Alasan Wanda Hamidah Nekat Berlayar ke Gaza: Saya Tidak Bisa Melihat Orang Palestina Dibunuh
Jum'at, 19 September 2025 - 07:00 WIB
loading...
A
A
A
"Jadi di sini saya bahagia dan sehat berlayar ke Gaza. Semoga Allah menundukkan lautan, angin, matahari, bintang, bulan dalam pelayaran ini dan memudahkan perjalanan kami," ucapnya.
"Semoga Allah melindungi kami seperti Allah melindungi Nabi Musa AS dari pasukan Fir'aun. Semoga Allah memberikan keteguhan dan ketenangan dalam hati kami. Sejatinya tiada kekuatan, daya dan upaya kami melainkan dari Mu ya Allah, hanya dari Mu ya Allah," tandasnya.
Ibu empat anak itu resmi bertolak menuju Gaza pada 16 September 2025 menggunakan kapal terakhir bernama Kaiser dari Pelabuhan Sidi Bou Said, Tunisia. Ia berangkat bersama aktivis dari Aljazair dan Tunisia setelah menunggu lebih dari dua minggu akibat sulitnya persiapan logistik dan ancaman keamanan dari Israel.
Meski banyak relawan dari berbagai negara memilih mundur karena khawatir dengan risiko tinggi perjalanan, ia tetap gigih bertahan hingga akhirnya dapat berangkat. Keputusan ini menunjukkan komitmen pribadinya untuk membela hak-hak rakyat Palestina, meski harus menghadapi ancaman besar di tengah lautan.
Baca Juga: Ini Alasan Wanda Hamidah Jadi Satu-satunya Wakil Indonesia yang Berlayar ke Gaza
Kehadiran Wanda dalam misi Global Sumud Flotilla bukan hanya sebagai aktivis kemanusiaan, melainkan juga representasi Indonesia di panggung internasional. Ia menjadi satu-satunya wakil dari Indonesia sekaligus perempuan dalam rombongan tersebut.
Keikutsertaannya bertujuan untuk menembus blokade Israel serta menyalurkan bantuan kemanusiaan langsung ke Gaza. Wanda menegaskan bahwa perjuangan ini adalah bentuk nyata solidaritas internasional, sekaligus suara yang menolak kebungkaman dunia atas tragedi kemanusiaan yang terus terjadi.
"Semoga Allah melindungi kami seperti Allah melindungi Nabi Musa AS dari pasukan Fir'aun. Semoga Allah memberikan keteguhan dan ketenangan dalam hati kami. Sejatinya tiada kekuatan, daya dan upaya kami melainkan dari Mu ya Allah, hanya dari Mu ya Allah," tandasnya.
Ibu empat anak itu resmi bertolak menuju Gaza pada 16 September 2025 menggunakan kapal terakhir bernama Kaiser dari Pelabuhan Sidi Bou Said, Tunisia. Ia berangkat bersama aktivis dari Aljazair dan Tunisia setelah menunggu lebih dari dua minggu akibat sulitnya persiapan logistik dan ancaman keamanan dari Israel.
Meski banyak relawan dari berbagai negara memilih mundur karena khawatir dengan risiko tinggi perjalanan, ia tetap gigih bertahan hingga akhirnya dapat berangkat. Keputusan ini menunjukkan komitmen pribadinya untuk membela hak-hak rakyat Palestina, meski harus menghadapi ancaman besar di tengah lautan.
Baca Juga: Ini Alasan Wanda Hamidah Jadi Satu-satunya Wakil Indonesia yang Berlayar ke Gaza
Misi Global Sumud Flotilla
Kehadiran Wanda dalam misi Global Sumud Flotilla bukan hanya sebagai aktivis kemanusiaan, melainkan juga representasi Indonesia di panggung internasional. Ia menjadi satu-satunya wakil dari Indonesia sekaligus perempuan dalam rombongan tersebut.
Keikutsertaannya bertujuan untuk menembus blokade Israel serta menyalurkan bantuan kemanusiaan langsung ke Gaza. Wanda menegaskan bahwa perjuangan ini adalah bentuk nyata solidaritas internasional, sekaligus suara yang menolak kebungkaman dunia atas tragedi kemanusiaan yang terus terjadi.
(dra)
Lihat Juga :