10 Negara dengan Konsumsi Gula Terbanyak di Dunia, Amerika Serikat Jadi Raja Manis
Senin, 08 September 2025 - 16:00 WIB
loading...
Negara dengan konsumsi gula terbanyak di dunia berhasil mencuri perhatian karena tingkat asupan hariannya jauh di atas batas aman yang ditetapkan WHO. Foto/Freepik
A
A
A
JAKARTA - Negara dengan konsumsi gula terbanyak di dunia berhasil mencuri perhatian karena tingkat asupan hariannya jauh di atas batas aman yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dari daftar tersebut, Amerika Serikat menempati posisi teratas.
Budaya masyarakatnya yang gemar mengonsumsi makanan olahan, minuman bersoda, hingga camilan serba manis menjadi alasan utama mengapa konsumsi gula di negara ini sangat tinggi. Fenomena ini tidak hanya terjadi di Amerika Serikat, tetapi juga meluas ke berbagai negara lain seperti Jerman, Belanda, hingga Meksiko.
Rata-rata konsumsi gula masyarakat di negara-negara tersebut tembus lebih dari 90 gram per orang per hari, jauh melampaui ambang batas sehat. Sementara itu, WHO sendiri telah menetapkan batas konsumsi aman gula, yakni sekitar 50 gram per hari atau 10 persen dari total energi harian.
Berikut daftar negara dengan konsumsi gula tertinggi di dunia dilansir dari World Atlas, Senin (8/9/2025).
Baca Juga: 10 Negara dengan Penduduk Terpendek di Dunia, Didominasi Asia dan Afrika
Amerika Serikat menempati posisi teratas dengan konsumsi rata-rata mencapai 126,4 gram gula per orang per hari. Tingginya angka ini dipengaruhi budaya mengonsumsi makanan cepat saji dan produk olahan, yang menyumbang sekitar 60 persen dari asupan harian. Kebiasaan masyarakat yang gemar mengonsumsi minuman manis dan camilan tinggi gula juga menjadi faktor utama.
Penduduk Jerman dikenal sangat menyukai dessert dan makanan manis. Rata-rata konsumsi gula di negara ini mencapai 102,9 gram per hari. Hampir 36 persen di antaranya berasal dari makanan penutup seperti kue, cokelat, dan permen, disusul oleh jus buah serta minuman manis lainnya.
Dengan rata-rata konsumsi 102,5 gram per hari, Belanda menempati urutan ketiga. Camilan manis dan minuman ringan menjadi sumber utama asupan gula masyarakat negeri kincir angin ini.
Kebiasaan minum teh manis saat sarapan menjadikan konsumsi gula di Irlandia cukup tinggi. Rata-rata, masyarakat mengonsumsi 96,7 gram gula per hari, yang sebagian besar berasal dari minuman serta kue tradisional khas Irlandia.
Penduduk Australia mengonsumsi rata-rata 95,6 gram gula per hari, jumlah ini lebih dari lima kali lipat batas aman WHO. Minuman bersoda, es krim, dan produk makanan olahan menjadi faktor penyumbang terbesar.
Baca Juga: 10 Negara dengan Penduduk Paling Banyak Tidur di Dunia, Indonesia Termasuk?
Belgia, yang terkenal dengan cokelat dan wafel, mencatat konsumsi gula sebesar 95 gram per orang per hari. Produk-produk manis khas negara ini memang sangat digemari, baik di dalam negeri maupun mancanegara.
Masyarakat Inggris memiliki tradisi minum teh dengan tambahan gula serta menikmati camilan manis di sore hari. Rata-rata konsumsi gula mencapai 93,2 gram per hari, menjadikannya salah satu yang tertinggi di Eropa.
Meksiko mencatat konsumsi gula harian sebesar 92,5 gram per orang. Gaya hidup masyarakat yang gemar minuman manis dan kuliner bercita rasa manis menjadi faktor dominan. Tradisi kuliner lokal juga berperan besar dalam tingginya angka konsumsi tersebut.
Penduduk Finlandia mengonsumsi sekitar 91,5 gram gula per hari, terutama dari makanan penutup dan minuman hangat seperti kopi manis yang menjadi bagian dari budaya mereka.
Dengan konsumsi 89,1 gram gula per orang per hari, Kanada juga masuk daftar sepuluh besar. Angka ini masih jauh di atas rekomendasi WHO, dan sebagian besar asupan gula berasal dari minuman ringan serta produk makanan cepat saji.
Baca Juga: 10 Negara dengan Hari Libur Nasional Terbanyak di Dunia, Nepal Juaranya
Menurut laporan Outlook OECD-FAO, konsumsi gula global diperkirakan akan terus meningkat sebesar 1,2 persen per tahun hingga mencapai 202 juta ton pada tahun 2034. Negara dengan populasi besar seperti India, Indonesia, Pakistan, dan China diprediksi akan menjadi pendorong utama tren ini.
Risiko Kesehatan Akibat Gula Berlebih
WHO menekankan bahwa sebagian besar negara maju mengonsumsi gula dua hingga tiga kali lipat dari batas aman. Konsumsi gula berlebih dapat memicu berbagai penyakit serius, seperti obesitas, diabetes tipe 2, hingga gangguan jantung.
Dengan semakin meningkatnya pola konsumsi ini, masyarakat dunia diingatkan untuk lebih bijak dalam mengatur asupan harian.
M/G Tasya Rosmalina
Budaya masyarakatnya yang gemar mengonsumsi makanan olahan, minuman bersoda, hingga camilan serba manis menjadi alasan utama mengapa konsumsi gula di negara ini sangat tinggi. Fenomena ini tidak hanya terjadi di Amerika Serikat, tetapi juga meluas ke berbagai negara lain seperti Jerman, Belanda, hingga Meksiko.
Rata-rata konsumsi gula masyarakat di negara-negara tersebut tembus lebih dari 90 gram per orang per hari, jauh melampaui ambang batas sehat. Sementara itu, WHO sendiri telah menetapkan batas konsumsi aman gula, yakni sekitar 50 gram per hari atau 10 persen dari total energi harian.
Berikut daftar negara dengan konsumsi gula tertinggi di dunia dilansir dari World Atlas, Senin (8/9/2025).
10 Negara dengan Konsumsi Gula Terbanyak di Dunia
Baca Juga: 10 Negara dengan Penduduk Terpendek di Dunia, Didominasi Asia dan Afrika
1. Amerika Serikat
Amerika Serikat menempati posisi teratas dengan konsumsi rata-rata mencapai 126,4 gram gula per orang per hari. Tingginya angka ini dipengaruhi budaya mengonsumsi makanan cepat saji dan produk olahan, yang menyumbang sekitar 60 persen dari asupan harian. Kebiasaan masyarakat yang gemar mengonsumsi minuman manis dan camilan tinggi gula juga menjadi faktor utama.
2. Jerman
Penduduk Jerman dikenal sangat menyukai dessert dan makanan manis. Rata-rata konsumsi gula di negara ini mencapai 102,9 gram per hari. Hampir 36 persen di antaranya berasal dari makanan penutup seperti kue, cokelat, dan permen, disusul oleh jus buah serta minuman manis lainnya.
3. Belanda
Dengan rata-rata konsumsi 102,5 gram per hari, Belanda menempati urutan ketiga. Camilan manis dan minuman ringan menjadi sumber utama asupan gula masyarakat negeri kincir angin ini.
4. Irlandia
Kebiasaan minum teh manis saat sarapan menjadikan konsumsi gula di Irlandia cukup tinggi. Rata-rata, masyarakat mengonsumsi 96,7 gram gula per hari, yang sebagian besar berasal dari minuman serta kue tradisional khas Irlandia.
5. Australia
Penduduk Australia mengonsumsi rata-rata 95,6 gram gula per hari, jumlah ini lebih dari lima kali lipat batas aman WHO. Minuman bersoda, es krim, dan produk makanan olahan menjadi faktor penyumbang terbesar.
Baca Juga: 10 Negara dengan Penduduk Paling Banyak Tidur di Dunia, Indonesia Termasuk?
6. Belgia
Belgia, yang terkenal dengan cokelat dan wafel, mencatat konsumsi gula sebesar 95 gram per orang per hari. Produk-produk manis khas negara ini memang sangat digemari, baik di dalam negeri maupun mancanegara.
7. Inggris
Masyarakat Inggris memiliki tradisi minum teh dengan tambahan gula serta menikmati camilan manis di sore hari. Rata-rata konsumsi gula mencapai 93,2 gram per hari, menjadikannya salah satu yang tertinggi di Eropa.
8. Meksiko
Meksiko mencatat konsumsi gula harian sebesar 92,5 gram per orang. Gaya hidup masyarakat yang gemar minuman manis dan kuliner bercita rasa manis menjadi faktor dominan. Tradisi kuliner lokal juga berperan besar dalam tingginya angka konsumsi tersebut.
9. Finlandia
Penduduk Finlandia mengonsumsi sekitar 91,5 gram gula per hari, terutama dari makanan penutup dan minuman hangat seperti kopi manis yang menjadi bagian dari budaya mereka.
10. Kanada
Dengan konsumsi 89,1 gram gula per orang per hari, Kanada juga masuk daftar sepuluh besar. Angka ini masih jauh di atas rekomendasi WHO, dan sebagian besar asupan gula berasal dari minuman ringan serta produk makanan cepat saji.
Baca Juga: 10 Negara dengan Hari Libur Nasional Terbanyak di Dunia, Nepal Juaranya
Tren Global Konsumsi Gula
Menurut laporan Outlook OECD-FAO, konsumsi gula global diperkirakan akan terus meningkat sebesar 1,2 persen per tahun hingga mencapai 202 juta ton pada tahun 2034. Negara dengan populasi besar seperti India, Indonesia, Pakistan, dan China diprediksi akan menjadi pendorong utama tren ini.
Risiko Kesehatan Akibat Gula Berlebih
WHO menekankan bahwa sebagian besar negara maju mengonsumsi gula dua hingga tiga kali lipat dari batas aman. Konsumsi gula berlebih dapat memicu berbagai penyakit serius, seperti obesitas, diabetes tipe 2, hingga gangguan jantung.
Dengan semakin meningkatnya pola konsumsi ini, masyarakat dunia diingatkan untuk lebih bijak dalam mengatur asupan harian.
M/G Tasya Rosmalina
(dra)
Lihat Juga :