Rieke Diah Pitaloka Bongkar Kinerja Uya Kuya dan Eko Patrio di DPR
Selasa, 09 September 2025 - 07:00 WIB
loading...
A
A
A
Bagi Rieke, sikap Eko sebagai pimpinan komisi patut diapresiasi karena ia selalu memberi ruang kepada anggota DPR lain untuk berbicara dan menyampaikan pendapat. Bahkan dalam kasus besar yang melibatkan perusahaan besar seperti Pertamina, Eko disebut tidak pernah membatasi anggotanya untuk mengungkap fakta di persidangan.
Baca Juga: Eko Patrio Tunjukkan Deretan Dukungan usai Dinonaktifkan PAN dari DPR RI
"Sebagai pimpinan, termasuk yang memberi ruang kepada kami untuk akhirnya kasus besar itu, termasuk Pertamina, mas Eko tidak pernah membatasi kami bicara dalam persidangan segala macam. Dia memberikan ruang," tandasnya.
Namun di balik penilaian positif Rieke, publik masih dihadapkan pada kontroversi yang melibatkan dua figur tersebut. Pada 1 September 2025, Partai Amanat Nasional (PAN) resmi menonaktifkan Uya Kuya dan Eko Patrio dari keanggotaan DPR RI. Langkah ini diambil setelah video keduanya berjoget dalam Sidang Paripurna MPR pada 15 Agustus 2025 viral di media sosial.
Aksi itu dianggap tidak pantas dan tidak sensitif di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang penuh tantangan. Kejadian tersebut pun memicu gelombang kritik dari berbagai pihak, baik dari kalangan masyarakat umum maupun pengamat politik, sehingga partai mengambil langkah tegas untuk menjaga citra lembaga dan partai.
Baca Juga: Eko Patrio Tunjukkan Deretan Dukungan usai Dinonaktifkan PAN dari DPR RI
"Sebagai pimpinan, termasuk yang memberi ruang kepada kami untuk akhirnya kasus besar itu, termasuk Pertamina, mas Eko tidak pernah membatasi kami bicara dalam persidangan segala macam. Dia memberikan ruang," tandasnya.
Namun di balik penilaian positif Rieke, publik masih dihadapkan pada kontroversi yang melibatkan dua figur tersebut. Pada 1 September 2025, Partai Amanat Nasional (PAN) resmi menonaktifkan Uya Kuya dan Eko Patrio dari keanggotaan DPR RI. Langkah ini diambil setelah video keduanya berjoget dalam Sidang Paripurna MPR pada 15 Agustus 2025 viral di media sosial.
Aksi itu dianggap tidak pantas dan tidak sensitif di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang penuh tantangan. Kejadian tersebut pun memicu gelombang kritik dari berbagai pihak, baik dari kalangan masyarakat umum maupun pengamat politik, sehingga partai mengambil langkah tegas untuk menjaga citra lembaga dan partai.
(dra)
Lihat Juga :