Hydroxyapatite vs Fluoride, Kandungan Alami yang Semakin Diandalkan untuk Kesehatan Gigi Anak
Selasa, 05 Agustus 2025 - 18:20 WIB
loading...
A
A
A
1. Lebih aman jika tertelan – Tidak seperti fluoride, hydroxyapatite tidak menimbulkan risiko kesehatan meski dikonsumsi dalam jumlah kecil.
2. Mendukung remineralisasi alami – Hydroxyapatite memperbaiki email gigi yang rusak dengan mengembalikan mineral secara langsung ke struktur gigi.
3. Bebas efek samping seperti fluorosis – Ideal untuk anak-anak usia dini yang masih belajar menyikat gigi dengan benar.
"Kandungan Hydroxyapatite ini lebih aman dan alami, bisa menyatu langsung dan memperbaiki email gigi yang rusak secara alami," kata drg. Ifania, MKM di acara talkshow eksklusif peluncuran Sakumini Kids Toothpaste di AEON Mall Sentul.
Jika dibandingkan, fluoride dan hydroxyapatite memiliki perbedaan mendasar dalam hal keamanan dan cara kerja. Dari sisi keamanan saat tertelan, fluoride cukup berisiko terutama bagi anak-anak, karena konsumsi berlebihan dapat menyebabkan fluorosis gigi. Sebaliknya, hydroxyapatite dinilai lebih aman karena merupakan mineral alami dalam tubuh dan tidak menimbulkan efek berbahaya jika tertelan dalam jumlah kecil.
Baca Juga: 5 Obat Sakit Gigi Berlubang di Apotek yang Cepat Redakan Nyeri
Dalam hal kemampuan memperbaiki enamel, keduanya sama-sama efektif, namun fluoride bisa menimbulkan efek yang terlalu agresif bila digunakan secara berlebihan. Sementara hydroxyapatite bekerja secara lebih lembut dan alami, menjadikannya pilihan ideal untuk anak-anak yang giginya masih berkembang.
Dari sisi efek samping jangka panjang, fluoride berpotensi menyebabkan fluorosis, yaitu kondisi perubahan warna pada enamel gigi. Di sisi lain, hydroxyapatite tidak menunjukkan efek samping yang signifikan, karena sifatnya yang biokompatibel.
2. Mendukung remineralisasi alami – Hydroxyapatite memperbaiki email gigi yang rusak dengan mengembalikan mineral secara langsung ke struktur gigi.
3. Bebas efek samping seperti fluorosis – Ideal untuk anak-anak usia dini yang masih belajar menyikat gigi dengan benar.
"Kandungan Hydroxyapatite ini lebih aman dan alami, bisa menyatu langsung dan memperbaiki email gigi yang rusak secara alami," kata drg. Ifania, MKM di acara talkshow eksklusif peluncuran Sakumini Kids Toothpaste di AEON Mall Sentul.
Jika dibandingkan, fluoride dan hydroxyapatite memiliki perbedaan mendasar dalam hal keamanan dan cara kerja. Dari sisi keamanan saat tertelan, fluoride cukup berisiko terutama bagi anak-anak, karena konsumsi berlebihan dapat menyebabkan fluorosis gigi. Sebaliknya, hydroxyapatite dinilai lebih aman karena merupakan mineral alami dalam tubuh dan tidak menimbulkan efek berbahaya jika tertelan dalam jumlah kecil.
Baca Juga: 5 Obat Sakit Gigi Berlubang di Apotek yang Cepat Redakan Nyeri
Dalam hal kemampuan memperbaiki enamel, keduanya sama-sama efektif, namun fluoride bisa menimbulkan efek yang terlalu agresif bila digunakan secara berlebihan. Sementara hydroxyapatite bekerja secara lebih lembut dan alami, menjadikannya pilihan ideal untuk anak-anak yang giginya masih berkembang.
Dari sisi efek samping jangka panjang, fluoride berpotensi menyebabkan fluorosis, yaitu kondisi perubahan warna pada enamel gigi. Di sisi lain, hydroxyapatite tidak menunjukkan efek samping yang signifikan, karena sifatnya yang biokompatibel.
Lihat Juga :