Anti-Bosan! Kemenpar Hadirkan Atraksi Wisata Seru Lewat BBWI di Bangka Belitung
Senin, 21 Juli 2025 - 22:00 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Indonesia Disorot Gegara Turis Brazil Jatuh di Rinjani, Kemenpar Ungkap Kronologisnya
Di Desa Keciput, Kecamatan Sijuk, Belitung, terdapat Penangkaran Tukik Aik Batu Banyak, sebuah pusat konservasi penyu yang dikelola oleh komunitas lokal sebagai bagian dari upaya pelestarian penyu dan edukasi lingkungan. Di lokasi ini, telur penyu ditetaskan secara aman dan anak penyu (tukik) dirawat hingga matang sebelum dilepas kembali ke laut, biasanya di pantai Tanjung Kelayang atau pulau-pulau sekitar.
Dikutip dari Kemenparekraf.go.id, pengunjung bisa turut langsung dalam pelepasan tukik, bahkan membeli bibit penyu untuk kemudian dilepas ke habitat alaminya. Dengan tiket masuk mulai dari Rp25 ribu, tempat ini juga dilengkapi fasilitas seperti area makan, musholla, dan selfie area, menjadikannya destinasi ekowisata edukatif yang sangat cocok untuk keluarga dan pelajar.
Penangkaran ini mendapat dukungan dari Pelindo Regional II untuk memperkuat upaya konservasi dan edukasi yang sesuai regulasi, demi meningkatkan populasi penyu dan menjaga status Geopark Belitong sebagai situs bertaraf internasional.
Selain itu terdapat kelas membatik tulis dengan motif khas pesisir Keciput, anyaman tangan, pertunjukan tari tradisional seperti Tari Hadera, serta tradisi Selamat Kampong dan Muang Jong yang telah tercatat sebagai kekayaan intelektual komunal. Semua aktivitas ini menjadikan Desa Keciput sebagai destinasi wisata yang menyeluruh, memadukan alam, budaya, kuliner, dan edukasi dalam satu kesatuan pengalaman turis yang dinamis dan berkesan.
Nah untuk menuju Desa Keciput, wisatawan perlu menempuh jarak sekira 27 km dari Tanjung Pandan, dan bisa dicapai dalam waktu 30 - 40 menit menggunakan kendaraan pribadi. Mengingat angkutan umum lokal cukup terbatas, sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi, menyewa mobil, atau mengikuti paket wisata yang sudah termasuk transportasi.
Baca Juga: 10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2025, Nomor 4 Tetangga Indonesia
3. Desa Keciput
Di Desa Keciput, Kecamatan Sijuk, Belitung, terdapat Penangkaran Tukik Aik Batu Banyak, sebuah pusat konservasi penyu yang dikelola oleh komunitas lokal sebagai bagian dari upaya pelestarian penyu dan edukasi lingkungan. Di lokasi ini, telur penyu ditetaskan secara aman dan anak penyu (tukik) dirawat hingga matang sebelum dilepas kembali ke laut, biasanya di pantai Tanjung Kelayang atau pulau-pulau sekitar.
Dikutip dari Kemenparekraf.go.id, pengunjung bisa turut langsung dalam pelepasan tukik, bahkan membeli bibit penyu untuk kemudian dilepas ke habitat alaminya. Dengan tiket masuk mulai dari Rp25 ribu, tempat ini juga dilengkapi fasilitas seperti area makan, musholla, dan selfie area, menjadikannya destinasi ekowisata edukatif yang sangat cocok untuk keluarga dan pelajar.
Penangkaran ini mendapat dukungan dari Pelindo Regional II untuk memperkuat upaya konservasi dan edukasi yang sesuai regulasi, demi meningkatkan populasi penyu dan menjaga status Geopark Belitong sebagai situs bertaraf internasional.
Selain itu terdapat kelas membatik tulis dengan motif khas pesisir Keciput, anyaman tangan, pertunjukan tari tradisional seperti Tari Hadera, serta tradisi Selamat Kampong dan Muang Jong yang telah tercatat sebagai kekayaan intelektual komunal. Semua aktivitas ini menjadikan Desa Keciput sebagai destinasi wisata yang menyeluruh, memadukan alam, budaya, kuliner, dan edukasi dalam satu kesatuan pengalaman turis yang dinamis dan berkesan.
Nah untuk menuju Desa Keciput, wisatawan perlu menempuh jarak sekira 27 km dari Tanjung Pandan, dan bisa dicapai dalam waktu 30 - 40 menit menggunakan kendaraan pribadi. Mengingat angkutan umum lokal cukup terbatas, sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi, menyewa mobil, atau mengikuti paket wisata yang sudah termasuk transportasi.
Baca Juga: 10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2025, Nomor 4 Tetangga Indonesia
(dra)
Lihat Juga :