Waspada! Ini 3 Bahaya Makan Buah saat Perut Kosong yang Jarang Diketahui
Senin, 07 Juli 2025 - 04:30 WIB
loading...
Banyak orang mengira makan buah saat perut kosong adalah kebiasaan sehat, padahal bisa memicu efek samping yang berbahaya. Buah dianggap sebagai camilan sehat. Foto/iStock Photo Gpoinstudio
A
A
A
JAKARTA - Banyak orang mengira makan buah saat perut kosong adalah kebiasaan sehat, padahal bisa memicu efek samping yang berbahaya bagi tubuh. Buah sering dianggap sebagai camilan sehat karena kaya akan serat, vitamin, dan antioksidan.
Tak heran banyak orang memulainya sebagai menu sarapan karena dianggap ringan dan menyegarkan. Namun, menurut ahli gizi Suman Agarwal, kebiasaan makan buah saat perut kosong justru bisa berdampak negatif bagi kesehatan.
Meski demikian, buah tetap menjadi pilihan makanan sehat, namun waktu dan cara mengonsumsinya sangat penting. Hindari memakannya dalam keadaan perut kosong agar tidak mengganggu keseimbangan tubuh.
jika dikombinasikan dengan bijak, buah bisa menjadi sumber nutrisi luar biasa tanpa efek samping yang merugikan. Berikut tiga alasan kuat mengapa Anda sebaiknya tidak mengonsumsi buah-buahan saat perut masih kosong dilansir dari Times of India, Senin (7/7/2025).
Baca Juga: Manfaat Buah-buahan Berdasarkan Warna, Merah Baik untuk Jantung dan Otak
Meskipun buah mengandung gula alami seperti fruktosa dan glukosa, saat dikonsumsi tanpa makanan lain, kadar gula darah bisa melonjak drastis. Suman Agarwal menjelaskan bahwa ketika perut dalam keadaan kosong, tubuh langsung menyerap gula dari buah dengan cepat.
Di mana kondisi ini bisa memicu lonjakan energi sesaat tetapi diikuti oleh kelelahan, rasa lapar kembali, bahkan potensi risiko diabetes dalam jangka panjang. Terutama bagi individu dengan sensitivitas insulin.
Buah memang tinggi serat dan bagus untuk pencernaan, namun jika dikonsumsi tanpa makanan lain, proses cerna menjadi terlalu cepat. Dalam 30-40 menit, buah bisa melewati saluran cerna tanpa sempat membantu memperkuat bakteri baik di usus.
Hal ini, menurut Suman, dapat secara perlahan mengganggu keseimbangan mikrobioma, yang berperan penting dalam imunitas, penyerapan nutrisi, hingga stabilitas suasana hati.
Buah hampir tidak mengandung lemak atau protein, yang sebetulnya sangat dibutuhkan tubuh untuk menjaga kenyang dan menstabilkan penyerapan gula. Saat buah dimakan sendiri, tidak ada komponen yang memperlambat proses penyerapan glukosa.
Akibatnya, tubuh rentan mengalami fluktuasi gula darah, rasa lapar yang cepat datang, dan bahkan masalah penyerapan gizi jangka panjang.
Baca Juga: Jangan Buang Kulit Buah-buahan Ini, Bisa Bikin Kulit Bercahaya
Suman menyarankan agar buah dikonsumsi setelah makan utama, seperti setelah sarapan atau makan siang yang seimbang. Jika ingin tetap menikmati buah di pagi hari, kombinasikan dengan sumber lemak sehat seperti yogurt, selai kacang, atau kacang-kacangan.
Anda juga bisa mencampurnya dengan oats atau biji-bijian agar penyerapan gula menjadi lebih stabil dan tubuh mendapatkan energi tahan lama.
Tak heran banyak orang memulainya sebagai menu sarapan karena dianggap ringan dan menyegarkan. Namun, menurut ahli gizi Suman Agarwal, kebiasaan makan buah saat perut kosong justru bisa berdampak negatif bagi kesehatan.
Meski demikian, buah tetap menjadi pilihan makanan sehat, namun waktu dan cara mengonsumsinya sangat penting. Hindari memakannya dalam keadaan perut kosong agar tidak mengganggu keseimbangan tubuh.
jika dikombinasikan dengan bijak, buah bisa menjadi sumber nutrisi luar biasa tanpa efek samping yang merugikan. Berikut tiga alasan kuat mengapa Anda sebaiknya tidak mengonsumsi buah-buahan saat perut masih kosong dilansir dari Times of India, Senin (7/7/2025).
3 Bahaya Makan Buah saat Perut Kosong yang Jarang Diketahui
Baca Juga: Manfaat Buah-buahan Berdasarkan Warna, Merah Baik untuk Jantung dan Otak
1. Lonjakan Gula Darah Terlalu Cepat
Meskipun buah mengandung gula alami seperti fruktosa dan glukosa, saat dikonsumsi tanpa makanan lain, kadar gula darah bisa melonjak drastis. Suman Agarwal menjelaskan bahwa ketika perut dalam keadaan kosong, tubuh langsung menyerap gula dari buah dengan cepat.
Di mana kondisi ini bisa memicu lonjakan energi sesaat tetapi diikuti oleh kelelahan, rasa lapar kembali, bahkan potensi risiko diabetes dalam jangka panjang. Terutama bagi individu dengan sensitivitas insulin.
2. Buah Terlalu Cepat Dicerna, Ganggu Keseimbangan Usus
Buah memang tinggi serat dan bagus untuk pencernaan, namun jika dikonsumsi tanpa makanan lain, proses cerna menjadi terlalu cepat. Dalam 30-40 menit, buah bisa melewati saluran cerna tanpa sempat membantu memperkuat bakteri baik di usus.
Hal ini, menurut Suman, dapat secara perlahan mengganggu keseimbangan mikrobioma, yang berperan penting dalam imunitas, penyerapan nutrisi, hingga stabilitas suasana hati.
3. Kurangnya Lemak dan Protein Menyebabkan Ketidakseimbangan
Buah hampir tidak mengandung lemak atau protein, yang sebetulnya sangat dibutuhkan tubuh untuk menjaga kenyang dan menstabilkan penyerapan gula. Saat buah dimakan sendiri, tidak ada komponen yang memperlambat proses penyerapan glukosa.
Akibatnya, tubuh rentan mengalami fluktuasi gula darah, rasa lapar yang cepat datang, dan bahkan masalah penyerapan gizi jangka panjang.
Baca Juga: Jangan Buang Kulit Buah-buahan Ini, Bisa Bikin Kulit Bercahaya
Kapan Waktu Terbaik Mengonsumsi Buah?
Suman menyarankan agar buah dikonsumsi setelah makan utama, seperti setelah sarapan atau makan siang yang seimbang. Jika ingin tetap menikmati buah di pagi hari, kombinasikan dengan sumber lemak sehat seperti yogurt, selai kacang, atau kacang-kacangan.
Anda juga bisa mencampurnya dengan oats atau biji-bijian agar penyerapan gula menjadi lebih stabil dan tubuh mendapatkan energi tahan lama.
(dra)
Lihat Juga :