Orang Tua Wajib Tahu, Pentingnya Zat Besi untuk Anak Usia Sekolah Agar Siap Belajar
Kamis, 24 Juli 2025 - 19:17 WIB
loading...
Penting bagi orang tua memastikan asupan nutrisi yang tepat untuk membantu anak usia sekolah bisa fokus dan aktif belajar. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Tiap tahun pelajaran baru, orang tua selalu sibuk menyiapkan perlengkapan sekolah anak-anak mereka. Bahkan untuk sang buah hati, orangtua kerap mencari sekolah yang punya reputasi bagus.
Namun, sejatinya tidak hanya itu jika anak-anak ingin tumbuh dalam ilmu pengetahuan. Hal penting lain adalah asupan gizi, berupa zat besi yang bisa membantu anak memiliki energi untuk belajar.
Penting bagi orang tua memastikan asupan nutrisi yang tepat untuk membantu anak usia sekolah bisa fokus dan aktif belajar.
Baca juga: Cara Cek dan Besaran Dana PIP SD 2025 Tiap Semester, Pahami Bedanya
Hal ini perlu menjadi perhatian serius mengingat fakta penelitian menunjukkan bahwa 4 dari 10 anak kesulitan fokus belajar akibat kurang asupan gizi.
Bahkan, tidak jarang anak-anak yang kekurangan asupan zat besi cenderung kesulitan dalam tugas-tugas dasar seperti membaca, menulis, berhitung (Calistung), dan mengikuti instruksi secara konsisten.
Miftah Farid, seorang guru Taman Kanak-kanak (TK), menyampaikan bahwa sebagai guru, dirinya merasa bingung mengapa masih ada siswa SMP yang belum hafal abjad.
“Dari pengalaman menjadi guru TK selama lebih dari 5 tahun, saya menyadari bahwa terkadang salah satu tantangan anak di sekolah adalah susah fokus saat belajar," kata Miftah Farid, melalui siaran pers, dikutip Kamis (24/7/2025).
Padahal, lanjut dia, fokus dalam belajar sangat penting agar anak bisa menguasai kemampuan baca tulis.
"Dengan bisa fokus, anak akan dapat lebih mudah memahami dan mengingat materi pembelajaran, termasuk huruf, kata, dan konsep membaca serta menulis,” kata Miftah.
Perlu dipahami bahwa ternyata anak yang susah fokus dalam belajar belum tentu karena malas ataupun metode mengajar yang kurang menyenangkan, tetapi bisa jadi suatu tanda anak mengalami masalah kesehatan, salah satunya kekurangan zat besi.
Laporan WHO menyebutkan, ada bukti kuat melalui penelitian bahwa kekurangan zat besi terlihat secara meyakinkan menunda perkembangan psikomotor dan mengganggu kinerja kognitif anak prasekolah dan anak usia sekolah.
WHO menunjukkan, bahwa 80% anak yang kurang zat besi mengalami speech delay atau keterlambatan bicara.
Sayangnya, sebagian besar orang tua juga belum menyadari bahwa ada hubungan antara kecerdasan anak dengan zat besi.
Siti Alifah Faiz, S.Pd. juga seorang guru TK mengatakan, proses belajar mengajar di sekolah akan lebih optimal jika anak bisa fokus terhadap pembelajaran.
Menurut dia, kerja sama orang tua dan pendidik sangat penting mendukung dalam proses belajar anak, termasuk dalam pendidikan dasar seperti PAUD.
"Sebagai pendidik saya berharap agar orang tua lebih peka dan tidak abai dengan gejala-gejala anak kekurangan zat besi, seperti mudah lelah, kulit pucat dan kurang fokus," ujar Alifa.
Orang tua, tambah dia, harus lebih memahami bahwa stimulasi saja tidak cukup, namun perlu juga diimbangi dengan pemenuhan nutrisi yang tepat seperti makanan bergizi yang mengandung zat besi untuk mendukung kecerdasan anak.
Untuk mempersiapkan anak agar bisa fokus belajar di sekolah, penting bagi orang tua memastikan asupan zat besi tercukupi secara rutin.
Orang tua bisa memberikan zat besi yang berasal dari sumber makanan hewani, dimana umumnya lebih mudah diserap oleh tubuh dibandingkan zat besi yang berasal dari sumber nabati, seperti daging sapi, ayam, hati, telur, ikan, dan susu.
Head of Brand SGM Eksplor, Anggi Morika Septie mengatakan, pihaknya memahami bahwa pemenuhan zat besi yang optimal sangat dibutuhkan si Kecil agar siap fokus belajar di sekolah.
Oleh karena itu, SGM Eksplor terus berkomitmen mendukung kemajuan anak Indonesia dengan menghadirkan dan mengembangkan inovasi produk untuk berbagai tahapan usia anak.
Seperti SGM Eksplor 3Plus yang diformulasikan khusus untuk mendukung si Kecil siap belajar, satu-satunya dengan kandungan IronC kombinasi unik Zat Besi & Vitamin C, yang berguna untuk dukung penyerapan zat besi.
Pihaknya mendukung setiap anak Indonesia agar terpenuhi haknya untuk maju dan berprestasi.
"Kami terus mengajak orang tua di Indonesia untuk bisa memberikan perhatian khusus dalam memastikan kebutuhan harian gizi anak, terutama zat besi yang sangat penting dalam mendukung kecerdasan anak," bebernya.
Namun, sejatinya tidak hanya itu jika anak-anak ingin tumbuh dalam ilmu pengetahuan. Hal penting lain adalah asupan gizi, berupa zat besi yang bisa membantu anak memiliki energi untuk belajar.
Penting bagi orang tua memastikan asupan nutrisi yang tepat untuk membantu anak usia sekolah bisa fokus dan aktif belajar.
Baca juga: Cara Cek dan Besaran Dana PIP SD 2025 Tiap Semester, Pahami Bedanya
Hal ini perlu menjadi perhatian serius mengingat fakta penelitian menunjukkan bahwa 4 dari 10 anak kesulitan fokus belajar akibat kurang asupan gizi.
Bahkan, tidak jarang anak-anak yang kekurangan asupan zat besi cenderung kesulitan dalam tugas-tugas dasar seperti membaca, menulis, berhitung (Calistung), dan mengikuti instruksi secara konsisten.
Miftah Farid, seorang guru Taman Kanak-kanak (TK), menyampaikan bahwa sebagai guru, dirinya merasa bingung mengapa masih ada siswa SMP yang belum hafal abjad.
“Dari pengalaman menjadi guru TK selama lebih dari 5 tahun, saya menyadari bahwa terkadang salah satu tantangan anak di sekolah adalah susah fokus saat belajar," kata Miftah Farid, melalui siaran pers, dikutip Kamis (24/7/2025).
Padahal, lanjut dia, fokus dalam belajar sangat penting agar anak bisa menguasai kemampuan baca tulis.
"Dengan bisa fokus, anak akan dapat lebih mudah memahami dan mengingat materi pembelajaran, termasuk huruf, kata, dan konsep membaca serta menulis,” kata Miftah.
Perlu dipahami bahwa ternyata anak yang susah fokus dalam belajar belum tentu karena malas ataupun metode mengajar yang kurang menyenangkan, tetapi bisa jadi suatu tanda anak mengalami masalah kesehatan, salah satunya kekurangan zat besi.
Laporan WHO menyebutkan, ada bukti kuat melalui penelitian bahwa kekurangan zat besi terlihat secara meyakinkan menunda perkembangan psikomotor dan mengganggu kinerja kognitif anak prasekolah dan anak usia sekolah.
WHO menunjukkan, bahwa 80% anak yang kurang zat besi mengalami speech delay atau keterlambatan bicara.
Sayangnya, sebagian besar orang tua juga belum menyadari bahwa ada hubungan antara kecerdasan anak dengan zat besi.
Siti Alifah Faiz, S.Pd. juga seorang guru TK mengatakan, proses belajar mengajar di sekolah akan lebih optimal jika anak bisa fokus terhadap pembelajaran.
Menurut dia, kerja sama orang tua dan pendidik sangat penting mendukung dalam proses belajar anak, termasuk dalam pendidikan dasar seperti PAUD.
"Sebagai pendidik saya berharap agar orang tua lebih peka dan tidak abai dengan gejala-gejala anak kekurangan zat besi, seperti mudah lelah, kulit pucat dan kurang fokus," ujar Alifa.
Orang tua, tambah dia, harus lebih memahami bahwa stimulasi saja tidak cukup, namun perlu juga diimbangi dengan pemenuhan nutrisi yang tepat seperti makanan bergizi yang mengandung zat besi untuk mendukung kecerdasan anak.
Untuk mempersiapkan anak agar bisa fokus belajar di sekolah, penting bagi orang tua memastikan asupan zat besi tercukupi secara rutin.
Orang tua bisa memberikan zat besi yang berasal dari sumber makanan hewani, dimana umumnya lebih mudah diserap oleh tubuh dibandingkan zat besi yang berasal dari sumber nabati, seperti daging sapi, ayam, hati, telur, ikan, dan susu.
Head of Brand SGM Eksplor, Anggi Morika Septie mengatakan, pihaknya memahami bahwa pemenuhan zat besi yang optimal sangat dibutuhkan si Kecil agar siap fokus belajar di sekolah.
Oleh karena itu, SGM Eksplor terus berkomitmen mendukung kemajuan anak Indonesia dengan menghadirkan dan mengembangkan inovasi produk untuk berbagai tahapan usia anak.
Seperti SGM Eksplor 3Plus yang diformulasikan khusus untuk mendukung si Kecil siap belajar, satu-satunya dengan kandungan IronC kombinasi unik Zat Besi & Vitamin C, yang berguna untuk dukung penyerapan zat besi.
Pihaknya mendukung setiap anak Indonesia agar terpenuhi haknya untuk maju dan berprestasi.
"Kami terus mengajak orang tua di Indonesia untuk bisa memberikan perhatian khusus dalam memastikan kebutuhan harian gizi anak, terutama zat besi yang sangat penting dalam mendukung kecerdasan anak," bebernya.
(nnz)
Lihat Juga :