WAMI Klarifikasi Dugaan Salah Transfer Royalti Ari Lasso, Tegaskan Distribusi Sudah Sesuai Data
Rabu, 13 Agustus 2025 - 12:20 WIB
loading...
A
A
A
"Sebagai organisasi yang menjaga kepercayaan para anggota pencipta musik, WAMI berkomitmen melakukan perbaikan berkelanjutan. Termasuk pengetatan prosedur pengiriman, verifikasi berlapis, dan peningkatan sistem untuk memastikan ketepatan dan keamanan distribusi informasi di masa mendatang," tambahnya.
Selain memberikan klarifikasi, WAMI juga menegaskan komitmennya untuk melakukan perbaikan berkelanjutan. Mereka berencana memperketat prosedur pengiriman laporan, menerapkan verifikasi berlapis, serta meningkatkan sistem keamanan data. Tujuannya adalah memastikan setiap laporan royalti yang dikirimkan ke anggota selalu akurat, tepat waktu, dan terhindar dari kesalahan teknis serupa di masa depan.
"Apa yang sudah terjadi adalah momentum untuk terus melakukan perbaikan dan penyempurnaan. Pintu WAMI terbuka untuk setiap dialog, masukan, kritik, dan saran konstruktif untuk kemajuan kinerja lembaga ini," tuturnya.
Pihak WAMI menganggap kejadian ini sebagai momentum untuk introspeksi dan memperbaiki sistem agar lebih solid. Mereka juga membuka pintu dialog seluas-luasnya bagi para anggota, musisi, organisasi musik, maupun media, untuk memberikan masukan, kritik, dan saran konstruktif.
Menurut WAMI, sinergi antara lembaga pengelola hak cipta, para kreator, dan publik sangat penting untuk membangun industri musik yang sehat dan berkelanjutan di Indonesia.
"Terima kasih dan apresiasi kami ucapkan kepada seluruh masyarakat, dalam konteks isu terakhir kepada bapak Ari Lasso, juga organisasi musik dan musisi, dan teman-teman media yang memberikan perhatian dan kepedulian kepada WAMI serta pengelolaan royalti performing rights di Indonesia," tandasnya.
Selain memberikan klarifikasi, WAMI juga menegaskan komitmennya untuk melakukan perbaikan berkelanjutan. Mereka berencana memperketat prosedur pengiriman laporan, menerapkan verifikasi berlapis, serta meningkatkan sistem keamanan data. Tujuannya adalah memastikan setiap laporan royalti yang dikirimkan ke anggota selalu akurat, tepat waktu, dan terhindar dari kesalahan teknis serupa di masa depan.
"Apa yang sudah terjadi adalah momentum untuk terus melakukan perbaikan dan penyempurnaan. Pintu WAMI terbuka untuk setiap dialog, masukan, kritik, dan saran konstruktif untuk kemajuan kinerja lembaga ini," tuturnya.
Pihak WAMI menganggap kejadian ini sebagai momentum untuk introspeksi dan memperbaiki sistem agar lebih solid. Mereka juga membuka pintu dialog seluas-luasnya bagi para anggota, musisi, organisasi musik, maupun media, untuk memberikan masukan, kritik, dan saran konstruktif.
Menurut WAMI, sinergi antara lembaga pengelola hak cipta, para kreator, dan publik sangat penting untuk membangun industri musik yang sehat dan berkelanjutan di Indonesia.
"Terima kasih dan apresiasi kami ucapkan kepada seluruh masyarakat, dalam konteks isu terakhir kepada bapak Ari Lasso, juga organisasi musik dan musisi, dan teman-teman media yang memberikan perhatian dan kepedulian kepada WAMI serta pengelolaan royalti performing rights di Indonesia," tandasnya.
(dra)
Lihat Juga :