Myofunctional Therapy, Cara Nyaman Merapikan Gigi Anak Tanpa Behel
Kamis, 14 Agustus 2025 - 10:00 WIB
loading...
Sebagai orang tua, tentu kita ingin anak tumbuh sehat bukan hanya secara fisik dan mental, tapi juga dengan senyum yang sehat dan percaya diri. Foto/Freepik
A
A
A
JAKARTA - Sebagai orang tua, tentu kita ingin anak tumbuh sehat bukan hanya secara fisik dan mental, tapi juga dengan senyum yang sehat dan percaya diri. Tapi tahukah Anda bahwa banyak masalah gigi pada orang dewasa ternyata berawal dari kebiasaan kecil dan perkembangan otot mulut yang tidak optimal sejak masa kanak-kanak?
Kini, dunia kedokteran gigi anak terus berkembang. Salah satu pendekatan yang mulai banyak digunakan dan terbukti efektif adalah myofungsional, sebuah cara baru untuk merawat gigi anak sejak dini, bahkan sebelum mereka membutuhkan kawat gigi.
Apa Itu Myofungsional Therapy, dan Mengapa Penting?
Myofungsional therapy adalah pendekatan yang fokus pada memperbaiki fungsi otot-otot di sekitar mulut seperti otot bibir, pipi, dan lidah yang ternyata sangat mempengaruhi cara rahang dan gigi tumbuh. Kalau fungsinya tidak seimbang, bisa terjadi maloklusi, yaitu kondisi di mana gigi atas dan bawah tidak sejajar ketika anak menutup mulut.
Menariknya, perawatan ini tidak memerlukan alat-alat invasif. Fokusnya pada latihan otot, pembiasaan posisi lidah yang benar, hingga koreksi cara menelan dan bernapas. Semua dilakukan dengan lembut dan menyenangkan untuk anak.
“Masalah otot di area mulut anak hanya dapat dimodifikasi secara efektif saat masa pertumbuhan. Karena itu, pendekatan myofungsional sangat dianjurkan sejak usia dini,” ujar drg. Priska Angelia Budiono, Sp.KGA, Spesialis Kedokteran Gigi Anak.
Kini, dunia kedokteran gigi anak terus berkembang. Salah satu pendekatan yang mulai banyak digunakan dan terbukti efektif adalah myofungsional, sebuah cara baru untuk merawat gigi anak sejak dini, bahkan sebelum mereka membutuhkan kawat gigi.
Apa Itu Myofungsional Therapy, dan Mengapa Penting?
Myofungsional therapy adalah pendekatan yang fokus pada memperbaiki fungsi otot-otot di sekitar mulut seperti otot bibir, pipi, dan lidah yang ternyata sangat mempengaruhi cara rahang dan gigi tumbuh. Kalau fungsinya tidak seimbang, bisa terjadi maloklusi, yaitu kondisi di mana gigi atas dan bawah tidak sejajar ketika anak menutup mulut.
Menariknya, perawatan ini tidak memerlukan alat-alat invasif. Fokusnya pada latihan otot, pembiasaan posisi lidah yang benar, hingga koreksi cara menelan dan bernapas. Semua dilakukan dengan lembut dan menyenangkan untuk anak.
“Masalah otot di area mulut anak hanya dapat dimodifikasi secara efektif saat masa pertumbuhan. Karena itu, pendekatan myofungsional sangat dianjurkan sejak usia dini,” ujar drg. Priska Angelia Budiono, Sp.KGA, Spesialis Kedokteran Gigi Anak.
Lihat Juga :