Peduli Penyakit Jantung Bawaan, Sheryl Sheinafia dan Daffa Wardana Ikut Lari untuk Yayasan RMHC
Selasa, 08 Juli 2025 - 20:20 WIB
loading...
Sheryl Sheinafia dan Daffa Wardana akan ikut Lari untuk Yayasan Ronald McDonald House Charities (Yayasan RMHC) Indonesia di ajang World Marathon Majors 2025. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Sheryl Sheinafia dan Daffa Wardana akan ikut Lari untuk Yayasan Ronald McDonald House Charities (Yayasan RMHC) Indonesia di ajang World Marathon Majors 2025.
Sheryl Sheinafia dan Daffa Wardana akan bergabung dengan puluhan figur publik lainnya, di mana mereka akan berlari di World Marathon Majors 2025 di London, Sydney, Chicago, dan Valencia.
Sheryl Sheinafia dan Daffa Wardana serta para pelari ini membawa misi kemanusiaan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian tentang pentingnya rumah singgah bagi pasien anak dan keluarganya, sekaligus menggalang dana untuk pembangunan Rumah Singgah ke-4 Yayasan RMHC di Jakarta.
Sheryl Sheinafia sendiri akan menjadi peserta World Marathon Majors 2025 Chicago. Menurutnya event ini bukan hanya untuk tantangan pribadi, tapi untuk tujuan yang jauh lebih besar membangun rumah singgah ke-4 Yayasan RMHC di Kemanggisan.
"Karena saya percaya, setiap anak yang sakit berhak ditemani keluarganya. Setiap langkah saya adalah doa dan harapan untuk mereka," kata Sheryl Sheinafia.
Sementara, Daffa Wardana akan ambil bagian dengan menjadi peserta World Marathon Majors 2025 Sydney. Dia mengaku Keikutsertaannya ini karena merasa tergerak untuk membantu mereka yang membutuhkan.
“Partisipasi saya di World Marathon Majors 2025 ini melambangkan bentuk kepedulian saya terhadap misi kemanusiaan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya rumah singgah bagi pasien anak, oleh karena itu saya hadir di World Marathon Majors 2025 untuk membantu mendukung pembangunan rumah singgah ke-4 Yayasan RMHC di Kemanggisan, untuk menciptakan ruang yang penuh harapan dan kasih sayang bagi anak-anak yang sedang berjuang melawan penyakit," tutur Daffa.
Dana yang dikumpulkan melalui kampanye ini akan digunakan untuk mendukung pembangunan Rumah Singgah ke-4 Yayasan RMHC yang berlokasi di Kemanggisan, Jakarta Barat. Rumah ini akan dilengkapi dengan 66 kamar dan dirancang untuk menjadi tempat tinggal sementara bagi keluarga pasien anak yang dirujuk ke Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPD Harapan Kita), Rumah Sakit Anak Bunda Harapan Kita (RSAB Harapan Kita), dan Rumah Sakit Kanker Dharmais (RS Dharmais).
Ketua Yayasan RMHC Indonesia Caroline Djajadiningrat mengaku percaya bahwa setiap langkah yang diambil para pelari di World Marathon Majors adalah simbol dari langkah menuju masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia.
"Melalui olahraga, kami ingin membagikan pesan tentang pentingnya kebersamaan, empati, dan dukungan bagi keluarga yang sedang menghadapi masa sulit,” tutur Caroline.
Diketahui bahwa fakta medis selama 2022–2023, menunjukkan, lebih dari 9.000 anak dengan penyakit jantung bawaan dirawat di RS Jantung Harapan Kita, dengan 91% pasien berasal dari luar Pulau Jawa. Banyak dari mereka datang dari daerah terpencil dengan harapan besar, namun tanpa tempat tinggal selama masa pengobatan, mereka terpaksa tidur di lorong rumah sakit atau musala, sehingga keberadaan rumah singgah menjadi sangat penting.
Anak-anak yang sedang sakit berat membutuhkan kehadiran orang tuanya, bukan sekadar sebagai pendamping, tetapi sebagai sumber kekuatan. Tanpa rumah singgah yang layak, pemulihan menjadi jauh lebih berat—bagi anak, maupun keluarganya.
Melalui kolaborasi dengan PERKI (Persatuan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia), Yayasan RMHC terus berupaya menjawab kebutuhan ini dengan memberikan fasilitas yang nyaman, layak, dan mendekatkan keluarga dengan anak-anak mereka selama masa pemulihan.
Partisipasi Yayasan RMHC Indonesia dalam World Marathon Majors juga menjadi medium untuk menyampaikan cerita dan perjuangan pasien anak kepada komunitas global.
Sheryl Sheinafia dan Daffa Wardana akan bergabung dengan puluhan figur publik lainnya, di mana mereka akan berlari di World Marathon Majors 2025 di London, Sydney, Chicago, dan Valencia.
Sheryl Sheinafia dan Daffa Wardana serta para pelari ini membawa misi kemanusiaan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian tentang pentingnya rumah singgah bagi pasien anak dan keluarganya, sekaligus menggalang dana untuk pembangunan Rumah Singgah ke-4 Yayasan RMHC di Jakarta.
Sheryl Sheinafia sendiri akan menjadi peserta World Marathon Majors 2025 Chicago. Menurutnya event ini bukan hanya untuk tantangan pribadi, tapi untuk tujuan yang jauh lebih besar membangun rumah singgah ke-4 Yayasan RMHC di Kemanggisan.
"Karena saya percaya, setiap anak yang sakit berhak ditemani keluarganya. Setiap langkah saya adalah doa dan harapan untuk mereka," kata Sheryl Sheinafia.
Sementara, Daffa Wardana akan ambil bagian dengan menjadi peserta World Marathon Majors 2025 Sydney. Dia mengaku Keikutsertaannya ini karena merasa tergerak untuk membantu mereka yang membutuhkan.
“Partisipasi saya di World Marathon Majors 2025 ini melambangkan bentuk kepedulian saya terhadap misi kemanusiaan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya rumah singgah bagi pasien anak, oleh karena itu saya hadir di World Marathon Majors 2025 untuk membantu mendukung pembangunan rumah singgah ke-4 Yayasan RMHC di Kemanggisan, untuk menciptakan ruang yang penuh harapan dan kasih sayang bagi anak-anak yang sedang berjuang melawan penyakit," tutur Daffa.
Dana yang dikumpulkan melalui kampanye ini akan digunakan untuk mendukung pembangunan Rumah Singgah ke-4 Yayasan RMHC yang berlokasi di Kemanggisan, Jakarta Barat. Rumah ini akan dilengkapi dengan 66 kamar dan dirancang untuk menjadi tempat tinggal sementara bagi keluarga pasien anak yang dirujuk ke Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPD Harapan Kita), Rumah Sakit Anak Bunda Harapan Kita (RSAB Harapan Kita), dan Rumah Sakit Kanker Dharmais (RS Dharmais).
Ketua Yayasan RMHC Indonesia Caroline Djajadiningrat mengaku percaya bahwa setiap langkah yang diambil para pelari di World Marathon Majors adalah simbol dari langkah menuju masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia.
"Melalui olahraga, kami ingin membagikan pesan tentang pentingnya kebersamaan, empati, dan dukungan bagi keluarga yang sedang menghadapi masa sulit,” tutur Caroline.
Diketahui bahwa fakta medis selama 2022–2023, menunjukkan, lebih dari 9.000 anak dengan penyakit jantung bawaan dirawat di RS Jantung Harapan Kita, dengan 91% pasien berasal dari luar Pulau Jawa. Banyak dari mereka datang dari daerah terpencil dengan harapan besar, namun tanpa tempat tinggal selama masa pengobatan, mereka terpaksa tidur di lorong rumah sakit atau musala, sehingga keberadaan rumah singgah menjadi sangat penting.
Anak-anak yang sedang sakit berat membutuhkan kehadiran orang tuanya, bukan sekadar sebagai pendamping, tetapi sebagai sumber kekuatan. Tanpa rumah singgah yang layak, pemulihan menjadi jauh lebih berat—bagi anak, maupun keluarganya.
Melalui kolaborasi dengan PERKI (Persatuan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia), Yayasan RMHC terus berupaya menjawab kebutuhan ini dengan memberikan fasilitas yang nyaman, layak, dan mendekatkan keluarga dengan anak-anak mereka selama masa pemulihan.
Partisipasi Yayasan RMHC Indonesia dalam World Marathon Majors juga menjadi medium untuk menyampaikan cerita dan perjuangan pasien anak kepada komunitas global.
(dra)
Lihat Juga :