Wabah Chikungunya di China Infeksi 8.000 Orang, Karantina Massal Diberlakukan
Minggu, 10 Agustus 2025 - 17:00 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Perubahan Iklim Picu Penyebaran Demam Berdarah dan Chikungunya di Eropa
Lonjakan kasus ini mengingatkan warga China pada pandemi Covid-19 di 2020, yang memicu lockdown besar-besaran dan pembatasan ketat. Meski sifat penularannya berbeda, pemerintah China berjanji mengambil tindakan tegas dan terukur untuk menghentikan penyebaran.
CDC AS telah mengeluarkan peringatan perjalanan Level 2 bagi warga yang hendak ke China, menyarankan penerapan pencegahan ekstra. Dua vaksin chikungunya yang sudah disetujui di AS juga direkomendasikan bagi pelancong yang berisiko tinggi.
Lonjakan chikungunya tahun ini bermula sejak awal 2025, dipicu wabah besar di wilayah Samudra Hindia seperti La Reunion, Mayotte, dan Mauritius. Perubahan iklim disebut berperan besar dalam memperluas wilayah sebaran nyamuk Aedes hingga ke daerah yang sebelumnya jarang terpapar.
Baca Juga: Chikungunya Mewabah, Ini Langkah Dinkes Kota Mojokerto
Perbandingan dengan Covid-19 dan Peringatan Perjalanan
Lonjakan kasus ini mengingatkan warga China pada pandemi Covid-19 di 2020, yang memicu lockdown besar-besaran dan pembatasan ketat. Meski sifat penularannya berbeda, pemerintah China berjanji mengambil tindakan tegas dan terukur untuk menghentikan penyebaran.
CDC AS telah mengeluarkan peringatan perjalanan Level 2 bagi warga yang hendak ke China, menyarankan penerapan pencegahan ekstra. Dua vaksin chikungunya yang sudah disetujui di AS juga direkomendasikan bagi pelancong yang berisiko tinggi.
Awal Mula Lonjakan 2025
Lonjakan chikungunya tahun ini bermula sejak awal 2025, dipicu wabah besar di wilayah Samudra Hindia seperti La Reunion, Mayotte, dan Mauritius. Perubahan iklim disebut berperan besar dalam memperluas wilayah sebaran nyamuk Aedes hingga ke daerah yang sebelumnya jarang terpapar.
Baca Juga: Chikungunya Mewabah, Ini Langkah Dinkes Kota Mojokerto
(dra)
Lihat Juga :