Heboh! Agnez Mo Ungkap Pengalaman Disindir Anggota DPR, Ahmad Dhani?
Selasa, 02 September 2025 - 20:20 WIB
loading...
Penyanyi Agnez Mo mengungkap pengalaman pribadinya yang pernah disindir seorang anggota DPR. Ia pernah dianggap tidak pantas berbicara soal isu tertentu. Foto/Instagram Agnez Mo
A
A
A
JAKARTA - Penyanyi Agnez Mo mengungkap pengalaman pribadinya yang pernah disindir seorang anggota DPR . Melalui kanal WhatsApp resminya, ia menuturkan bahwa dirinya pernah dianggap tidak pantas berbicara soal isu tertentu hanya karena tidak memiliki gelar pendidikan S3.
Sindiran tersebut dinilai Agnez Mo sebagai bentuk arogansi yang merendahkan masyarakat serta mencerminkan rendahnya kecerdasan emosional wakil rakyat.
"But well. Udah mengalami itu sendiri sih beberapa bulan lalu, ketika ada salah satu anggota DPR yang dengan enteng bilang kalau belum S3 (PhD), ya ga usah ngomong soal isu ini, karena mungkin menurut dia semua orang lain terlalu bodoh," kata Agnez dikutip dari kanal WhatsApp resminya, Selasa (2/9/2025).
Pengakuan Agnez ini langsung memantik spekulasi publik mengenai siapa sosok anggota DPR yang dimaksud. Banyak warganet menduga nama Ahmad Dhani masuk dalam sorotan, mengingat keduanya sempat adu pendapat soal royalti beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Agnez Mo Akhirnya Buka Suara usai MA Kabulkan Kasasinya
![Heboh! Agnez Mo Ungkap Pengalaman Disindir Anggota DPR, Ahmad Dhani?]()
Foto/kanal WhatsApp Agnez Mo
Meski Agnez tidak menyebut nama secara langsung, pernyataannya dinilai sebagai kritik pedas terhadap wakil rakyat yang seharusnya bisa menjaga etika berbicara di depan publik dengan empati dan penuh penghargaan.
Dalam unggahan yang sama, penyanyi 39 tahun ini menilai, sindiran seperti itu mencerminkan rendahnya empati sekaligus kurangnya kecerdasan emosional dari seorang pejabat publik. Ia menegaskan bahwa wakil rakyat seharusnya memiliki kemampuan komunikasi yang baik, bukan justru menyampaikan kata-kata yang memecah belah atau meremehkan.
"Semua berawal dari EQ yang rendah, cara bicara publik yang memecah belah dan merendahkan, serta tidak adanya empati," jelasnya.
Menurutnya, standar paling dasar yang wajib dimiliki seorang legislator adalah etika berbicara di depan publik dengan cara yang layak, penuh penghargaan, dan berorientasi pada solusi.
Baca Juga: Agnez Mo Menang Kasasi Hak Cipta Lagu Bilang Saja, Begini Respons Ari Bias
"Hal paling minimal yang bisa saya harapkan dari seorang anggota DPR adalah kemampuan berbicara di depan publik yang layak," ujarnya.
"Yang tidak memecah belah, tapi justru mencari solusi untuk semua pihak, bukan cuma untuk kepentingan dirinya sendiri atau kepentingan tertentu," tambahnya.
Pelantun Matahariku itu menyatakan, masyarakat tidak seharusnya dipaksa menuntut hal sederhana. Seperti kemampuan berbicara beradab dari wakilnya, lantaran itu merupakan hal mendasar dalam demokrasi.
"Dan fakta bahwa kita bahkan harus menuntut sesuatu sesederhana kemampuan berbicara di depan publik is mind-blowing. Standard paling dasar sebagai manusia, apalagi sebagai wakil rakyat atau pembuat aturan atau hukum," ucapnya.
Baca Juga: Agnez Mo Sindir Anggota DPR: EQ Rendah, Cara Bicara Memecah Belah Rakyat
Lebih lanjut, pemilik nama asli Agnes Monika Muljoto itu menegaskan bahwa logika merendahkan pendapat hanya karena perbedaan latar belakang pendidikan merupakan hal yang berbahaya. Sikap semacam itu, katanya, tidak hanya menutup ruang dialog yang sehat, tetapi juga berpotensi mematikan partisipasi publik dalam menyuarakan aspirasi.
Dalam konteks demokrasi, tambahnya, suara masyarakat harus dipandang sama pentingnya tanpa memandang status sosial, pendidikan, atau latar belakang lainnya.
"Dan jangan lupa, itu semua dilakukan sambil mencemarkan nama baik dan menjelek-jelekkan semua orang lain yang punya pendapat berbeda," ucapnya.
"Logika model begitu udah cukup menunjukkan semuanya," tandasnya.
Sindiran tersebut dinilai Agnez Mo sebagai bentuk arogansi yang merendahkan masyarakat serta mencerminkan rendahnya kecerdasan emosional wakil rakyat.
"But well. Udah mengalami itu sendiri sih beberapa bulan lalu, ketika ada salah satu anggota DPR yang dengan enteng bilang kalau belum S3 (PhD), ya ga usah ngomong soal isu ini, karena mungkin menurut dia semua orang lain terlalu bodoh," kata Agnez dikutip dari kanal WhatsApp resminya, Selasa (2/9/2025).
Pengakuan Agnez ini langsung memantik spekulasi publik mengenai siapa sosok anggota DPR yang dimaksud. Banyak warganet menduga nama Ahmad Dhani masuk dalam sorotan, mengingat keduanya sempat adu pendapat soal royalti beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Agnez Mo Akhirnya Buka Suara usai MA Kabulkan Kasasinya

Foto/kanal WhatsApp Agnez Mo
Meski Agnez tidak menyebut nama secara langsung, pernyataannya dinilai sebagai kritik pedas terhadap wakil rakyat yang seharusnya bisa menjaga etika berbicara di depan publik dengan empati dan penuh penghargaan.
Dalam unggahan yang sama, penyanyi 39 tahun ini menilai, sindiran seperti itu mencerminkan rendahnya empati sekaligus kurangnya kecerdasan emosional dari seorang pejabat publik. Ia menegaskan bahwa wakil rakyat seharusnya memiliki kemampuan komunikasi yang baik, bukan justru menyampaikan kata-kata yang memecah belah atau meremehkan.
"Semua berawal dari EQ yang rendah, cara bicara publik yang memecah belah dan merendahkan, serta tidak adanya empati," jelasnya.
Menurutnya, standar paling dasar yang wajib dimiliki seorang legislator adalah etika berbicara di depan publik dengan cara yang layak, penuh penghargaan, dan berorientasi pada solusi.
Baca Juga: Agnez Mo Menang Kasasi Hak Cipta Lagu Bilang Saja, Begini Respons Ari Bias
"Hal paling minimal yang bisa saya harapkan dari seorang anggota DPR adalah kemampuan berbicara di depan publik yang layak," ujarnya.
"Yang tidak memecah belah, tapi justru mencari solusi untuk semua pihak, bukan cuma untuk kepentingan dirinya sendiri atau kepentingan tertentu," tambahnya.
Pelantun Matahariku itu menyatakan, masyarakat tidak seharusnya dipaksa menuntut hal sederhana. Seperti kemampuan berbicara beradab dari wakilnya, lantaran itu merupakan hal mendasar dalam demokrasi.
"Dan fakta bahwa kita bahkan harus menuntut sesuatu sesederhana kemampuan berbicara di depan publik is mind-blowing. Standard paling dasar sebagai manusia, apalagi sebagai wakil rakyat atau pembuat aturan atau hukum," ucapnya.
Baca Juga: Agnez Mo Sindir Anggota DPR: EQ Rendah, Cara Bicara Memecah Belah Rakyat
Lebih lanjut, pemilik nama asli Agnes Monika Muljoto itu menegaskan bahwa logika merendahkan pendapat hanya karena perbedaan latar belakang pendidikan merupakan hal yang berbahaya. Sikap semacam itu, katanya, tidak hanya menutup ruang dialog yang sehat, tetapi juga berpotensi mematikan partisipasi publik dalam menyuarakan aspirasi.
Dalam konteks demokrasi, tambahnya, suara masyarakat harus dipandang sama pentingnya tanpa memandang status sosial, pendidikan, atau latar belakang lainnya.
"Dan jangan lupa, itu semua dilakukan sambil mencemarkan nama baik dan menjelek-jelekkan semua orang lain yang punya pendapat berbeda," ucapnya.
"Logika model begitu udah cukup menunjukkan semuanya," tandasnya.
(dra)
Lihat Juga :