Paris hingga Moskow, IFC Genjot Branding Fesyen Indonesia di Level Global
Jum'at, 15 Agustus 2025 - 19:38 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: CEO Muslim Fest Dorong Kolaborasi dan Ekspansi Bisnis Syariah di Tengah Tantangan Ekonomi
“Mereka berkesempatan untuk belajar langsung dari pusat mode dunia, memahami ekspektasi pasar global, dan memberikan pengalaman benchmark untuk meningkatkan mutu produk,” ujar desainer yang berbasis di Bali ini.
Front Row Paris 2025 bertepatan juga dengan 75 tahun hubungan bilateral Indonesia–Prancis, menjadikan momen strategis memperkuat diplomasi budaya melalui fesyen. Sebanyak tujuh desainer dan brand Tanah Air akan tampil di ajang tersebut, antara lain Febry Ferry Fabry (IKRA Sulawesi Tengah), AM by Anggiasari Mawardi (IKRA Jawa Barat), Roemah Kebaya Vielga (IKRA DKI Jakarta), Deden Siswanto, NY by Novita Yunus, Putri Anjani by Indina, dan Rumah Batik Fractal-LPS.
“Ini merupakan partisipasi perdana kami di ajang Front Row Paris. Kami juga ingin menjajaki potensi pasar di Eropa, mengingat produk yang kami tampilkan adalah batik,” ujar Nancy Margried Panjaitan, Director Rumah Batik Fractal, kepada SindoNews.com.
Deden Siswanto yang sudah beberapa kali ikut ajang ini, terus mencari peluang agar koleksinya bisa diminati buyers luar negeri. Kali ini, dia membawa koleksi yang lebih basic dan sesuai dengan tren terkini.
“Gaya simpel, memang jadi tren universal sekalipun yang maksimalis masih ada. Sekarang yang dominan tren kekinian, jadi lebih clean. Dulu ada model panjang sebelah, tapi sekarang sudah hilang. Mereka ingin membeli desain pakaian yang bisa dipakai untuk beberapa kali,” kata Taruna K Kusmayadi, Penasihat IFC.
Upaya menggaungkan fesyen Indonesia ke tingkat global, tidak berhenti di Front Row Paris. IFC akan ikut berpartisipasi di BRICS+ Fashion Summit 2025 yang digelar di Moskow, Rusia pada 28–30 Agustus 2025. Ajang ini menjadi bagian dari kolaborasi strategis IFC dan Russian Fashion Council sejak 2021, dengan misi memperluas jejaring industri, pertukaran budaya, dan peluang bisnis fashion lintas negara.
“Mereka berkesempatan untuk belajar langsung dari pusat mode dunia, memahami ekspektasi pasar global, dan memberikan pengalaman benchmark untuk meningkatkan mutu produk,” ujar desainer yang berbasis di Bali ini.
Front Row Paris 2025 bertepatan juga dengan 75 tahun hubungan bilateral Indonesia–Prancis, menjadikan momen strategis memperkuat diplomasi budaya melalui fesyen. Sebanyak tujuh desainer dan brand Tanah Air akan tampil di ajang tersebut, antara lain Febry Ferry Fabry (IKRA Sulawesi Tengah), AM by Anggiasari Mawardi (IKRA Jawa Barat), Roemah Kebaya Vielga (IKRA DKI Jakarta), Deden Siswanto, NY by Novita Yunus, Putri Anjani by Indina, dan Rumah Batik Fractal-LPS.
“Ini merupakan partisipasi perdana kami di ajang Front Row Paris. Kami juga ingin menjajaki potensi pasar di Eropa, mengingat produk yang kami tampilkan adalah batik,” ujar Nancy Margried Panjaitan, Director Rumah Batik Fractal, kepada SindoNews.com.
Deden Siswanto yang sudah beberapa kali ikut ajang ini, terus mencari peluang agar koleksinya bisa diminati buyers luar negeri. Kali ini, dia membawa koleksi yang lebih basic dan sesuai dengan tren terkini.
“Gaya simpel, memang jadi tren universal sekalipun yang maksimalis masih ada. Sekarang yang dominan tren kekinian, jadi lebih clean. Dulu ada model panjang sebelah, tapi sekarang sudah hilang. Mereka ingin membeli desain pakaian yang bisa dipakai untuk beberapa kali,” kata Taruna K Kusmayadi, Penasihat IFC.
Upaya menggaungkan fesyen Indonesia ke tingkat global, tidak berhenti di Front Row Paris. IFC akan ikut berpartisipasi di BRICS+ Fashion Summit 2025 yang digelar di Moskow, Rusia pada 28–30 Agustus 2025. Ajang ini menjadi bagian dari kolaborasi strategis IFC dan Russian Fashion Council sejak 2021, dengan misi memperluas jejaring industri, pertukaran budaya, dan peluang bisnis fashion lintas negara.
Lihat Juga :