Bukan Cuma Kandungan Kafein, Aroma dan Rasa Kopi Juga Picu Aktivitas Otak
Jum'at, 17 Oktober 2025 - 18:05 WIB
loading...
A
A
A
Hal ini menunjukkan bahwa orang-orang lebih siap untuk memulai hari mereka dan berinteraksi dengan orang lain setelah mengonsumsi salah satu minuman tersebut. Penelitian selama beberapa dekade telah menunjukkan bahwa kafein, suatu psikostimulan, dapat membantu orang merasa lebih bergairah dan waspada.
Baca Juga : Hati-Hati! Multitasking Bisa Bikin Otak Lelah dan Kerja Jadi Berantakan
Namun, pemindaian MRI menunjukkan bahwa minum kopi meningkatkan aktivitas di bagian otak yang terlibat dalam memori jangka pendek, perhatian, dan fokus, sedangkan mengonsumsi kafein saja tidak.
Para peneliti berteori bahwa melihat, mencium, atau merasakan kopi dapat membantu orang merasa waspada, terlepas dari kandungan kafeinnya.
"Kenikmatan yang dirasakan seseorang yang menyukai kopi di pagi hari, sebenarnya merupakan bagian dari sebuah ritual yang juga penting bagi individu tersebut untuk merasa 'siap untuk hari ini,'" kata Sousa.
Ia menambahkan bahwa orang yang tidak rutin minum kopi mungkin tidak merasakan efek yang sama.
Mark Mattson, seorang profesor neurosains di Fakultas Kedokteran Universitas Johns Hopkins yang tidak terlibat dalam penelitian ini, mengatakan bahwa temuan ini tidak mengejutkan, karena orang-orang membentuk asosiasi dengan pengalaman sensorik tertentu dari waktu ke waktu, yang pada gilirannya dapat memengaruhi reaksi mereka di masa mendatang.
Masuk akal, kan? Kopi punya rasa dan aroma, jadi ketika Anda minum kopi, Anda mengaktifkan area otak yang terlibat dalam persepsi rasa kopi, persepsi aroma," kata Mattson.
Baca Juga : Hati-Hati! Multitasking Bisa Bikin Otak Lelah dan Kerja Jadi Berantakan
Namun, pemindaian MRI menunjukkan bahwa minum kopi meningkatkan aktivitas di bagian otak yang terlibat dalam memori jangka pendek, perhatian, dan fokus, sedangkan mengonsumsi kafein saja tidak.
Para peneliti berteori bahwa melihat, mencium, atau merasakan kopi dapat membantu orang merasa waspada, terlepas dari kandungan kafeinnya.
"Kenikmatan yang dirasakan seseorang yang menyukai kopi di pagi hari, sebenarnya merupakan bagian dari sebuah ritual yang juga penting bagi individu tersebut untuk merasa 'siap untuk hari ini,'" kata Sousa.
Ia menambahkan bahwa orang yang tidak rutin minum kopi mungkin tidak merasakan efek yang sama.
Mark Mattson, seorang profesor neurosains di Fakultas Kedokteran Universitas Johns Hopkins yang tidak terlibat dalam penelitian ini, mengatakan bahwa temuan ini tidak mengejutkan, karena orang-orang membentuk asosiasi dengan pengalaman sensorik tertentu dari waktu ke waktu, yang pada gilirannya dapat memengaruhi reaksi mereka di masa mendatang.
Masuk akal, kan? Kopi punya rasa dan aroma, jadi ketika Anda minum kopi, Anda mengaktifkan area otak yang terlibat dalam persepsi rasa kopi, persepsi aroma," kata Mattson.
Lihat Juga :