Dari Raisa hingga Warga Biasa: Mengapa Kini Lebih Banyak Istri yang Menggugat Cerai?
Senin, 27 Oktober 2025 - 16:01 WIB
loading...
A
A
A
Bagi banyak perempuan, harapan yang mereka miliki saat memasuki pernikahan mungkin tidak sesuai dengan kenyataan. Para ahli mengatakan bahwa mereka seringkali memiliki harapan yang lebih tinggi tentang bagaimana pasangan akan memenuhi kebutuhan emosional mereka dibandingkan pria, yang dapat menyebabkan kekecewaan pascapernikahan.
Gilza Fort-Martinez, seorang terapis pasangan berlisensi yang berbasis di Florida, AS, yang berspesialisasi dalam resolusi konflik, mengatakan karena pria biasanya disosialisasikan memiliki kecerdasan emosional yang lebih rendah daripada perempuan, hal ini dapat menyebabkan pasangan perempuan merasa tidak didukung dan melakukan banyak beban emosional dalam hubungan.
3. Perubahan Peran dalam Pernikahan
Perubahan peran perempuan di masyarakat yang semakin setara ternyata belum sepenuhnya diikuti dengan perubahan dalam pembagian tugas di dalam rumah tangga.Menurut Michael Rosenfeld, profesor sosiologi di Stanford University, perempuan lebih cenderung mengajukan cerai karena merasa tidak puas dengan peran tradisional dalam pernikahan.
Banyak istri masih diharapkan untuk menangani sebagian besar pekerjaan rumah tangga dan pengasuhan anak, bahkan ketika mereka juga bekerja di luar rumah.
Gilza Fort-Martinez, seorang terapis pasangan berlisensi yang berbasis di Florida, AS, yang berspesialisasi dalam resolusi konflik, mengatakan karena pria biasanya disosialisasikan memiliki kecerdasan emosional yang lebih rendah daripada perempuan, hal ini dapat menyebabkan pasangan perempuan merasa tidak didukung dan melakukan banyak beban emosional dalam hubungan.
3. Perubahan Peran dalam Pernikahan
Perubahan peran perempuan di masyarakat yang semakin setara ternyata belum sepenuhnya diikuti dengan perubahan dalam pembagian tugas di dalam rumah tangga.Menurut Michael Rosenfeld, profesor sosiologi di Stanford University, perempuan lebih cenderung mengajukan cerai karena merasa tidak puas dengan peran tradisional dalam pernikahan.
Banyak istri masih diharapkan untuk menangani sebagian besar pekerjaan rumah tangga dan pengasuhan anak, bahkan ketika mereka juga bekerja di luar rumah.
(wur)
Lihat Juga :