Anti-Bosan! Kemenpar Hadirkan Atraksi Wisata Seru Lewat BBWI di Bangka Belitung
Senin, 21 Juli 2025 - 22:00 WIB
loading...
A
A
A
SindoNews berkesempatan melihat langsung proses pembuatan emping khas Bangka Belitung di rumah warga, bahkan ikut membuatnya. Selain emping, warga setempat juga kerap membuat kerupuk kemplang yang berbahan dasar daging ikan laut segar. Wisatawan juga dapat berkeliling Pantau Seliu untuk menikmati suasana kehidupan tenang warga sekitar. Setelah itu, jangan lupa menyesap secangkir kopi hangat sembari memandangi deburan ombak di pinggir pantai Pulau Seliu.
Pulau Seliu juga dikelilingi oleh garis pantai berpasir putih dan laut biru kehijauan yang jernih. Pantai-pantainya belum banyak tersentuh pembangunan besar, menjadikannya sempurna untuk bersantai atau berjalan kaki menyusuri garis laut yang sepi. Salah satu pantai yang cukup terkenal di sini adalah Pantai Gusong, yang muncul saat air laut surut membentuk pulau pasir kecil di tengah laut. Tempat ini sering menjadi lokasi favorit untuk berfoto, berenang, atau sekadar menikmati panorama matahari terbenam yang dramatis.
Untuk mencapai Pulau Seliu, wisawatan hanya perlu berkendara dari Tanjung Pandan ke Teluk Gembira sekitar 1,5 hingga 2 jam perjalanan darat. Dari pelabuhan kecil ini, perjalanan dilanjutkan dengan perahu motor selama kurang lebih 15 menit menyeberangi perairan yang tenang dengan biaya Rp15 ribu - Rp20 ribu per orang.
Di tengah pesona pantai dan pulau Belitung yang sudah mendunia, terdapat sebuah desa yang bercerita tentang transformasi dan kreativitas tanpa batas. Desa Terong, awalnya dikenal sebagai kawasan tambang timah, kini berubah menjadi Desa Wisata Kreatif Terong destinasi yang hidup, edukatif, dan penuh warna.
Desa ini bahkan telah ditetapkan sebagai salah satu 75 Desa Wisata Terbaik ADWI 2023, serta menyandang predikat Desa Wisata Kreatif oleh pemerintah Indonesia karena keberhasilannya mengubah bekas lahan tambang menjadi destinasi yang edukatif, berkelas, dan berkelanjutan.
Desa Terong terletak di jalur pesisir utara Pulau Belitung, hanya sekitar 13-15 km dari pusat Kota Tanjung Pandan. Dengan kendaraan pribadi atau sewaan, perjalanan darat biasanya membutuhkan 15–20 menit melalui jalan utama yang sudah beraspal dan mudah dilalui
Di Desa Terong, wisatawan disambut dengan pengalaman wisata alam, edukasi, dan budaya dalam satu paket. Bukit Tebalu Simpor Laki menjadi jalur trekking yang menantang namun memikat untuk menikmati panorama perbukitan serta hamparan hijau yang terbentang luas. Tepat di kawasan mangrove, pengunjung bisa mengikuti aktivitas seperti mancing ikan Beluko, mencari kerang bakau (timong) saat surut, dan menyusuri sungai dengan perahu sambil belajar fungsi ekosistem bakau dalam menyerap karbon dan menahan abrasi.
Wisatawan dapat belajar membuat kerajinan tangan dari daun lais hasil anyaman seperti tas, tikar, atau suvenir cantik lainnya. Bahkan bisa dipelajari dalam aktivitas sederhana namun mendalam pasca-panen sayuran, seperti panen sayur sawi, bayam, atau kangkung di lahan agrowisata, dan langsung diproses menjadi hidangan tradisional.
Pulau Seliu juga dikelilingi oleh garis pantai berpasir putih dan laut biru kehijauan yang jernih. Pantai-pantainya belum banyak tersentuh pembangunan besar, menjadikannya sempurna untuk bersantai atau berjalan kaki menyusuri garis laut yang sepi. Salah satu pantai yang cukup terkenal di sini adalah Pantai Gusong, yang muncul saat air laut surut membentuk pulau pasir kecil di tengah laut. Tempat ini sering menjadi lokasi favorit untuk berfoto, berenang, atau sekadar menikmati panorama matahari terbenam yang dramatis.
Untuk mencapai Pulau Seliu, wisawatan hanya perlu berkendara dari Tanjung Pandan ke Teluk Gembira sekitar 1,5 hingga 2 jam perjalanan darat. Dari pelabuhan kecil ini, perjalanan dilanjutkan dengan perahu motor selama kurang lebih 15 menit menyeberangi perairan yang tenang dengan biaya Rp15 ribu - Rp20 ribu per orang.
2. Desa Terong
Di tengah pesona pantai dan pulau Belitung yang sudah mendunia, terdapat sebuah desa yang bercerita tentang transformasi dan kreativitas tanpa batas. Desa Terong, awalnya dikenal sebagai kawasan tambang timah, kini berubah menjadi Desa Wisata Kreatif Terong destinasi yang hidup, edukatif, dan penuh warna.
Desa ini bahkan telah ditetapkan sebagai salah satu 75 Desa Wisata Terbaik ADWI 2023, serta menyandang predikat Desa Wisata Kreatif oleh pemerintah Indonesia karena keberhasilannya mengubah bekas lahan tambang menjadi destinasi yang edukatif, berkelas, dan berkelanjutan.
Desa Terong terletak di jalur pesisir utara Pulau Belitung, hanya sekitar 13-15 km dari pusat Kota Tanjung Pandan. Dengan kendaraan pribadi atau sewaan, perjalanan darat biasanya membutuhkan 15–20 menit melalui jalan utama yang sudah beraspal dan mudah dilalui
Di Desa Terong, wisatawan disambut dengan pengalaman wisata alam, edukasi, dan budaya dalam satu paket. Bukit Tebalu Simpor Laki menjadi jalur trekking yang menantang namun memikat untuk menikmati panorama perbukitan serta hamparan hijau yang terbentang luas. Tepat di kawasan mangrove, pengunjung bisa mengikuti aktivitas seperti mancing ikan Beluko, mencari kerang bakau (timong) saat surut, dan menyusuri sungai dengan perahu sambil belajar fungsi ekosistem bakau dalam menyerap karbon dan menahan abrasi.
Wisatawan dapat belajar membuat kerajinan tangan dari daun lais hasil anyaman seperti tas, tikar, atau suvenir cantik lainnya. Bahkan bisa dipelajari dalam aktivitas sederhana namun mendalam pasca-panen sayuran, seperti panen sayur sawi, bayam, atau kangkung di lahan agrowisata, dan langsung diproses menjadi hidangan tradisional.
Lihat Juga :