Pakar IPB Ungkap Risiko Bahaya Mengonsumsi Vitamin B6 Berlebihan
Rabu, 30 Juli 2025 - 04:30 WIB
loading...
A
A
A
Ia menyebutkan, vitamin B6 banyak terdapat dalam bahan pangan seperti ayam, sapi, ikan, kacang-kacangan, biji-bijian, pisang, alpukat, dan ubi. Namun, jika konsumsi suplemen ditambahkan secara berlebihan hingga melebihi 250 mg per hari, dapat terjadi penumpukan dan menyebabkan kerusakan saraf.
“Gejalanya disebut neuropati sensorik, ditandai keluhan kesemutan, mati rasa, gangguan keseimbangan, bahkan kelemahan otot,” tegasnya.
Dosen ilmu biomedik farmakologi ini mengingatkan, suplemen harus dikonsumsi secara bijak. “Jika pola makan kita sudah bergizi, suplementasi sering kali tidak diperlukan lagi. Pastikan selalu membaca label dan dosis sebelum membeli suplemen, jangan melebihi anjuran harian tanpa petunjuk tenaga medis,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, masyarakat dengan kondisi kesehatan tertentu atau yang berencana mengonsumsi beberapa vitamin sekaligus, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi terlebih dahulu.
“Kesimpulannya, vitamin B6 memang penting, tetapi semua yang berlebihan tetap membawa risiko. Suplemen sebaiknya menjadi pelengkap, bukan pengganti makanan sehat. Penggunaannya harus sesuai kebutuhan tubuh,” pungkasnya.
“Gejalanya disebut neuropati sensorik, ditandai keluhan kesemutan, mati rasa, gangguan keseimbangan, bahkan kelemahan otot,” tegasnya.
Dosen ilmu biomedik farmakologi ini mengingatkan, suplemen harus dikonsumsi secara bijak. “Jika pola makan kita sudah bergizi, suplementasi sering kali tidak diperlukan lagi. Pastikan selalu membaca label dan dosis sebelum membeli suplemen, jangan melebihi anjuran harian tanpa petunjuk tenaga medis,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, masyarakat dengan kondisi kesehatan tertentu atau yang berencana mengonsumsi beberapa vitamin sekaligus, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi terlebih dahulu.
“Kesimpulannya, vitamin B6 memang penting, tetapi semua yang berlebihan tetap membawa risiko. Suplemen sebaiknya menjadi pelengkap, bukan pengganti makanan sehat. Penggunaannya harus sesuai kebutuhan tubuh,” pungkasnya.
(nnz)
Lihat Juga :