10 Negara dengan Jumlah Laki-laki Lebih Banyak daripada Perempuan
Sabtu, 28 Juni 2025 - 07:00 WIB
loading...
A
A
A
Namun, reformasi kebijakan keimigrasian belakangan ini mungkin akan memengaruhi tren gender di masa mendatang.
Seiring ambisi besar dalam pembangunan ekonomi dan transformasi infrastruktur, Arab Saudi menyerap banyak tenaga kerja asing. Terutama dari negara-negara Arab lain.
Migran laki-laki membentuk sekitar 76 persen dari total populasi asing di sana, menjadikan negara ini salah satu dengan ketimpangan gender terbesar di dunia.
Di negara kepulauan kecil ini, imigrasi berpengaruh besar terhadap struktur penduduk. Dengan populasi hanya sekitar 120.000 jiwa, masuknya lebih dari 13.000 imigran, 70 persen di antaranya pria, menciptakan rasio gender yang timpang. Pariwisata dan perikanan adalah sektor penyerapan tenaga kerja utama di sini.
Palau, negara kecil di Oseania, memiliki salah satu rasio pria tertinggi. Sebanyak 28 persen dari penduduknya adalah imigran, dengan mayoritas bekerja di sektor perikanan dan pariwisata.
Daya tarik ekonomi negara ini dibanding negara tetangga seperti Filipina mendorong kedatangan pria pencari kerja.
Meskipun Bhutan relatif tertutup dan terpencil, negara ini tetap mengalami ketimpangan gender. Dari sekitar 54.000 imigran di negara tersebut, hanya sekitar 8.000 yang perempuan. Sebagian besar migran pria terlibat dalam proyek-proyek pembangunan dan pertanian.
Baca Juga: 10 Negara dengan Ukuran Kaki Terbesar di Dunia, Jerman Nomor Satu
7. Arab Saudi – 60,65 Persen
Seiring ambisi besar dalam pembangunan ekonomi dan transformasi infrastruktur, Arab Saudi menyerap banyak tenaga kerja asing. Terutama dari negara-negara Arab lain.
Migran laki-laki membentuk sekitar 76 persen dari total populasi asing di sana, menjadikan negara ini salah satu dengan ketimpangan gender terbesar di dunia.
8. Seychelles – 55,18 Persen
Di negara kepulauan kecil ini, imigrasi berpengaruh besar terhadap struktur penduduk. Dengan populasi hanya sekitar 120.000 jiwa, masuknya lebih dari 13.000 imigran, 70 persen di antaranya pria, menciptakan rasio gender yang timpang. Pariwisata dan perikanan adalah sektor penyerapan tenaga kerja utama di sini.
9. Palau – 53,90 Persen
Palau, negara kecil di Oseania, memiliki salah satu rasio pria tertinggi. Sebanyak 28 persen dari penduduknya adalah imigran, dengan mayoritas bekerja di sektor perikanan dan pariwisata.
Daya tarik ekonomi negara ini dibanding negara tetangga seperti Filipina mendorong kedatangan pria pencari kerja.
10. Bhutan – 53,50 Persen
Meskipun Bhutan relatif tertutup dan terpencil, negara ini tetap mengalami ketimpangan gender. Dari sekitar 54.000 imigran di negara tersebut, hanya sekitar 8.000 yang perempuan. Sebagian besar migran pria terlibat dalam proyek-proyek pembangunan dan pertanian.
Baca Juga: 10 Negara dengan Ukuran Kaki Terbesar di Dunia, Jerman Nomor Satu
(dra)
Lihat Juga :