Terapi Elektromagnetik Shimod Sembuhkan Berbagai Macam Penyakit
Minggu, 31 Agustus 2025 - 09:30 WIB
loading...
A
A
A
“Jadi biasanya setiap pasien yang datang ke sini saya tanya dulu ada keluhan apa. Lalu setelah itu saya akan menempelkan alat terapi dari Jepang ini untuk mendeteksi penyakit ke badan pasien. Biasanya pasien akan merasa seperti disetrum di titik-titik penyakitnya, kemudian saya menggunakan jarum akupuntur untuk membuka syaraf-syaraf yang bermasalah dan juga langsung pada penekanan tiap penyakit si pasien dan setelah terapi biasnyabakan merasa pegal-pegal. Tapi setelah itu badan pasien akan menjadi lebih rileks,” jelas Rian.
Rian mengungkapkan, penyakit yang paling banyak dialami pasien yang melakukan terapi elektromagnetik ini adalah stroke, prostat, kencing manis, insomnia dan juga syaraf kejepit. Biasanya, kata dia, proses terapi untuk menyembuhkan berbagai penyakit tersebut sampai tuntas sekitar 3 bulan, namun tergantung juga dengan kondisi tubuh dan kemauan serta keyakinan diiringi konsistensi si pasien untuk mau berobat dengannya. Kata dia, biaya untuk terapi juga masih terjangkau.
Terapi elektromagnetik (EMT) yang dilakukan Shinse Rian sebenarnya bukan hal yang baru di dunia medis. Terapi yang menggunakan medan elektromagnetik ini sering digunakan dunia medis untuk mengobati perbaikan tulang dan tulang rawan, penghilang rasa sakit, dan penyembuhan luka.
EMT bekerja dengan menginduksi efek medan pada tubuh, bukan dengan efek listrik langsung atau radiasi. Jenis EMT yang umum termasuk terapi medan magnet statis, terapi medan elektromagnetik berdenyut (PEMF), dan terapi gelombang elektromagnetik frekuensi rendah.
Rian mengklaim, terapi elektromagnetik yang diterapkannya ini sudah mampu menyembuhkan ribuan pasien dari berbagai kota di seluruh Indonesia.
“Jadi waktu itu pernah ada pasien yang mengalami diabetes, gulanya sempat di angka 500. Setelah melakukan terapi elektromagnetik, kadar gulanya turun menjadi 120 hanya dalam waktu 2 minggu. Ada juga pasien yang sudah mengalami stroke selama 4 tahun dan langsung sembuh setelah menjalani terapi elektromagnetik selama 3 hari. Semuanya dilakukan tanpa harus meminum obat dan pengobatan ini bisa untuk segala umur,” ujar Rian.
Rian mengungkapkan, penyakit yang paling banyak dialami pasien yang melakukan terapi elektromagnetik ini adalah stroke, prostat, kencing manis, insomnia dan juga syaraf kejepit. Biasanya, kata dia, proses terapi untuk menyembuhkan berbagai penyakit tersebut sampai tuntas sekitar 3 bulan, namun tergantung juga dengan kondisi tubuh dan kemauan serta keyakinan diiringi konsistensi si pasien untuk mau berobat dengannya. Kata dia, biaya untuk terapi juga masih terjangkau.
Terapi elektromagnetik (EMT) yang dilakukan Shinse Rian sebenarnya bukan hal yang baru di dunia medis. Terapi yang menggunakan medan elektromagnetik ini sering digunakan dunia medis untuk mengobati perbaikan tulang dan tulang rawan, penghilang rasa sakit, dan penyembuhan luka.
EMT bekerja dengan menginduksi efek medan pada tubuh, bukan dengan efek listrik langsung atau radiasi. Jenis EMT yang umum termasuk terapi medan magnet statis, terapi medan elektromagnetik berdenyut (PEMF), dan terapi gelombang elektromagnetik frekuensi rendah.
Rian mengklaim, terapi elektromagnetik yang diterapkannya ini sudah mampu menyembuhkan ribuan pasien dari berbagai kota di seluruh Indonesia.
“Jadi waktu itu pernah ada pasien yang mengalami diabetes, gulanya sempat di angka 500. Setelah melakukan terapi elektromagnetik, kadar gulanya turun menjadi 120 hanya dalam waktu 2 minggu. Ada juga pasien yang sudah mengalami stroke selama 4 tahun dan langsung sembuh setelah menjalani terapi elektromagnetik selama 3 hari. Semuanya dilakukan tanpa harus meminum obat dan pengobatan ini bisa untuk segala umur,” ujar Rian.
Lihat Juga :