Pandji Pragiwaksono Sindir Menkeu Purbaya soal 17+8 Tuntutan Rakyat: yang Gini-gini Bikin Demo
Selasa, 09 September 2025 - 13:20 WIB
loading...
Komika Pandji Pragiwaksono ikut menanggapi pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa terkait 17+8 Tuntutan Rakyat yang ramai diperbincangkan. Foto/Instagram @whatisupindonesia
A
A
A
JAKARTA - Komika Pandji Pragiwaksono ikut menanggapi pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa terkait 17+8 Tuntutan Rakyat yang tengah ramai diperbincangkan. Melalui unggahan di akun X pribadinya, ia menyampaikan sindiran terhadap ucapan sang menteri yang dinilai meremehkan aspirasi masyarakat.
Komentar Pandji Pragiwaksono langsung menyita perhatian warganet dan memicu diskusi panjang di media sosial. Ia menuliskan kalimat singkat namun sarat makna yang dianggap mewakili keresahan sebagian masyarakat yang menilai bahwa suara rakyat seharusnya tidak bisa disepelekan, sekalipun berasal dari kelompok kecil.
"Yang gini-gini nih yang bikin orang demo," tulis Pandji dikutip dari X @pandji, Selasa (9/9/2025).
Sebelumnya, Purbaya menyampaikan pandangan terkait 17+8 Tuntutan Rakyat yang menjadi bahan aksi unjuk rasa. Menurutnya, tuntutan itu hanya mewakili sebagian kecil suara masyarakat.
Baca Juga: Menkeu Purbaya: 17+8 Tuntutan Rakyat Otomatis Hilang, Saat Saya Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 6-7%
![Pandji Pragiwaksono Sindir Menkeu Purbaya soal 17+8 Tuntutan Rakyat: yang Gini-gini Bikin Demo]()
Foto/X @pandji
Ia bahkan menegaskan, apabila pemerintah mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi di kisaran enam hingga tujuh persen, maka protes serupa akan otomatis berkurang.
"Saya belum mempelajari itu (17+8 Tuntutan Rakyat), tapi basically begini, itu kan suara sebagian kecil rakyat kita. Kenapa, mungkin sebagian ngerasa keganggu, hidupnya masih kurang ya," jelas Purbaya di kantor Kemenkeu, Jakarta pada Senin, 8 September 2025.
"Once saya ciptakan pertumbuhan ekonomi enam persen, tujuh persen, itu akan hilang dengan otomatis. Mereka akan sibuk cari kerja dan makan enak dibandingkan mendemo," tambahnya.
Pernyataan Menkeu dan respons Pandji menimbulkan perdebatan di kalangan warganet. Sebagian netizen membela Purbaya dengan alasan bahwa unjuk rasa memang tidak mewakili mayoritas rakyat.
Baca Juga: Tak Masuk Daftar Artis Terancam Nganggur Pascademo Kawal Putusan MK, Pandji Pragiwaksono Gelar Syukuran
Mereka menilai fokus pemerintah pada pertumbuhan ekonomi lebih penting ketimbang menanggapi setiap aksi demonstrasi. Namun, tak sedikit pula yang menilai komentar sang menteri justru kontraproduktif.
Warganet menyebut ucapan itu terkesan merendahkan perjuangan masyarakat yang menyuarakan aspirasi di jalanan. Bahkan ada yang membalikkan narasi dengan menyindir bahwa pejabat juga hanya mewakili sebagian kalangan, dan sering kali lebih sibuk memikirkan cara menjaga kepentingan kelompok mereka.
"Kemarin pada ributin ibu Sri sang tukang hutang dan penagih pajak, dikasih pengganti, pada berisik lagi. Benar juga 17+8 itu sebagian kecil rakyat. Gw aja nggak peduli. Orang di desa juga nggak peduli. Nggak ada yang salah dari omongan itu," tulis warganet.
"'Itu kan suara sebagian pejabat, kenapa karena mungkin ngerasa keganggu, hidupnya masih kurang. Otomatis mereka tidak akan mendengarkan suara rakyat, mereka akan sibuk cari cara balik modal dan makan enak'. Kalau dibalik begini bagai mana pak?" kata warganet.
Baca Juga: Sule Ngaku Ditawari Jadi Wakil Wali Kota oleh Raffi Ahmad, Pandji Pragiwaksono: Dia Baru Ngebuka Sesuatu
"Statement yang tidak pro rakyat, bahkan cenderung memancing emosi. Seberapa banyak pun yang demo itu sudah mewakili seluruh rakyat," komentar warganet.
Komentar Pandji Pragiwaksono langsung menyita perhatian warganet dan memicu diskusi panjang di media sosial. Ia menuliskan kalimat singkat namun sarat makna yang dianggap mewakili keresahan sebagian masyarakat yang menilai bahwa suara rakyat seharusnya tidak bisa disepelekan, sekalipun berasal dari kelompok kecil.
"Yang gini-gini nih yang bikin orang demo," tulis Pandji dikutip dari X @pandji, Selasa (9/9/2025).
Sebelumnya, Purbaya menyampaikan pandangan terkait 17+8 Tuntutan Rakyat yang menjadi bahan aksi unjuk rasa. Menurutnya, tuntutan itu hanya mewakili sebagian kecil suara masyarakat.
Baca Juga: Menkeu Purbaya: 17+8 Tuntutan Rakyat Otomatis Hilang, Saat Saya Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 6-7%

Foto/X @pandji
Ia bahkan menegaskan, apabila pemerintah mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi di kisaran enam hingga tujuh persen, maka protes serupa akan otomatis berkurang.
"Saya belum mempelajari itu (17+8 Tuntutan Rakyat), tapi basically begini, itu kan suara sebagian kecil rakyat kita. Kenapa, mungkin sebagian ngerasa keganggu, hidupnya masih kurang ya," jelas Purbaya di kantor Kemenkeu, Jakarta pada Senin, 8 September 2025.
"Once saya ciptakan pertumbuhan ekonomi enam persen, tujuh persen, itu akan hilang dengan otomatis. Mereka akan sibuk cari kerja dan makan enak dibandingkan mendemo," tambahnya.
Pernyataan Menkeu dan respons Pandji menimbulkan perdebatan di kalangan warganet. Sebagian netizen membela Purbaya dengan alasan bahwa unjuk rasa memang tidak mewakili mayoritas rakyat.
Baca Juga: Tak Masuk Daftar Artis Terancam Nganggur Pascademo Kawal Putusan MK, Pandji Pragiwaksono Gelar Syukuran
Mereka menilai fokus pemerintah pada pertumbuhan ekonomi lebih penting ketimbang menanggapi setiap aksi demonstrasi. Namun, tak sedikit pula yang menilai komentar sang menteri justru kontraproduktif.
Warganet menyebut ucapan itu terkesan merendahkan perjuangan masyarakat yang menyuarakan aspirasi di jalanan. Bahkan ada yang membalikkan narasi dengan menyindir bahwa pejabat juga hanya mewakili sebagian kalangan, dan sering kali lebih sibuk memikirkan cara menjaga kepentingan kelompok mereka.
"Kemarin pada ributin ibu Sri sang tukang hutang dan penagih pajak, dikasih pengganti, pada berisik lagi. Benar juga 17+8 itu sebagian kecil rakyat. Gw aja nggak peduli. Orang di desa juga nggak peduli. Nggak ada yang salah dari omongan itu," tulis warganet.
"'Itu kan suara sebagian pejabat, kenapa karena mungkin ngerasa keganggu, hidupnya masih kurang. Otomatis mereka tidak akan mendengarkan suara rakyat, mereka akan sibuk cari cara balik modal dan makan enak'. Kalau dibalik begini bagai mana pak?" kata warganet.
Baca Juga: Sule Ngaku Ditawari Jadi Wakil Wali Kota oleh Raffi Ahmad, Pandji Pragiwaksono: Dia Baru Ngebuka Sesuatu
"Statement yang tidak pro rakyat, bahkan cenderung memancing emosi. Seberapa banyak pun yang demo itu sudah mewakili seluruh rakyat," komentar warganet.
(dra)
Lihat Juga :