Warga Jepang Usia 20-an Ogah Punya Anak, Pernikahan Tak Lagi Prioritas
Senin, 08 September 2025 - 10:20 WIB
loading...
A
A
A
Hasilnya menunjukkan bahwa hanya 48,0 persen responden berusia 20-an yang menganggap pernikahan penting secara pribadi.
Angka ini terus menurun seiring bertambahnya usia responden, 38,9 persen di usia 30-an, 27,7 persen di usia 40-an, dan 23,2 persen di usia 50-an.
Jika dibandingkan dengan hasil survei tahun 2022, angka untuk usia 20-an dan 30-an mengalami penurunan sekitar 10 poin persentase. Di mana mengindikasikan adanya perubahan sikap yang cukup drastis.
Fenomena menurunnya minat untuk menikah dan memiliki anak tentu menambah beban bagi Jepang yang selama ini sudah menghadapi masalah populasi menua dan penurunan angka kelahiran.
Dengan semakin sedikitnya usia muda yang ingin berkeluarga, risiko penurunan populasi di masa depan semakin besar. Kondisi ini berpotensi memengaruhi pertumbuhan ekonomi, produktivitas tenaga kerja, hingga stabilitas sosial.
Baca Juga: Pemerintah Jepang Beri Rp64 Juta untuk Wanita Kota yang Mau Menikah dengan Pria Desa
Angka ini terus menurun seiring bertambahnya usia responden, 38,9 persen di usia 30-an, 27,7 persen di usia 40-an, dan 23,2 persen di usia 50-an.
Jika dibandingkan dengan hasil survei tahun 2022, angka untuk usia 20-an dan 30-an mengalami penurunan sekitar 10 poin persentase. Di mana mengindikasikan adanya perubahan sikap yang cukup drastis.
Dampak terhadap Masa Depan Jepang
Fenomena menurunnya minat untuk menikah dan memiliki anak tentu menambah beban bagi Jepang yang selama ini sudah menghadapi masalah populasi menua dan penurunan angka kelahiran.
Dengan semakin sedikitnya usia muda yang ingin berkeluarga, risiko penurunan populasi di masa depan semakin besar. Kondisi ini berpotensi memengaruhi pertumbuhan ekonomi, produktivitas tenaga kerja, hingga stabilitas sosial.
Baca Juga: Pemerintah Jepang Beri Rp64 Juta untuk Wanita Kota yang Mau Menikah dengan Pria Desa
(dra)
Lihat Juga :