Menikah Tak Lagi Prioritas, Morgan Stanley: 45% Perempuan Pilih Single dan Child Free pada 2023
Kamis, 16 Oktober 2025 - 20:10 WIB
loading...
Banyak perempuan yang kini justru menikmati hidup single.Foto/OneNews
A
A
A
JAKARTA - Saat ini menikah sepertinya bukan menjadi prioritas utama para perempuan. Banyak perempuan yang kini justru menikmati hidup single. Mereka memilih untuk tidak menikah karena belum menemukan pasangan yang tepat atau alasan pribadi seperti tidak siap untuk berkomitmen.
Alasan lainnya adalah fokus pada karier dan kemandirian finansial, kebutuhan akan kebebasan dan otonomi pribadi, trauma atau pengalaman buruk di masa lalu, adalah sebagian alasannya.
Menurut studi Morgan Stanley, pada tahun 2030 diperkirakan sekitar 45% perempuan berusia 25–44 tahun akan memilih hidup single dan tanpa anak. Fenomena ini mencerminkan perubahan besar dalam prioritas hidup perempuan modern, di mana banyak yang lebih memilih mengejar ambisi profesional dan tidak merasa membutuhkan pasangan.
Baca Juga : Kabar Bahagia dari Brunei, Pangeran Abdul Mateen Umumkan Kehamilan Istrinya
Perubahan nilai sosial dan budaya membuat menikah serta memiliki anak tidak lagi dianggap sebagai kewajiban atau pencapaian utama dalam hidup. Selain itu, pengalaman pribadi maupun pengamatan terhadap hubungan yang gagal turut membuat sebagian perempuan enggan membangun rumah tangga.
Studi tersebut menunjukkan bahwa perempuan semakin memprioritaskan karier mereka dibandingkan pernikahan dan memulai sebuah keluarga.
Baca Juga : Traveling Diresepkan Dokter di Swedia, Ini Manfaat Liburan bagi Kesehatan
Fenomena menurunnya jumlah pernikahan sudah terjadi di Indonesia beberapa 10 tahun belakangan ini. Tahun 2023 adalah tahun dengan jumlah pernikahan terendah dalam satu dekade terakhir.
Tahun 2022 tercatat ada 1.705.348 pernikahan di Indonesia dan pada 2023 jumlah pernikahan turun menjadi 1.577.255. Menurut laporan BPS 10 tahun terakhir, angka pernikahan di Indonesia mengalami penurunan sebesar 28,63 persen atau menyusut 632.791.
Terus menurunnya jumlah pernikahan ini dikhawatirkan dapat mengubah struktur keluarga tradisional. Para ahli juga khawatir bahwa tren ini dapat menyebabkan masalah kesehatan mental, seperti kesepian dan ketidakpastian mengenai masa depan bagi para perempuan tersebut.
Alasan lainnya adalah fokus pada karier dan kemandirian finansial, kebutuhan akan kebebasan dan otonomi pribadi, trauma atau pengalaman buruk di masa lalu, adalah sebagian alasannya.
Menurut studi Morgan Stanley, pada tahun 2030 diperkirakan sekitar 45% perempuan berusia 25–44 tahun akan memilih hidup single dan tanpa anak. Fenomena ini mencerminkan perubahan besar dalam prioritas hidup perempuan modern, di mana banyak yang lebih memilih mengejar ambisi profesional dan tidak merasa membutuhkan pasangan.
Baca Juga : Kabar Bahagia dari Brunei, Pangeran Abdul Mateen Umumkan Kehamilan Istrinya
Perubahan nilai sosial dan budaya membuat menikah serta memiliki anak tidak lagi dianggap sebagai kewajiban atau pencapaian utama dalam hidup. Selain itu, pengalaman pribadi maupun pengamatan terhadap hubungan yang gagal turut membuat sebagian perempuan enggan membangun rumah tangga.
Studi tersebut menunjukkan bahwa perempuan semakin memprioritaskan karier mereka dibandingkan pernikahan dan memulai sebuah keluarga.
Baca Juga : Traveling Diresepkan Dokter di Swedia, Ini Manfaat Liburan bagi Kesehatan
Fenomena menurunnya jumlah pernikahan sudah terjadi di Indonesia beberapa 10 tahun belakangan ini. Tahun 2023 adalah tahun dengan jumlah pernikahan terendah dalam satu dekade terakhir.
Tahun 2022 tercatat ada 1.705.348 pernikahan di Indonesia dan pada 2023 jumlah pernikahan turun menjadi 1.577.255. Menurut laporan BPS 10 tahun terakhir, angka pernikahan di Indonesia mengalami penurunan sebesar 28,63 persen atau menyusut 632.791.
Terus menurunnya jumlah pernikahan ini dikhawatirkan dapat mengubah struktur keluarga tradisional. Para ahli juga khawatir bahwa tren ini dapat menyebabkan masalah kesehatan mental, seperti kesepian dan ketidakpastian mengenai masa depan bagi para perempuan tersebut.
(wur)
Lihat Juga :