Dari Raisa hingga Warga Biasa: Mengapa Kini Lebih Banyak Istri yang Menggugat Cerai?
Senin, 27 Oktober 2025 - 16:01 WIB
loading...
A
A
A
1. Mandiri Secara Finansial
Heidi Kar, seorang psikolog dan pakar kekerasan dalam rumah tangga di Pusat Pengembangan Pendidikan yang berbasis di AS, mengatakan maraknya perceraian bertepatan dengan era di mana perempuan sadar akan hak dan kemandiriannya.
“Karena kemandirian ekonomi merupakan keharusan sebelum seorang perempuan dapat mencoba meninggalkan pernikahan, baik sendirian maupun dengan anak-anak yang harus dibiayai. Sangatlah sulit bagi perempuan untuk meninggalkan pernikahan kecuali mereka memiliki cara untuk mencari nafkah sendiri,” ujar Kar.Selain itu, karena peran gender perempuan jadi lebih rumit saat dia mulai mencapai kemandirian finansial. Konflik dalam pernikahan pun akan sering muncul.
Baca Juga : Sandra Dewi Keberatan Asetnya Disita, Pakar : Relakan Saja Daripada Jadi Bumerang
2. Faktor Emosional dan Sosial
Heidi Kar, seorang psikolog dan pakar kekerasan dalam rumah tangga di Pusat Pengembangan Pendidikan yang berbasis di AS, mengatakan maraknya perceraian bertepatan dengan era di mana perempuan sadar akan hak dan kemandiriannya.
“Karena kemandirian ekonomi merupakan keharusan sebelum seorang perempuan dapat mencoba meninggalkan pernikahan, baik sendirian maupun dengan anak-anak yang harus dibiayai. Sangatlah sulit bagi perempuan untuk meninggalkan pernikahan kecuali mereka memiliki cara untuk mencari nafkah sendiri,” ujar Kar.Selain itu, karena peran gender perempuan jadi lebih rumit saat dia mulai mencapai kemandirian finansial. Konflik dalam pernikahan pun akan sering muncul.
Baca Juga : Sandra Dewi Keberatan Asetnya Disita, Pakar : Relakan Saja Daripada Jadi Bumerang
2. Faktor Emosional dan Sosial
Lihat Juga :