Osteoporosis Mengintai Perempuan, Aktif Bergerak dan Penuhi Nutrisi Tulang
Rabu, 10 September 2025 - 19:59 WIB
loading...
Fakta menunjukkan, 2 dari 5 penduduk Indonesia berisiko mengalami osteoporosis. Foto/Anlene.
A
A
A
JAKARTA - Menyambut Hari Olahraga Nasional yang jatuh setiap 9 September, masyarakat Indonesia diajak kembali mengingat pentingnya menjaga tubuh tetap aktif setiap hari.
Bukan hanya demi kebugaran, olahraga juga terbukti berperan penting dalam mencegah penyakit degeneratif, termasuk osteoporosis yang diam-diam mengintai banyak orang.
Fakta menunjukkan, 2 dari 5 penduduk Indonesia berisiko mengalami osteoporosis . Pada laki-laki, sekitar 1 dari 5 berisiko terkena osteoporosis.
Baca juga: Hari Lanjut Usia Nasional, Perosi: 75% Lansia Indonesia Berisiko Osteoporosis
Namun pada perempuan, angkanya jauh lebih tinggi: 1 dari 3 wanita berusia 50 tahun ke atas diperkirakan menderita osteoporosis2, terutama akibat menurunnya kadar hormon estrogen setelah menopause, massa tulang yang lebih kecil dibanding pria, serta faktor kehamilan dan menyusui.
Kondisi ini sering disebut sebagai silent disease karena pada tahap awal hampir tidak bergejala, namun berisiko berujung pada patah tulang yang dapat mengancam kualitas bahkan keselamatan hidup.
Dr. dr. Tirza Z. Tamin, Sp.KFR, M.S(K), FIPM(USG), Ketua Umum Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI) menjelaskan, perempuan memang lebih rentan terkena osteoporosis, terutama setelah menopause akibat menurunnya kadar estrogen yang penting dalam metabolisme tulang.
"Pencegahan sebaiknya dilakukan sejak dini dengan gaya hidup aktif, seperti berjalan 10.000 langkah setiap hari dan tentunya olahraga rutin. Aktivitas sederhana ini dapat membantu menjaga kepadatan tulang, sendi, dan otot, sekaligus mengurangi risiko patah tulang di kemudian hari,” kata dokter Tirza.
Studi menunjukkan bahwa wanita menopause yang tidak rutin berolahraga memiliki risiko osteoporosis 4,67 kali lebih besar dibandingkan mereka yang teratur berolahraga .
Secara biologis, lanjut dia, olahraga teratur memberi tekanan alami pada tulang sehingga merangsang tubuh untuk menyimpan lebih banyak kalsium, meningkatkan kepadatan tulang, dan mengaktifkan sel pembentuk tulang baru.
"Proses ini membuat tulang lebih kuat, sementara otot dan sendi pun tetap terjaga fungsinya. Karena itu, aktivitas sederhana seperti jalan 10.000 langkah bukan hanya melatih stamina, tetapi juga bekerja langsung memperkuat struktur tulang," jelas dokter.
Berdasarkan jurnal kesehatan ilmiah internasional, dikemukakan bahwa jumlah langkah harian berbanding lurus dengan manfaat kesehatan.
Dibandingkan dengan kelompok yang paling sedikit berjalan, yaitu rata-rata 3.553 langkah per hari, mereka yang mencapai rata-rata 10.901 langkah per hari memiliki risiko kematian dini 40% hingga 53% lebih rendah dalam kurun waktu tujuh tahun .
Jalan 10.000 langkah atau melakukan aktivitas fisik secara rutin juga melatih tulang, otot, dan pembuluh darah agar tetap berfungsi optimal.
Selain itu, semakin banyak bergerak berarti semakin sedikit waktu duduk, yang terbukti berkaitan dengan berkurangnya risiko kekakuan sendi, gangguan metabolisme, hingga penurunan harapan hidup.
Dengan kata lain, langkah kecil yang konsisten setiap hari dapat memberi dampak besar bagi kesehatan jangka panjang.
Yauwanan Wigneswaran, Presiden Direktur Fonterra Brands Indonesia mengatakan, selama lebih dari 20 tahun, pihaknya konsisten mengajak masyarakat Indonesia untuk aktif bergerak dan menjaga kesehatan tulang, sendi, serta otot.
"Melalui kampanye OsteoWalk 10.000 Langkah, yang telah lama kami gaungkan, Anlene ingin terus mendorong masyarakat menjadikan 10.000 langkah sebagai kebiasaan harian yang sederhana, mudah dilakukan, dan bermanfaat besar. Di momen Hari Olahraga Nasional ini, kami kembali mengingatkan pentingnya bergerak aktif dan melengkapi gaya hidup sehat dengan dua gelas Anlene setiap hari,” ujarnya.
Haryadi Raharjo, Scientific & Nutrition Manager, Fonterra Brands Indonesia menambahkan, selain aktif bergerak, pola makan sehat dan asupan nutrisi lengkap juga menjadi faktor kunci.
Kepadatan tulang, lanjut dia, mencapai puncaknya pada usia 20-30 tahun, kemudian bertahan hingga 10 tahun berikutnya, sehingga pemenuhan nutrisi seperti kalsium dan vitamin D sangat penting di fase ini.
Setelah usia 40 tahun, kepadatan tulang memang menurun secara alami, tetapi dengan nutrisi yang tepat prosesnya bisa diperlambat . Orang dengan kepadatan tulang tinggi terbukti memiliki risiko lebih rendah terkena osteoporosis dan patah tulang.
"Karena itu penting selalu mengupayakan menjaga kesehatan, tulang, sendi dan otot agar tetap aktif bergerak di masa lansia. Itulah sebabnya Anlene hadir dengan rangkaian produk yang mendukung kebutuhan dari usia dewasa muda hingga lanjut usia,” tandanya.
Menurut dia, asupan nutrisi seperti susu Anlene sangat penting. Sebab susu ini diformulasikan dengan tiga manfaat utama yaitu menjaga kekuatan tulang berkat kandungan kalsium tinggi, mendukung sendi tetap fleksibel melalui kolagen, serta membantu mempertahankan massa otot dengan protein berkualitas tinggi dari susu sapi New Zealand.
"Dengan langkah kecil yang konsisten, osteoporosis bisa dicegah sejak dini. Mari mulai dari sekarang bergerak aktif, penuhi nutrisi tulang, dan jadikan 10.000 langkah sehari untuk hidup lebih sehat, kuat, dan bebas bergerak di setiap tahap usia," tutupnya.
Bukan hanya demi kebugaran, olahraga juga terbukti berperan penting dalam mencegah penyakit degeneratif, termasuk osteoporosis yang diam-diam mengintai banyak orang.
Fakta menunjukkan, 2 dari 5 penduduk Indonesia berisiko mengalami osteoporosis . Pada laki-laki, sekitar 1 dari 5 berisiko terkena osteoporosis.
Baca juga: Hari Lanjut Usia Nasional, Perosi: 75% Lansia Indonesia Berisiko Osteoporosis
Namun pada perempuan, angkanya jauh lebih tinggi: 1 dari 3 wanita berusia 50 tahun ke atas diperkirakan menderita osteoporosis2, terutama akibat menurunnya kadar hormon estrogen setelah menopause, massa tulang yang lebih kecil dibanding pria, serta faktor kehamilan dan menyusui.
Kondisi ini sering disebut sebagai silent disease karena pada tahap awal hampir tidak bergejala, namun berisiko berujung pada patah tulang yang dapat mengancam kualitas bahkan keselamatan hidup.
Dr. dr. Tirza Z. Tamin, Sp.KFR, M.S(K), FIPM(USG), Ketua Umum Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI) menjelaskan, perempuan memang lebih rentan terkena osteoporosis, terutama setelah menopause akibat menurunnya kadar estrogen yang penting dalam metabolisme tulang.
"Pencegahan sebaiknya dilakukan sejak dini dengan gaya hidup aktif, seperti berjalan 10.000 langkah setiap hari dan tentunya olahraga rutin. Aktivitas sederhana ini dapat membantu menjaga kepadatan tulang, sendi, dan otot, sekaligus mengurangi risiko patah tulang di kemudian hari,” kata dokter Tirza.
Studi menunjukkan bahwa wanita menopause yang tidak rutin berolahraga memiliki risiko osteoporosis 4,67 kali lebih besar dibandingkan mereka yang teratur berolahraga .
Secara biologis, lanjut dia, olahraga teratur memberi tekanan alami pada tulang sehingga merangsang tubuh untuk menyimpan lebih banyak kalsium, meningkatkan kepadatan tulang, dan mengaktifkan sel pembentuk tulang baru.
"Proses ini membuat tulang lebih kuat, sementara otot dan sendi pun tetap terjaga fungsinya. Karena itu, aktivitas sederhana seperti jalan 10.000 langkah bukan hanya melatih stamina, tetapi juga bekerja langsung memperkuat struktur tulang," jelas dokter.
Berdasarkan jurnal kesehatan ilmiah internasional, dikemukakan bahwa jumlah langkah harian berbanding lurus dengan manfaat kesehatan.
Dibandingkan dengan kelompok yang paling sedikit berjalan, yaitu rata-rata 3.553 langkah per hari, mereka yang mencapai rata-rata 10.901 langkah per hari memiliki risiko kematian dini 40% hingga 53% lebih rendah dalam kurun waktu tujuh tahun .
Jalan 10.000 langkah atau melakukan aktivitas fisik secara rutin juga melatih tulang, otot, dan pembuluh darah agar tetap berfungsi optimal.
Selain itu, semakin banyak bergerak berarti semakin sedikit waktu duduk, yang terbukti berkaitan dengan berkurangnya risiko kekakuan sendi, gangguan metabolisme, hingga penurunan harapan hidup.
Dengan kata lain, langkah kecil yang konsisten setiap hari dapat memberi dampak besar bagi kesehatan jangka panjang.
Yauwanan Wigneswaran, Presiden Direktur Fonterra Brands Indonesia mengatakan, selama lebih dari 20 tahun, pihaknya konsisten mengajak masyarakat Indonesia untuk aktif bergerak dan menjaga kesehatan tulang, sendi, serta otot.
"Melalui kampanye OsteoWalk 10.000 Langkah, yang telah lama kami gaungkan, Anlene ingin terus mendorong masyarakat menjadikan 10.000 langkah sebagai kebiasaan harian yang sederhana, mudah dilakukan, dan bermanfaat besar. Di momen Hari Olahraga Nasional ini, kami kembali mengingatkan pentingnya bergerak aktif dan melengkapi gaya hidup sehat dengan dua gelas Anlene setiap hari,” ujarnya.
Haryadi Raharjo, Scientific & Nutrition Manager, Fonterra Brands Indonesia menambahkan, selain aktif bergerak, pola makan sehat dan asupan nutrisi lengkap juga menjadi faktor kunci.
Kepadatan tulang, lanjut dia, mencapai puncaknya pada usia 20-30 tahun, kemudian bertahan hingga 10 tahun berikutnya, sehingga pemenuhan nutrisi seperti kalsium dan vitamin D sangat penting di fase ini.
Setelah usia 40 tahun, kepadatan tulang memang menurun secara alami, tetapi dengan nutrisi yang tepat prosesnya bisa diperlambat . Orang dengan kepadatan tulang tinggi terbukti memiliki risiko lebih rendah terkena osteoporosis dan patah tulang.
"Karena itu penting selalu mengupayakan menjaga kesehatan, tulang, sendi dan otot agar tetap aktif bergerak di masa lansia. Itulah sebabnya Anlene hadir dengan rangkaian produk yang mendukung kebutuhan dari usia dewasa muda hingga lanjut usia,” tandanya.
Menurut dia, asupan nutrisi seperti susu Anlene sangat penting. Sebab susu ini diformulasikan dengan tiga manfaat utama yaitu menjaga kekuatan tulang berkat kandungan kalsium tinggi, mendukung sendi tetap fleksibel melalui kolagen, serta membantu mempertahankan massa otot dengan protein berkualitas tinggi dari susu sapi New Zealand.
"Dengan langkah kecil yang konsisten, osteoporosis bisa dicegah sejak dini. Mari mulai dari sekarang bergerak aktif, penuhi nutrisi tulang, dan jadikan 10.000 langkah sehari untuk hidup lebih sehat, kuat, dan bebas bergerak di setiap tahap usia," tutupnya.
(nnz)
Lihat Juga :