Alasan Wanda Hamidah Nekat Berlayar ke Gaza: Saya Tidak Bisa Melihat Orang Palestina Dibunuh
Jum'at, 19 September 2025 - 07:00 WIB
loading...
A
A
A
Menolak Normalisasi Genosida
Artis sekaligus mantan anggota DPR ini juga menyoroti sikap sebagian pihak yang seolah mengabaikan tragedi kemanusiaan di Palestina. Menurutnya, membiarkan kekejaman terus berlangsung sama saja dengan menormalkan kejahatan perang yang dilakukan oleh zionis.
"Dan jika kita tidak melakukan apa pun tentang genosida yang terjadi setiap hari di depan mata kita, saya merasa seperti kita menormalkan pembunuhan brutal ini. Pembunuhan keji, kejahatan kemanusiaan yang tak terbayangkan oleh zionis," ujarnya.
"Ketika kita mulai menormalkan zionis, perilaku monster itu. Saya merasa seperti sampah. Saya merasa tidak berguna. Saya merasa tidak memiliki arti dalam hidup lagi," sambungnya.

Foto/Instagram @wandahamidahbsa
Baca Juga: Begini Kondisi Terkini Wanda Hamidah, Satu-satunya Wakil Indonesia dan Perempuan yang Berlayar ke Gaza
Hidup Tidak Lagi Normal
Artis 47 tahun itu mengungkapkan bahwa hidupnya tidak lagi bisa dianggap normal jika genosida yang terjadi di Gaza terus dibiarkan tanpa perlawanan. Ia menegaskan bahwa tragedi kemanusiaan tidak boleh dipandang sebagai rutinitas biasa, apalagi hanya menjadi tontonan pasif di tengah kehidupan sehari-hari.
"Hidup saya tidak bisa normal lagi. Anda tidak bisa menjadikan genosida sebagai 'bisnis seperti biasa' seperti Anda menonton genosida, Anda makan, menonton, Anda tidur, menonton, Anda arisan, menonton, Anda bermain padel. Anda tidak bisa," ungkapnya.
Doa dan Harapan di Tengah Perjalanan
Di tengah perjalanannya berlayar menuju Gaza, bintang film Rumah Iblis itu menyampaikan doa agar pelayaran yang ia tempuh bersama ratusan aktivis dunia mendapat perlindungan dan kemudahan dari Tuhan. Ia menegaskan bahwa misi ini bukan hanya perjuangan manusia, tetapi juga bagian dari keimanan dan keteguhan hati.
Lihat Juga :