Ketindihan saat Tidur Bukan Mistis, Ini Penjelasan Medis dan Cara Mengatasinya

Kamis, 17 Juli 2025 - 04:30 WIB
loading...
Ketindihan saat Tidur...
Fenomena ketindihan saat tidur kerap dikaitkan dengan hal mistis atau supranatural. Foto/Shutterstock.
A A A
JAKARTA - Fenomena “ ketindihan ” saat tidur kerap dikaitkan dengan hal mistis atau supranatural. Namun, dalam dunia kedokteran, kondisi ini dikenal sebagai sleep paralysis atau kelumpuhan tidur, dan memiliki penjelasan ilmiah yang logis.

Hal tersebut disampaikan oleh dr Yeni Quinta Mondiani, SpN, pakar neurologi sekaligus dosen Fakultas Kedokteran IPB University .

Yeni menjelaskan bahwa tidur adalah proses fisiologis yang terjadi berulang, ditandai dengan turunnya tingkat kesadaran secara sementara. "Selama tidur, kemampuan kognitif seseorang mengalami penurunan sehingga otak tidak sepenuhnya merespons rangsangan dari luar," ujarnya, melansir siaran pers, Kamis (17/7/2025).

Baca juga: Jangan Berlebihan, Konsumsi Kafein Bikin Susah Tidur!

Ia memaparkan bahwa siklus tidur manusia terdiri dari lima tahap, yakni empat fase Non-Rapid Eye Movement (NREM) dan satu fase Rapid Eye Movement (REM). Kelima tahapan ini bisa berlangsung berulang kali selama seseorang tidur.

“Fase 3 dan 4 dari NREM merupakan tahap tidur terdalam. Tahap ini penting untuk mengembalikan energi tubuh dan memperbaiki kondisi fisik setelah seharian beraktivitas,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa fase dalam ini memiliki ambang terjaga yang tinggi dan sering kali berkaitan dengan gangguan tidur seperti berjalan saat tidur (sleep walking) dan teror malam (sleep terror).

Baca juga: Berapa Lama Waktu Tidur Terbaik? Lebih dari 8 Jam Dikaitkan dengan Risiko Kematian

Sedangkan pada fase REM, otak cenderung aktif dan mimpi biasanya terjadi di tahap ini. "Pada fase REM terdapat hambatan kuat pada sinyal motorik tubuh. Karena itu, pergerakan tubuh sangat terbatas di fase ini," tambahnya.

Apa Itu Sleep Paralysis?

Menurut Yeni, sleep paralysis merupakan salah satu bentuk gangguan tidur yang tergolong dalam parasomnia. "Parasomnia adalah gangguan tidur yang terjadi saat transisi antara terjaga dan tidur, tanpa mengganggu kualitas atau durasi tidur itu sendiri," jelasnya.

Ia mendefinisikan sleep paralysis sebagai kondisi tidak mampu menggerakkan tubuh saat akan tidur atau sesaat setelah bangun, meski kesadaran sudah kembali. “Sederhananya, otak sudah sadar, tapi tubuh masih dalam kondisi tidur,” ungkap dr Yeni.

Baca juga: Hidung Mampet saat Tidur? Jangan Sepelekan, Ini Tips dari Instan Plong Bisa Pulas

Gangguan ini biasanya terjadi saat fase REM, di mana otot tubuh tidak bisa bergerak meskipun aktivitas otak sudah aktif. “Dalam istilah lain, tubuh masih ‘sleep mode’ sementara otak sudah terbangun,” tambahnya.

Penyebab dan Gejala Sleep Paralysis

Yeni menjelaskan bahwa sleep paralysis umumnya mulai muncul pada usia 15–35 tahun. Kondisi ini bisa terjadi secara acak dan dipicu oleh kurang tidur, stres berat, gangguan kecemasan, faktor genetik, serta penyakit seperti narkolepsi.

“Penderita umumnya tertidur dalam posisi telentang dan merasa tak bisa bergerak, meskipun pernapasan dan detak jantung tetap berjalan normal. Satu episode biasanya berlangsung beberapa detik hingga menit,” paparnya.

Selama episode berlangsung, kesadaran tetap terjaga, namun sering disertai perasaan takut. Meski demikian, ada juga individu yang merasa tenang saat mengalaminya.

Gejala lain yang mungkin muncul termasuk halusinasi, terutama bila dipicu oleh narkolepsi. "Kondisi ini bisa menimbulkan rasa takut yang cukup intens. Namun, biasanya episode ini akan berakhir dengan sendirinya," imbuhnya.

Cara Mengatasi dan Mencegah Sleep Paralysis


Yeni menyarankan penanganan utama dengan memperbaiki pola hidup, terutama kebiasaan tidur . Hal ini mencakup pengaturan jadwal tidur dan bangun yang konsisten, menghindari konsumsi kafein dan makanan tinggi lemak, serta menerapkan prinsip sleep hygiene.

“Disarankan juga untuk melakukan olahraga ringan dan menata ulang penggunaan perangkat elektronik di sekitar tempat tidur,” sarannya.

Jika gangguan ini mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, ia menganjurkan agar penderita segera berkonsultasi ke dokter. “Penting untuk berkonsultasi ke spesialis guna mendapatkan pengobatan, seperti antidepresan, serta penanganan terhadap penyakit dasar seperti narkolepsi,” pungkasnya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mitos atau Fakta Golongan...
Mitos atau Fakta Golongan Darah O Rentan Kolesterol Tinggi? Ini Penjelasan Pakar IPB
3 Gerakan Sederhana...
3 Gerakan Sederhana agar Tubuh Lebih Segar dan Tidak Kaku saat Bangun Tidur
Selain Daun Pepaya dan...
Selain Daun Pepaya dan Nanas, Ini Bahan Alami Lain untuk Mengempukkan Daging Kurban
Terungkap! Ini Penyebab...
Terungkap! Ini Penyebab Sering Terbangun Jam 2-3 Pagi
Tidak Semua Daging Wagyu...
Tidak Semua Daging Wagyu di Indonesia Asli Jepang, Pakar Beberkan Ciri dan Cara Ceknya
Tips Cepat Tidur Nyenyak,...
Tips Cepat Tidur Nyenyak, Cukup Konsumsi Biji Pala Sebelum Tidur
Bukan Hanya Umur, Pakar...
Bukan Hanya Umur, Pakar IPB Sebut 6 Aspek Kesiapan Anak Sebelum Masuk SD
IPB University dan Pesantren...
IPB University dan Pesantren Darunnajah 14 Gelar Pelatihan Produk Unggulan Pesantren
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Rekomendasi
Mau Traveling Keluarga...
Mau Traveling Keluarga Lebih Menyenangkan? Ikuti 5 Tips ala Tika Nurjanah
Akui Program Pemerintah...
Akui Program Pemerintah Banyak Kekurangan, Wapres Gibran: Kita Perbaiki Bersama
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Berita Terkini
Hello Jadoo Tampil Perdana...
Hello Jadoo Tampil Perdana di Indonesia, Yuk Meriahkan Liburan Sekolah Bersama Animasi Populer Kesayanganmu
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 72: Ketegangan Memuncak! Sena Nekat Terjun ke Operasi Penyergapan di Tengah Demam Tinggi!
Jangan Tunggu Sampai...
Jangan Tunggu Sampai Hari H! Ini 5 Persiapan Uang yang Bikin Pensiun Makin Nyaman
Jadi Anak Pejabat, Okie...
Jadi Anak Pejabat, Okie Agustina Larang Kiesha Alvaro Flexing di Media Sosial
Menkes Budi Gunadi Soroti...
Menkes Budi Gunadi Soroti Fenomena FOMO Lari: Tak Masalah asal Sehat
Liburan Sekolah, Berbagai...
Liburan Sekolah, Berbagai Hotel dan Resor Ini Hadirkan Program Unik bagi Keluarga
Infografis
5 Manfaat Makan Kurma...
5 Manfaat Makan Kurma Saat Sahur dan Buka Puasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved