Fahmi Bo Idap Diabetes dan Asam Urat, Tubuhnya Makin Kurus hingga Tak Bisa Jalan
Rabu, 24 September 2025 - 09:00 WIB
loading...
Artis Fahmi Bo tengah menghadapi kondisi kesehatan yang sangat memprihatinkan. Ia diketahui menderita diabetes, asam urat, hingga pengapuran tulang. Foto/YouTube Intens Investigasi
A
A
A
JAKARTA - Artis Fahmi Bo tengah menghadapi kondisi kesehatan yang sangat memprihatinkan. Ia diketahui menderita diabetes, asam urat, hingga pengapuran tulang yang membuat tubuhnya semakin lemah.
Penyakit kronis yang dideritanya telah merenggut kualitas hidup Fahmi Bo . Bahkan membuat tubuhnya semakin kurus dan kehilangan kemampuan untuk berjalan.
Sejak dua tahun terakhir, Fahmi mengaku tidak lagi bisa berdiri tegak. Awalnya, ia masih berusaha beraktivitas dengan bantuan tongkat, namun kondisi kakinya yang rapuh membuatnya sering jatuh.
Kini, untuk berpindah tempat ia hanya bisa dituntun atau bahkan merangkak. Sementara aktivitas sehari-harinya dijalani dengan penuh keterbatasan.
"Gara-gara itu nggak jalan lagi, kalau ke kamar mandi harus dituntun, kalau enggak bisa juga merangkak ke kamar mandi," kata Fahmi di Kebon Jeruk, Jakarta Bara, baru-baru ini.
Baca Juga: Cerita Pilu Fahmi Bo, Bertahan Hidup dengan Rp100 Ribu dari Live TikTok selama Sakit
Saat ini, Fahmi tinggal di sebuah kamar kos sederhana. Ia menceritakan bahwa di tempat tinggal lamanya, ia harus merangkak setiap kali ingin ke kamar mandi yang berada di luar kamar.
Perjuangan tersebut berlangsung hingga akhirnya ia memutuskan pindah ke kos lain yang sedikit lebih memudahkannya, meskipun tubuhnya semakin lemah.
"Kalau di kosan yang sana kan kamar mandinya ada di luar, merangkak terus pindah ke sini. Merangkak cuma beberapa minggu sudah nggak bisa lagi," jelasnya.
Kondisi kesehatan Fahmi yang semakin menurun membuatnya harus menjalani perawatan medis. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit dan menjalani perawatan selama total 18 hari di dua rumah sakit berbeda.
"Dibawa ke rumah sakit Harapan Kita, sembilan hari, terus RS Pelni sembilan hari juga. Dirawatnya dari 13 hari yang lalu, pulang kan hari Sabtu," ujarnya.
Menurut Fahmi, kondisi jantungnya sudah membaik setelah menjalani perawatan. Namun, masalah ortopedi pada kakinya masih menjadi hambatan besar.
"Karena dari segi jantungnya udah selesai, udah bagus. Tinggal ortopedi kakinya kan. Nggak mungkin kalau berobat jalan, saya harus pakai ambulans terus kan, sekarang nggak bisa berdiri," ungkapnya.
Baca Juga: Memprihatinkan, Fahmi Bo Kini Harus Merangkak setelah Kena Serangan Jantung
Kini, Fahmi hanya bisa terbaring di kasur dengan bantuan alat pernapasan. Kondisinya makin memprihatinkan karena sudah hampir tiga minggu tidak memiliki nafsu makan. Berat badannya menurun drastis, hanya bisa bertahan dengan sedikit asupan makanan lembut.
"Nggak makan tiga minggu, nggak makan apa-apa, eneg. Tapi masih bisa masuk buah, yang bisa masuk kayak bubur sumsum. Ya itu aja makanannya, pisang sedikit," ucapnya.
Fahmi Bo dikenal publik lewat perannya sebagai penjual bubur kacang hijau dalam sinetron Tukang Ojek Pengkolan (TOP). Namun, sejak tahun 2022 ia sudah berhenti syuting karena kondisi tubuhnya tidak lagi mendukung. Rasa sakit di kakinya membuatnya tidak mampu berdiri lama, apalagi mendorong gerobak seperti yang dituntut perannya.
"Sudah berhenti syuting terakhir syuting sinetron Ojek Pengkolan tahun 2022. Saya udah ngerasain kakinya sakit, nggak bisa berdiri lama-lama. Akhirnya saya disetop dulu, karena kan saya dorong gerobak udah nggak kuat," tuturnya.
"Kan syutingnya jualan bubur kacang ijo, dorong gerobak nggak kuat. Ya sudah itu udah mulai sakit," lanjutnya.
Baca Juga: Fahmi Bo Menangis Cerita Diusir dari Kosan, Merasa Dapat Mukjizat Allah lewat Nikita Mirzani
Setelah tidak lagi aktif di dunia sinetron, Fahmi mencoba mencari nafkah melalui siaran langsung di TikTok. Dari kegiatan tersebut, ia mendapatkan penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, akibat kondisi kesehatan yang semakin memburuk, ia kini sudah tidak sanggup lagi rutin melakukan siaran.
"Nggak bisa dipastiin. Paling kecil Rp100 ribu. Tapi beberapa hari ini nggak live, nggak kuat," bebernya.
Penghasilan itu sebelumnya digunakan untuk kebutuhan dasar. Mulai dari makan, membayar listrik, hingga menutupi biaya kontrakan.
"Uangnya untuk makan, sama isi token listrik sama laundry. Kalau lebih dari Rp100 ribu buat bayar kontrakan kumpulin. Ya itu aja harapan saya dari live TikTok," tandasnya.
Penyakit kronis yang dideritanya telah merenggut kualitas hidup Fahmi Bo . Bahkan membuat tubuhnya semakin kurus dan kehilangan kemampuan untuk berjalan.
Sejak dua tahun terakhir, Fahmi mengaku tidak lagi bisa berdiri tegak. Awalnya, ia masih berusaha beraktivitas dengan bantuan tongkat, namun kondisi kakinya yang rapuh membuatnya sering jatuh.
Kini, untuk berpindah tempat ia hanya bisa dituntun atau bahkan merangkak. Sementara aktivitas sehari-harinya dijalani dengan penuh keterbatasan.
"Gara-gara itu nggak jalan lagi, kalau ke kamar mandi harus dituntun, kalau enggak bisa juga merangkak ke kamar mandi," kata Fahmi di Kebon Jeruk, Jakarta Bara, baru-baru ini.
Fahmi Bo Idap Diabetes dan Asam Urat
Baca Juga: Cerita Pilu Fahmi Bo, Bertahan Hidup dengan Rp100 Ribu dari Live TikTok selama Sakit
Hidup di Kos-kosan Sempit dan Terbatas Akses
Saat ini, Fahmi tinggal di sebuah kamar kos sederhana. Ia menceritakan bahwa di tempat tinggal lamanya, ia harus merangkak setiap kali ingin ke kamar mandi yang berada di luar kamar.
Perjuangan tersebut berlangsung hingga akhirnya ia memutuskan pindah ke kos lain yang sedikit lebih memudahkannya, meskipun tubuhnya semakin lemah.
"Kalau di kosan yang sana kan kamar mandinya ada di luar, merangkak terus pindah ke sini. Merangkak cuma beberapa minggu sudah nggak bisa lagi," jelasnya.
Sempat Dirawat Intensif di Rumah Sakit
Kondisi kesehatan Fahmi yang semakin menurun membuatnya harus menjalani perawatan medis. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit dan menjalani perawatan selama total 18 hari di dua rumah sakit berbeda.
"Dibawa ke rumah sakit Harapan Kita, sembilan hari, terus RS Pelni sembilan hari juga. Dirawatnya dari 13 hari yang lalu, pulang kan hari Sabtu," ujarnya.
Menurut Fahmi, kondisi jantungnya sudah membaik setelah menjalani perawatan. Namun, masalah ortopedi pada kakinya masih menjadi hambatan besar.
"Karena dari segi jantungnya udah selesai, udah bagus. Tinggal ortopedi kakinya kan. Nggak mungkin kalau berobat jalan, saya harus pakai ambulans terus kan, sekarang nggak bisa berdiri," ungkapnya.
Baca Juga: Memprihatinkan, Fahmi Bo Kini Harus Merangkak setelah Kena Serangan Jantung
Kehilangan Nafsu Makan dan Berat Badan Turun Drastis
Kini, Fahmi hanya bisa terbaring di kasur dengan bantuan alat pernapasan. Kondisinya makin memprihatinkan karena sudah hampir tiga minggu tidak memiliki nafsu makan. Berat badannya menurun drastis, hanya bisa bertahan dengan sedikit asupan makanan lembut.
"Nggak makan tiga minggu, nggak makan apa-apa, eneg. Tapi masih bisa masuk buah, yang bisa masuk kayak bubur sumsum. Ya itu aja makanannya, pisang sedikit," ucapnya.
Berhenti Syuting sejak 2022
Fahmi Bo dikenal publik lewat perannya sebagai penjual bubur kacang hijau dalam sinetron Tukang Ojek Pengkolan (TOP). Namun, sejak tahun 2022 ia sudah berhenti syuting karena kondisi tubuhnya tidak lagi mendukung. Rasa sakit di kakinya membuatnya tidak mampu berdiri lama, apalagi mendorong gerobak seperti yang dituntut perannya.
"Sudah berhenti syuting terakhir syuting sinetron Ojek Pengkolan tahun 2022. Saya udah ngerasain kakinya sakit, nggak bisa berdiri lama-lama. Akhirnya saya disetop dulu, karena kan saya dorong gerobak udah nggak kuat," tuturnya.
"Kan syutingnya jualan bubur kacang ijo, dorong gerobak nggak kuat. Ya sudah itu udah mulai sakit," lanjutnya.
Baca Juga: Fahmi Bo Menangis Cerita Diusir dari Kosan, Merasa Dapat Mukjizat Allah lewat Nikita Mirzani
Bertahan Hidup dari Live TikTok
Setelah tidak lagi aktif di dunia sinetron, Fahmi mencoba mencari nafkah melalui siaran langsung di TikTok. Dari kegiatan tersebut, ia mendapatkan penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, akibat kondisi kesehatan yang semakin memburuk, ia kini sudah tidak sanggup lagi rutin melakukan siaran.
"Nggak bisa dipastiin. Paling kecil Rp100 ribu. Tapi beberapa hari ini nggak live, nggak kuat," bebernya.
Penghasilan itu sebelumnya digunakan untuk kebutuhan dasar. Mulai dari makan, membayar listrik, hingga menutupi biaya kontrakan.
"Uangnya untuk makan, sama isi token listrik sama laundry. Kalau lebih dari Rp100 ribu buat bayar kontrakan kumpulin. Ya itu aja harapan saya dari live TikTok," tandasnya.
(dra)
Lihat Juga :