Konser Virtual Wave of Cinema Hadirkan 30 Musisi
Jum'at, 11 September 2020 - 04:35 WIB
loading...
Konferensi pers virtual digelar pada Kamis (10/9) untuk mengumumkan rencana konser Wave of Cinema. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah musisi lintas genre dan generasi bakal memeriahkan konser virtual yang menghadirkan konsep perpaduan unsur musik dengan film bertajuk "Wave of Cinema". Konser ini direncanakan berlangsung pada 18 September hingga 9 Oktober 2020.
Gelaran ini akan menghadirkan 30 musisi , baik solois maupun band seperti Padi Reborn, Maliq D Essentials, Ardhito Pramono, Nadin Amizah, Fourtwnty, Isyana, Andien, hingga Gamaliel. (Baca Juga: 7 Grup K-Pop Ini Tak Pernah Comeback Setelah Debut )
Produser dan Kreator "Wave of Cinema" Sharon Sakina mengatakan, konser hasil kolaborasi Bioskop Online dan Visinema Musik ini ingin menghadirkan sebuah pertunjukan musik yang berpadu dengan film . Konser ini akan hadir dengan format bercerita atau story telling sehingga dapat memberikan pengalaman yang berbeda dan terasa dekat.
Menurut Sharon, pihaknya ingin agar kerinduan orang menonton konser dapat terpuaskan dalam bentuk virtual sehingga perlu dibangun kedekatan antarpenonton maupun pengisi acara, layaknya konser live yang dipindah ke medium virtual.
"Kenapa kita hadirkan konser virtual yang bercerita? Karena selama ini kita rindu melihat konser yang dapat dirasa dan dilihat secara langsung. Nah, kalau virtual kedekatannya harus dibangun dengan sesuatu, jadi nggak menonton virtual saja dan ceritanya harus membangun emosi sehingga penonton akan merasa seperti menyaksikan series," beber Sharon dalam jumpa pers virtual "Wave of Cinema" pada Kamis (10/9).
Gelaran ini akan menghadirkan 30 musisi , baik solois maupun band seperti Padi Reborn, Maliq D Essentials, Ardhito Pramono, Nadin Amizah, Fourtwnty, Isyana, Andien, hingga Gamaliel. (Baca Juga: 7 Grup K-Pop Ini Tak Pernah Comeback Setelah Debut )
Produser dan Kreator "Wave of Cinema" Sharon Sakina mengatakan, konser hasil kolaborasi Bioskop Online dan Visinema Musik ini ingin menghadirkan sebuah pertunjukan musik yang berpadu dengan film . Konser ini akan hadir dengan format bercerita atau story telling sehingga dapat memberikan pengalaman yang berbeda dan terasa dekat.
Menurut Sharon, pihaknya ingin agar kerinduan orang menonton konser dapat terpuaskan dalam bentuk virtual sehingga perlu dibangun kedekatan antarpenonton maupun pengisi acara, layaknya konser live yang dipindah ke medium virtual.
"Kenapa kita hadirkan konser virtual yang bercerita? Karena selama ini kita rindu melihat konser yang dapat dirasa dan dilihat secara langsung. Nah, kalau virtual kedekatannya harus dibangun dengan sesuatu, jadi nggak menonton virtual saja dan ceritanya harus membangun emosi sehingga penonton akan merasa seperti menyaksikan series," beber Sharon dalam jumpa pers virtual "Wave of Cinema" pada Kamis (10/9).
Lihat Juga :