Pasien COVID-19 yang Dirawat Menderita Kerusakan Paru 3 Bulan Setelah Pemulihan
Kamis, 10 September 2020 - 04:35 WIB
loading...
A
A
A
Dr. Sabina Sahanic, seorang mahasiswa PhD klinis di Klinik Universitas di Innsbruck dan bagian dari tim yang melakukan penelitian , mengatakan bahwa orang menunjukkan kerusakan paru-paru akibat COVID-19 beberapa minggu setelah keluar. Namun, dia mengatakan bahwa kabar baiknya adalah, tampaknya gangguan tersebut cenderung membaik dari waktu ke waktu, yang dapat menyiratkan kalau paru-paru memiliki mekanisme untuk memperbaiki dirinya sendiri setelah sakit.
Pada kunjungan 6 minggu, yang merupakan kunjungan pertama setelah dipulangkan, ekokardiogram menunjukkan bahwa 48 pasien, yang terdiri dari 58% lebih, mengalami disfungsi ventrikel kiri jantung pada saat sedang rileks dan dilatasi. Indikator kerusakan jantung seperti pembekuan darah, peradangan, dan lain-lain juga sangat tinggi. (Baca Juga: WHO Peringatkan Dunia Lebih Siap untuk Pandemi Berikutnya )
Gejala itu diamati memiliki kecenderungan untuk membaik seiring berjalannya waktu. "Untungnya, dalam kelompok Innsbruck, kami tidak mengamati disfungsi jantung terkait virus corona yang parah pada fase pascaakut," tutup Dr. Sahanic.
Pada kunjungan 6 minggu, yang merupakan kunjungan pertama setelah dipulangkan, ekokardiogram menunjukkan bahwa 48 pasien, yang terdiri dari 58% lebih, mengalami disfungsi ventrikel kiri jantung pada saat sedang rileks dan dilatasi. Indikator kerusakan jantung seperti pembekuan darah, peradangan, dan lain-lain juga sangat tinggi. (Baca Juga: WHO Peringatkan Dunia Lebih Siap untuk Pandemi Berikutnya )
Gejala itu diamati memiliki kecenderungan untuk membaik seiring berjalannya waktu. "Untungnya, dalam kelompok Innsbruck, kami tidak mengamati disfungsi jantung terkait virus corona yang parah pada fase pascaakut," tutup Dr. Sahanic.
(tsa)
Lihat Juga :