Air Hujan Jakarta Mengandung Mikroplastik, Ini Bahayanya bagi Kesehatan Tubuh

Minggu, 19 Oktober 2025 - 16:13 WIB
loading...
Air Hujan Jakarta Mengandung...
BRIN ungkap air hujan di Jakarta mengadung mikroplastik. Foto/WebMD
A A A
JAKARTA - Di tengah cuaca panas ekstrem belakangan ini, hujan menjadi salah satu yang paling dinanti. Namun ternyata air hujan yang selama ini dianggap simbol kesegaran ternyata tidak sepenuhnya bersih.

Hasil penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap bahwa air hujan di Jakarta mengandung partikel mikroplastik berbahaya yang berasal dari aktivitas manusia di perkotaan. Temuan ini menjadi peringatan bahwa polusi plastik kini tidak hanya mencemari tanah dan laut, tetapi juga atmosfer.

Peneliti BRIN Muhammad Reza Cordova menjelaskan bahwa penelitian yang dilakukan sejak 2022 menunjukkan adanya mikroplastik dalam setiap sampel air hujan di ibu kota. Partikel-partikel plastik mikroskopis tersebut terbentuk dari degradasi limbah plastik yang melayang di udara akibat aktivitas manusia.

Baca Juga : Langit Jakarta Tercemar, BRIN Ungkap Air Hujan Mengandung Mikroplastik

“Mikroplastik ini berasal dari serat sintetis pakaian, debu kendaraan dan ban, sisa pembakaran sampah plastik, serta degradasi plastik di ruang terbuka,” jelas Reza saat diwawancarai di Jakarta, Kamis (17/10).

Menurut Reza, fenomena ini terjadi karena siklus plastik kini telah menjangkau atmosfer. Mikroplastik dapat terangkat ke udara melalui debu jalanan, asap pembakaran, dan aktivitas industri, kemudian terbawa angin dan turun kembali bersama hujan.

Baca Juga : Cuaca Panas Rentan Bikin Kulit Kusam, Ini Cara Mengatasinya

Lalu apa bahaya mikroplastik bagi kehidupan manusia? Berikut penjelasannya:

Mikroplastik mudah dicerna karena ukuran tingkat mikronya. Mereka juga bergerak dengan mudah melalui rantai makanan dan bertahan di lingkungan karena mereka tahan terhadap biodegradasi.

Selain itu, karena mikroplastik ada dalam ukuran tingkat mikro hingga tingkat nano, mereka hampir tidak mungkin untuk dihilangkan setelah dilepaskan ke lingkungan. Karena karakteristik ini, mikroplastik menimbulkan potensi bahaya bagi manusia dan lingkungan.

Ketidakseimbangan Bakteri pada Pencernaan Manusia

Mikroplastik dapat memengaruhi berbagai sistem dalam tubuh manusia, termasuk sistem pencernaan, pernapasan, endokrin, reproduksi, dan kekebalan tubuh. Pertama, sistem pencernaan terpengaruh ketika mikroplastik tertelan, dan iritasi fisik pada saluran pencernaan pada akhirnya dapat menyebabkan peradangan.

Mikroplastik dapat menyebabkan perubahan pada mikrobioma usus, yang mengakibatkan ketidakseimbangan antara bakteri menguntungkan dan berbahaya. Hal ini dapat menyebabkan berbagai gejala seperti sakit perut, kembung, dan perubahan kebiasaan buang air besar.

Gangguan Pernapasan

Mikroplastik dapat menyebabkan stres oksidatif pada saluran udara dan paru-paru saat dihirup. Akibatnya bisa menyebabkan gejala pernapasan seperti batuk, bersin, dan sesak napas karena peradangan dan kerusakan, serta kelelahan dan pusing karena konsentrasi oksigen darah yang rendah.

Mengganggu Sistem Reproduksi

Mikroplastik mengganggu produksi, pelepasan, transportasi, metabolisme, dan eliminasi hormon, yang dapat menyebabkan gangguan endokrin dan menyebabkan berbagai gangguan endokrin, termasuk gangguan metabolisme, gangguan perkembangan, dan bahkan gangguan reproduksi.Dalam sebuah penelitian baru-baru ini, mikroplastik juga ditemukan di plasenta enam wanita hamil dengan mikroskop.

Menurunkan Imunitas

Potensi efek negatif mikroplastik juga terjadi pada sistem kekebalan tubuh manusia. Sebuah penelitian pada sel paru-paru manusia menunjukkan bahwa mikroplastik dapat mengaktifkan kekebalan bawaan dengan mengatur ekspresi gen dan protein yang terlibat dalam respon imun.
(wur)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jangan Sepelekan Saluran...
Jangan Sepelekan Saluran Cerna, Deteksi Dini demi Cegah Penyakit Serius
World Allergy Week 2026,...
World Allergy Week 2026, Dorong Anak Aktif dan Cerdas Sejak Dini
Mengenal Terapi Regeneratif,...
Mengenal Terapi Regeneratif, Pendekatan Medis untuk Peremajaan dan Pemulihan Jaringan
Jelang Iduladha, Aldi...
Jelang Iduladha, Aldi Taher Serukan Makan Daging Tanpa Takut Kolesterol
Jangan Tunggu Keluhan,...
Jangan Tunggu Keluhan, Pemeriksaan Mata Anak Perlu Dilakukan Sejak Dini
5 Manfaat Kopi yang...
5 Manfaat Kopi yang Jarang Diketahui, Bikin Panjang Umur hingga Cegah Penyakit Kronis
Program Binawan Eropa...
Program Binawan Eropa Antarkan 36 Perawat Indonesia Berkarier di Eropa
Prakiraan Cuaca Jakarta...
Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu 24 Juni 2026: Berawan Sejak Pagi, Berpotensi Hujan Ringan Sore Hari
Peringatan Hari Menstruasi...
Peringatan Hari Menstruasi Sedunia 2026 di Jakarta Utara: Kolaborasi Lintas Sektor Serukan Dunia yang Ramah Menstruasi
Rekomendasi
Ghana Lolos ke 32 Besar,...
Ghana Lolos ke 32 Besar, Skotlandia Tersingkir dan Steve Clarke Mundur
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
Berita Terkini
5 Drama Korea yang Wajib...
5 Drama Korea yang Wajib Ditonton jika Kamu Suka
Sering Lelah dan Mudah...
Sering Lelah dan Mudah Ngantuk Meski Tidur Cukup? Bisa Jadi Ini Penyebabnya
Mengintip Kunci Sukses...
Mengintip Kunci Sukses Anas Fikry dan Risky Adelia Regina Putri: Padukan Kehangatan Keluarga dan Aksi Sosial
Rahasia di Balik Kesuksesan...
Rahasia di Balik Kesuksesan Pembukaan Hotel, Ternyata Bukan Saat Gunting Pita
Dari Aspal Jalanan Menuju...
Dari Aspal Jalanan Menuju Layar Kaca: Kisah Inspiratif Samsul Ma'rif 'Raja Bacot' Mengubah Nasib lewat Konten Game
Jirayut Debut Akting...
Jirayut Debut Akting di Film Cek Kodham, Akui Sempat Tak Percaya Diri
Infografis
Beragam Manfaat Air...
Beragam Manfaat Air Rebusan Daun Kelor untuk Kesehatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved