charities Aid Foundation.
"Di tengah situasi seperti ini, dengan adanya kebangkitan dari semangat gotong royong, mudah-mudahan hal ini merupakan momentum yang bukan saja momentum untuk bergotong royong untuk saling membantu mengatasi pandemi Covid. Tapi, ini adalah salah satu momentum untuk merekatkan kembali, masyarakat Indonesia yang sempat terpecah-pecah, dan sekarang dipersatukan kembali sebagai bangsa," tutur Andy.
Sejalan dengan hal tersebut, Nur Efendi meyakini Indonesia bisa survive kendati sekarang tengah diterjang pandemi. "Kuncinya ada di kolaborasi dan gotong royong," ujar CEO Rumah Zakat ini.
Pada kesempatan yang sama, Herwidayatmo menyampaikan apresiasinya atas GMPS yang ada saat ini. Peranan maupun dukungan lembaga-lembaga ini akan sangat membantu pemerintah. Karena sekarang saatnya semua pihak untuk bersatu.
Founder BenihBaik.com, Andy F Noya menambahkan bahwa Indonesia memiliki modal utama untuk memutus penyebaran Covid-19. Semua bersemangat, karena masyarakat Indonesia memilik social capital yang tinggi dibanding dengan negara-negara lainnya, serta diakui sebagai bangsa paling dermawan. Hal itu tercermin dari posisi Indonesia dalam peringkat negara paling dermawan pada 2018, yang dikeluarkan British Charity, Charities Aid Foundation.
"Di tengah situasi seperti ini, dengan adanya kebangkitan dari semangat gotong royong, mudah-mudahan hal ini merupakan momentum yang bukan saja momentum untuk bergotong royong untuk saling membantu mengatasi pandemi Covid. Tapi, ini adalah salah satu momentum untuk merekatkan kembali, masyarakat Indonesia yang sempat terpecah-pecah, dan sekarang dipersatukan kembali sebagai bangsa," tutur Andy.
Sejalan dengan hal tersebut, Nur Efendi meyakini Indonesia bisa survive kendati sekarang tengah diterjang pandemi. "Kuncinya ada di kolaborasi dan gotong royong," ujar CEO Rumah Zakat ini.
Lihat Juga :