Paris hingga Moskow, IFC Genjot Branding Fesyen Indonesia di Level Global
Jum'at, 15 Agustus 2025 - 19:38 WIB
loading...
A
A
A
“Terpenting di sini membangun networking, itu lebih berharga. Saya melihat potensi pasar di Moskow besar sekali. Namun, ada kendala yang menjadi concern. Transaksi mereka tidak seperti umumnya negara lain, harus pakai uangnya dia. Tidak pakai dolar dan kartu kredit tidak bisa. Mereka membuat area lain. Kami akan minta bantuan ke KBRI Moskow terkait hal ini,” kata Ali Charisma kepada SindoNews.com.
Dia kembali menambahkan, “Saya lihat, pihak pemerintah Rusia juga sedang melihat pasar Indonesia seperti apa. Mereka ingin ekspansi.”
Di BRICS+ Fashion Summit 2025, Indonesia mengirim empat delegasi terpilih. Mereka adalah Ali Charisma (Advisory Board IFC), Taruna K Kusmayadi (Original Fashion Creation), Liliek Setiawan (Wakil Ketua API), dan Rizal Tanzil Rakhman (Government Relations & Sustainability Executive Pan Brothers).
Ali Charisma akan tampil sebagai pembicara panel untuk membahas potensi besar pasar fesyen Asia, khususnya modest fashion yang tengah naik daun. Taruna K Kusmayadi akan mengulas kekayaan wastra Indonesia, dengan fokus pada tekstil handmade dan peluang pengembangannya. Liliek Setiawan akan memaparkan daya saing industri tekstil nasional serta strategi hilirisasi. Sementara itu, Rizal Tanzil Rakhman akan berbicara tentang penerapan praktik keberlanjutan di industri manufaktur fesyen Indonesia.
“Kehadiran kami sekaligus memperkuat peran diplomasi fesyen di kawasan BRICS+. Kolaborasi ini diharapkan membuka peluang bagi program pertukaran desainer, kerja sama produksi, serta penguatan branding fesyen Indonesia di pasar dunia,” ujar Ali Charisma.
Menurutnya, tantangan desainer Indonesia masih terletak pada kemampuan menyelaraskan kreativitas dengan kebutuhan pasar.
“Kebanyakan mindset desainer masih fokus pada kreativitas. Gayanya sudah ada, tetapi fungsi dan momen pemakaian busana belum terlalu dipikirkan. Risetnya pun belum sejauh itu. Saya berharap ke depan, para desainer dapat rutin mengirimkan produk ke luar negeri setiap beberapa bulan sekali. Proses ini memang tidak mudah, termasuk mempersiapkan tim dan karyawan. Saya dulu melakukannya secara natural. Namun, saya yakin mereka akan bisa berevolusi dan beradaptasi,” ucapnya.
Dia kembali menambahkan, “Saya lihat, pihak pemerintah Rusia juga sedang melihat pasar Indonesia seperti apa. Mereka ingin ekspansi.”
Di BRICS+ Fashion Summit 2025, Indonesia mengirim empat delegasi terpilih. Mereka adalah Ali Charisma (Advisory Board IFC), Taruna K Kusmayadi (Original Fashion Creation), Liliek Setiawan (Wakil Ketua API), dan Rizal Tanzil Rakhman (Government Relations & Sustainability Executive Pan Brothers).
Ali Charisma akan tampil sebagai pembicara panel untuk membahas potensi besar pasar fesyen Asia, khususnya modest fashion yang tengah naik daun. Taruna K Kusmayadi akan mengulas kekayaan wastra Indonesia, dengan fokus pada tekstil handmade dan peluang pengembangannya. Liliek Setiawan akan memaparkan daya saing industri tekstil nasional serta strategi hilirisasi. Sementara itu, Rizal Tanzil Rakhman akan berbicara tentang penerapan praktik keberlanjutan di industri manufaktur fesyen Indonesia.
“Kehadiran kami sekaligus memperkuat peran diplomasi fesyen di kawasan BRICS+. Kolaborasi ini diharapkan membuka peluang bagi program pertukaran desainer, kerja sama produksi, serta penguatan branding fesyen Indonesia di pasar dunia,” ujar Ali Charisma.
Menurutnya, tantangan desainer Indonesia masih terletak pada kemampuan menyelaraskan kreativitas dengan kebutuhan pasar.
“Kebanyakan mindset desainer masih fokus pada kreativitas. Gayanya sudah ada, tetapi fungsi dan momen pemakaian busana belum terlalu dipikirkan. Risetnya pun belum sejauh itu. Saya berharap ke depan, para desainer dapat rutin mengirimkan produk ke luar negeri setiap beberapa bulan sekali. Proses ini memang tidak mudah, termasuk mempersiapkan tim dan karyawan. Saya dulu melakukannya secara natural. Namun, saya yakin mereka akan bisa berevolusi dan beradaptasi,” ucapnya.
(nnz)
Lihat Juga :