Wanda Hamidah dan Ratusan Aktivis Tidur di Pelabuhan Tunisia, Misi ke Gaza Tertunda
Jum'at, 12 September 2025 - 08:20 WIB
loading...
Artis Wanda Hamidah bersama ratusan aktivis kemanusiaan dari berbagai negara harus rela tidur di pelabuhan Tunisia setelah keberangkatan menuju Gaza tertunda. Foto/Instagram @wandahamidahbsa
A
A
A
TUNISIA - Artis Wanda Hamidah bersama ratusan aktivis kemanusiaan dari berbagai negara harus rela tidur di pelabuhan Tunisia setelah rencana keberangkatan mereka menuju Gaza tertunda. Hal ini akibat teror drone yang diduga berasal dari Israel dan Amerika Serikat.
Kondisi ini membuat para relawan International Global Sumud Flotilla, termasuk Wanda Hamidah yang merupakan salah satu perwakilan dari Indonesia, tetap bertahan di daratan meski sudah hampir satu minggu menunggu kepastian keberangkatan kapal.
Meski menghadapi tekanan dan ancaman serius, para aktivis dan Wanda menegaskan tetap sabar menjalankan misi kemanusiaan untuk warga Palestina. Mereka berkomitmen menanti berapa pun lamanya hingga kapal benar-benar bisa berlayar menembus blokade Israel demi menunjukkan solidaritas dunia untuk Gaza.
![Wanda Hamidah dan Ratusan Aktivis Tidur di Pelabuhan Tunisia, Misi ke Gaza Tertunda]()
Foto/Instagram @wandahamidahbsa
Baca Juga: Sambut 2023, Wanda Hamidah Ingin Lebih Dekat dengan Allah
Keberangkatan misi kemanusiaan International Global Sumud Flotilla yang diikuti oleh Wanda Hamidah awalnya dijadwalkan sejak beberapa hari lalu. Namun, hingga kini perjalanan belum bisa dilakukan akibat serangkaian insiden yang mengganggu jalannya persiapan.
Ratusan aktivis kemanusiaan dari seluruh dunia yang sudah berkumpul di Tunisia harus menunda langkah mereka untuk menembus blokade Israel ke Gaza.
"Assalamualaikum. Saya Wanda Hamidah melaporkan dari port di Tunisia. Seperti teman-teman lihat, sejatinya kami berangkat atau berlayar pada sore hari ini," kata Wanda dikutip dari Instagram @wandahamidahbsa, Jumat (12/9/2025).
Artis sekaligus mantan anggota DPR itu mengungkapkan bahwa dalam dua hari berturut-turut, kapal-kapal yang berada di pelabuhan Tunisia mendapatkan serangan drone. Menurutnya, serangan tersebut diduga dilakukan oleh Israel dengan dukungan Amerika, yang dianggap sebagai bentuk tekanan agar misi kemanusiaan ke Gaza gagal terlaksana.
"Tapi karena satu dan lain hal, teman-teman tahu bahwa dua hari berturut-turut, kami, kapal-kapal di pelabuhan ini dijatuhi drone yang kami yakini dari Amerika dan zionis Israel," jelasnya.
"Ada beberapa kendala yang tidak bisa diperincikan, tapi kami memahami sekali perkembangan yang sedang terjadi. Pasti banyak tekanan dari Amerika dan juga dari zionis Israel yang berusaha menghambat keberangkatan kami," tambahnya.
Baca Juga: Tersandung Kasus Pencemaran Nama Baik, Wanda Hamidah: Kalau Salah Saya Minta Maaf
Hampir satu minggu tertahan di Tunisia, para aktivis internasional termasuk mantan istri Chico Hakim itu tetap bersabar menunggu waktu keberangkatan. Kondisi serba terbatas membuat sebagian besar relawan memilih tidur di sekitar pelabuhan demi menjaga stamina dan kesiapan jika kapal sewaktu-waktu diizinkan berlayar.
"Walaupun keberangkatan ini sudah lewat lebih dari beberapa hari, hampir satu minggu, Alhamdulillah ratusan aktivis kemanusiaan dari seluruh dunia tetap sabar menanti dan kemungkinan malam ini akan banyak aktivis kemanusiaan yang memilih tidur di pelabuhan," ujarnya.
"Aktivis kemanusiaan dari Indonesia, International Global Sumud Flotilla, kami memilih untuk tidur di luar pelabuhan untuk menjaga tenaga dan energi kami supaya kami siap berlayar," sambungnya.
Meski belum ada kepastian kapan kapal akan berangkat, artis 47 tahun itu menegaskan dirinya dan para relawan tidak akan menyerah. Mereka berkomitmen untuk tetap menunggu, berapa pun lama waktunya, hingga misi kemanusiaan benar-benar dapat dijalankan.
"Kapan kami berlayar? Wallahualam Bissawab. Tapi kami berharap satu atau dua hari lagi. Lagi-lagi kesabaran kami di daratan diuji," ucapnya.
"Mudah-mudahan Insya Allah kalau Palestina, rakyat Palestina, rakyat Gaza bisa sabar dengan genosida yang terjadi pada hari ini, hari demi hari, kami juga akan istikamah untuk bersabar bersama rakyat Gaza dan Palestina. Kami akan menunggu sampai kapan pun kapal siap berlayar," tandasnya.
Baca Juga: Wanda Hamidah Disebut Kesulitan Jawab Pertanyaan terkait Kasus Sengketa Rumah saat Mediasi
Misi ini bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan simbol solidaritas dunia terhadap rakyat Palestina yang terus hidup dalam blokade Israel. Artis kelahiran 21 September 1977 itu menjadi salah satu perwakilan Indonesia yang ikut bergabung dalam kegiatan tersebut untuk membawa pesan kemanusiaan dan dukungan moral bagi Gaza.
Keberangkatan yang tertunda akibat teror dan tekanan politik tidak membuat semangat mereka surut. Sebaliknya, hal ini menjadi bukti keteguhan hati para relawan internasional yang siap berkorban demi menegakkan keadilan dan kemanusiaan.
Kondisi ini membuat para relawan International Global Sumud Flotilla, termasuk Wanda Hamidah yang merupakan salah satu perwakilan dari Indonesia, tetap bertahan di daratan meski sudah hampir satu minggu menunggu kepastian keberangkatan kapal.
Meski menghadapi tekanan dan ancaman serius, para aktivis dan Wanda menegaskan tetap sabar menjalankan misi kemanusiaan untuk warga Palestina. Mereka berkomitmen menanti berapa pun lamanya hingga kapal benar-benar bisa berlayar menembus blokade Israel demi menunjukkan solidaritas dunia untuk Gaza.

Foto/Instagram @wandahamidahbsa
Baca Juga: Sambut 2023, Wanda Hamidah Ingin Lebih Dekat dengan Allah
Rencana Misi Kemanusiaan ke Gaza Tertunda
Keberangkatan misi kemanusiaan International Global Sumud Flotilla yang diikuti oleh Wanda Hamidah awalnya dijadwalkan sejak beberapa hari lalu. Namun, hingga kini perjalanan belum bisa dilakukan akibat serangkaian insiden yang mengganggu jalannya persiapan.
Ratusan aktivis kemanusiaan dari seluruh dunia yang sudah berkumpul di Tunisia harus menunda langkah mereka untuk menembus blokade Israel ke Gaza.
"Assalamualaikum. Saya Wanda Hamidah melaporkan dari port di Tunisia. Seperti teman-teman lihat, sejatinya kami berangkat atau berlayar pada sore hari ini," kata Wanda dikutip dari Instagram @wandahamidahbsa, Jumat (12/9/2025).
Dugaan Teror Drone Israel dan Amerika
Artis sekaligus mantan anggota DPR itu mengungkapkan bahwa dalam dua hari berturut-turut, kapal-kapal yang berada di pelabuhan Tunisia mendapatkan serangan drone. Menurutnya, serangan tersebut diduga dilakukan oleh Israel dengan dukungan Amerika, yang dianggap sebagai bentuk tekanan agar misi kemanusiaan ke Gaza gagal terlaksana.
"Tapi karena satu dan lain hal, teman-teman tahu bahwa dua hari berturut-turut, kami, kapal-kapal di pelabuhan ini dijatuhi drone yang kami yakini dari Amerika dan zionis Israel," jelasnya.
"Ada beberapa kendala yang tidak bisa diperincikan, tapi kami memahami sekali perkembangan yang sedang terjadi. Pasti banyak tekanan dari Amerika dan juga dari zionis Israel yang berusaha menghambat keberangkatan kami," tambahnya.
Baca Juga: Tersandung Kasus Pencemaran Nama Baik, Wanda Hamidah: Kalau Salah Saya Minta Maaf
Aktivis Bertahan dengan Tidur di Pelabuhan
Hampir satu minggu tertahan di Tunisia, para aktivis internasional termasuk mantan istri Chico Hakim itu tetap bersabar menunggu waktu keberangkatan. Kondisi serba terbatas membuat sebagian besar relawan memilih tidur di sekitar pelabuhan demi menjaga stamina dan kesiapan jika kapal sewaktu-waktu diizinkan berlayar.
"Walaupun keberangkatan ini sudah lewat lebih dari beberapa hari, hampir satu minggu, Alhamdulillah ratusan aktivis kemanusiaan dari seluruh dunia tetap sabar menanti dan kemungkinan malam ini akan banyak aktivis kemanusiaan yang memilih tidur di pelabuhan," ujarnya.
"Aktivis kemanusiaan dari Indonesia, International Global Sumud Flotilla, kami memilih untuk tidur di luar pelabuhan untuk menjaga tenaga dan energi kami supaya kami siap berlayar," sambungnya.
Harapan Tetap Bisa Segera Berlayar
Meski belum ada kepastian kapan kapal akan berangkat, artis 47 tahun itu menegaskan dirinya dan para relawan tidak akan menyerah. Mereka berkomitmen untuk tetap menunggu, berapa pun lama waktunya, hingga misi kemanusiaan benar-benar dapat dijalankan.
"Kapan kami berlayar? Wallahualam Bissawab. Tapi kami berharap satu atau dua hari lagi. Lagi-lagi kesabaran kami di daratan diuji," ucapnya.
"Mudah-mudahan Insya Allah kalau Palestina, rakyat Palestina, rakyat Gaza bisa sabar dengan genosida yang terjadi pada hari ini, hari demi hari, kami juga akan istikamah untuk bersabar bersama rakyat Gaza dan Palestina. Kami akan menunggu sampai kapan pun kapal siap berlayar," tandasnya.
Baca Juga: Wanda Hamidah Disebut Kesulitan Jawab Pertanyaan terkait Kasus Sengketa Rumah saat Mediasi
Misi Solidaritas untuk Palestina
Misi ini bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan simbol solidaritas dunia terhadap rakyat Palestina yang terus hidup dalam blokade Israel. Artis kelahiran 21 September 1977 itu menjadi salah satu perwakilan Indonesia yang ikut bergabung dalam kegiatan tersebut untuk membawa pesan kemanusiaan dan dukungan moral bagi Gaza.
Keberangkatan yang tertunda akibat teror dan tekanan politik tidak membuat semangat mereka surut. Sebaliknya, hal ini menjadi bukti keteguhan hati para relawan internasional yang siap berkorban demi menegakkan keadilan dan kemanusiaan.
(dra)
Lihat Juga :