Generasi Bijak Plastik: Wujudkan Anak Hebat yang Peduli Lingkungan Sejak Kecil
Minggu, 19 Oktober 2025 - 20:00 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai penutup, Agus Rusly menggaris bawahi bahwa sampah adalah tanggung jawab kita pribadi. Pilah dan olah sampah mulai dari rumah kita masing-masing dan jadilah agen perubahan untuk pencapaian 100% sampah terkelola pada tahun 2029.
Marfusita Hamburgiwati selaku Country Lead of Corporate & Government Affairs Mondelez Indonesia menjelaskan, hadirnya inisiatif #BijakPlastikSejakDini ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap pengendalian sampah plastik, sekaligus wujud nyata kontribusi #MondelezUntukIndonesia. “Mondelez senantiasa mendukung penuh kebijakan pemerintah terkait pengendalian sampah plastik dan berharap bisa mendorong terciptanya generasi penerus yang memiliki karakter cinta lingkungan. Mondelez percaya anak-anak sebagai generasi penerus merupakan aset berharga yang menjadi cerminan masa depan suatu bangsa. Dengan menumbuhkan kebiasaan bijak plastik sejak dini (mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang), karakter cinta lingkungan akan tumbuh secara alami seiring waktu, tanpa harus melawan kebiasaan lama yang sudah terbentuk,” jelas Marfusita.
Yunita Monike Rahmi Siregar, S.Pd. selaku Kepala Sekolah SDN Pesanggrahan 09 Pagi Jakarta Selatan sekaligus mitra sekolah pemenang kompetisi Bank Sampah #BijakPlastikSejakDini pun menjelaskan keberhasilan dalam memenangkan kompetisi antar sekolah ini melalui upaya dan kolaborasi bersama melalui berbagai tahapan sosialisasi yang secara konsisten terus dilakukan untuk membangun pemahaman para siswa terkait konsep memilah sampah. “Berbekal dukungan dari warga sekolah, mulai dari guru dan juga orang tua murid, perlahan tapi pasti pemahaman siswa mulai terbentuk dan pembiasaan positif untuk memilah sampah bisa berjalan secara berkelanjutan, sehingga jumlah sampah yang terkumpul dan jumlah nasabah pada bank sampah sekolah kami paling banyak. Kami berharap perubahan sederhana ini juga bisa terbawa hingga mereka dewasa,” jelas Yunita.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, penyelenggaraan workshop tahun ini juga diramaikan dengan sesi dongeng dari pendongeng ternama, Nia Ramlan, yang menyampaikan pesan cinta lingkungan dalam cerita yang menarik untuk mengajak anak-anak memahami pentingnya menjadi bagian dari agen perubahan setiap langkah kecil sehari-hari terhadap lingkungannya. Selain itu guna mendorong partisipasi dan motivasi peserta didik, kegiatan bank sampah #BijakPlastikSejakDini tahun ini juga dilombakan untuk 8 sekolah mitra yang aktif, dengan total hadiah senilai 30 juta rupiah. Selain itu, bertepatan dengan acara hari ini, #BijakPlastikSejakDini juga menyambut 4 sekolah mitra baru, sehingga totalnya menjadi 12 sekolah mitra.
Dalam menumbuhkan kebiasaan positif cinta lingkungan di rumah, Julia Jasmine selaku Mom & Sustainable Living Content Creator yang menjadi salah satu narasumber dalam acara ini menegaskan bahwa yang paling sulit adalah mengubah mindset keluarga. “Tiga hal utama yang bisa diterapkan untuk menumbuhkan kebiasaan lingkungan di dalam keluarga terutama pada anak, yakni pertama menumbuhkan kesadaran bahwa sampah kita, tanggung jawab kita, selanjutnya masuk ke tahap memulai pembiasaan dengan menekankan pemikiran tidak apa jika pilah sampah belum sempurna, dan terakhir terus perkaya pengetahuan dengan belajar dari buku maupun ikut kegiatan terkait lingkungan,” jelas Jasmine.
Marfusita Hamburgiwati selaku Country Lead of Corporate & Government Affairs Mondelez Indonesia menjelaskan, hadirnya inisiatif #BijakPlastikSejakDini ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap pengendalian sampah plastik, sekaligus wujud nyata kontribusi #MondelezUntukIndonesia. “Mondelez senantiasa mendukung penuh kebijakan pemerintah terkait pengendalian sampah plastik dan berharap bisa mendorong terciptanya generasi penerus yang memiliki karakter cinta lingkungan. Mondelez percaya anak-anak sebagai generasi penerus merupakan aset berharga yang menjadi cerminan masa depan suatu bangsa. Dengan menumbuhkan kebiasaan bijak plastik sejak dini (mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang), karakter cinta lingkungan akan tumbuh secara alami seiring waktu, tanpa harus melawan kebiasaan lama yang sudah terbentuk,” jelas Marfusita.
Yunita Monike Rahmi Siregar, S.Pd. selaku Kepala Sekolah SDN Pesanggrahan 09 Pagi Jakarta Selatan sekaligus mitra sekolah pemenang kompetisi Bank Sampah #BijakPlastikSejakDini pun menjelaskan keberhasilan dalam memenangkan kompetisi antar sekolah ini melalui upaya dan kolaborasi bersama melalui berbagai tahapan sosialisasi yang secara konsisten terus dilakukan untuk membangun pemahaman para siswa terkait konsep memilah sampah. “Berbekal dukungan dari warga sekolah, mulai dari guru dan juga orang tua murid, perlahan tapi pasti pemahaman siswa mulai terbentuk dan pembiasaan positif untuk memilah sampah bisa berjalan secara berkelanjutan, sehingga jumlah sampah yang terkumpul dan jumlah nasabah pada bank sampah sekolah kami paling banyak. Kami berharap perubahan sederhana ini juga bisa terbawa hingga mereka dewasa,” jelas Yunita.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, penyelenggaraan workshop tahun ini juga diramaikan dengan sesi dongeng dari pendongeng ternama, Nia Ramlan, yang menyampaikan pesan cinta lingkungan dalam cerita yang menarik untuk mengajak anak-anak memahami pentingnya menjadi bagian dari agen perubahan setiap langkah kecil sehari-hari terhadap lingkungannya. Selain itu guna mendorong partisipasi dan motivasi peserta didik, kegiatan bank sampah #BijakPlastikSejakDini tahun ini juga dilombakan untuk 8 sekolah mitra yang aktif, dengan total hadiah senilai 30 juta rupiah. Selain itu, bertepatan dengan acara hari ini, #BijakPlastikSejakDini juga menyambut 4 sekolah mitra baru, sehingga totalnya menjadi 12 sekolah mitra.
Dalam menumbuhkan kebiasaan positif cinta lingkungan di rumah, Julia Jasmine selaku Mom & Sustainable Living Content Creator yang menjadi salah satu narasumber dalam acara ini menegaskan bahwa yang paling sulit adalah mengubah mindset keluarga. “Tiga hal utama yang bisa diterapkan untuk menumbuhkan kebiasaan lingkungan di dalam keluarga terutama pada anak, yakni pertama menumbuhkan kesadaran bahwa sampah kita, tanggung jawab kita, selanjutnya masuk ke tahap memulai pembiasaan dengan menekankan pemikiran tidak apa jika pilah sampah belum sempurna, dan terakhir terus perkaya pengetahuan dengan belajar dari buku maupun ikut kegiatan terkait lingkungan,” jelas Jasmine.
Lihat Juga :