Jakarta Fashion Week 2026, Kolaborasi Kreatif Desain Interior dan Fesyen
Selasa, 28 Oktober 2025 - 07:30 WIB
loading...
Jakarta Fashion Week 2026 semakin menarik perhatian masyarakat, khususnya pencinta fesyen. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Jakarta Fashion Week 2026 semakin menarik perhatian masyarakat, khususnya pencinta fesyen. Pasalnya, beragam busana yang dihadirkan, serta inovasi yang dihadirkan di dalamnya.
Salah satunya kolaborasi kreatif desain interior dan fashion yang mampu menciptakan ekspresi gaya hidup modern, di mana PT Aica Indonesia (AICA), produsen High Pressure Laminates (HPL) dan material interior lokal yang berdiri sejak 1974 memperkuat komitmennya terhadap inovasi dan kreativitas lintas industri melalui partisipasinya di Jakarta Fashion Week (JFW) 2026.
Sebagai pendukung utama material laminates, desain interior yang mengadopsi standar serta teknologi asal Jepang ini mengusung konsep “Design Meets Fashion: When Material Defines Style”, yang menegaskan posisinya sebagai penghubung antara desain interior, arsitektur dan fashion dalam ekosistem industri kreatif Indonesia.
Langkah strategis ini menjadi bagian dari upaya untuk mendorong kolaborasi antarprofesi kreatif, sekaligus memperluas makna desain sebagai elemen yang tidak hanya fungsional, tetapi juga membentuk gaya hidup dan karakter visual masyarakat modern.
Dalam kolaborasi ini, AICA menghadirkan inovasi produk seperti HPL (High Pressure Laminates) untuk dinding dan lantai runway, SPC Flooring untuk area VIP, serta ToughTop untuk area lounge. Ketiga produk tersebut mengusung filosofi “Reimagination of Spaces”, yakni cara pandang baru tentang bagaimana ruang dan material dapat menjadi bagian dari ekspresi artistik dan pengalaman pengguna.
Sales & Marketing Manager PT AICA Indonesia Kevin Octavius mengatakan bahwa Jakarta Fashion Week merupakan panggung yang tepat untuk menunjukkan bahwa material interior juga memiliki peran strategis dalam membangun narasi gaya hidup.
"Kami hadir untuk menginspirasi bagaimana desain material menjadi medium kreatif yang memperkuat identitas dan ekspresi lintas bidang, termasuk fashion,” kata Kevin.
Kehadirannya di JFW 2026, tidak hanya memperkenalkan material inovatif, juga menampilkan implementasi nyata dari konsep tersebut melalui kolaborasi dengan Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) Jakarta. Kolaborasi lintas disiplin ini membuka peluang AICA untuk menjangkau audiens baru di ranah fashion dan gaya hidup, sekaligus memperluas ekosistem bisnisnya dari industri interior dan arsitektur menuju sektor kreatif yang lebih luas.
Sementara, Ketua HDII Jakarta Ranu Scarvia mengatakan kolaborasi antara interior dan fashion membuka perspektif baru bagi desainer dalam memaknai fungsi estetika, menunjukkan bahwa material tidak hanya mendukung fungsi ruang, tetapi juga dapat menjadi sumber inspirasi visual yang membentuk karakter dan gaya.
Partisipasi desain interior di JFW 2026 sekaligus memperkuat posisinya sebagai brand material premium yang selaras dengan tren desain global dan nilai keberlanjutan dan akan terus berinovasi menghadirkan produk yang tahan lama, higienis dan ramah lingkungan, sejalan dengan kebutuhan pasar modern yang menuntut keseimbangan antara estetika dan tanggung jawab lingkungan.
“Kami ingin menegaskan pandangan bahwa desain material dapat mendefinisikan gaya. Melalui platform seperti Jakarta Fashion Week, kami berharap dapat memperluas dialog antara industri interior, arsitektur, dan fashion, serta menginspirasi desainer muda untuk berkolaborasi lintas disiplin,” ucap Kevin.
Salah satunya kolaborasi kreatif desain interior dan fashion yang mampu menciptakan ekspresi gaya hidup modern, di mana PT Aica Indonesia (AICA), produsen High Pressure Laminates (HPL) dan material interior lokal yang berdiri sejak 1974 memperkuat komitmennya terhadap inovasi dan kreativitas lintas industri melalui partisipasinya di Jakarta Fashion Week (JFW) 2026.
Sebagai pendukung utama material laminates, desain interior yang mengadopsi standar serta teknologi asal Jepang ini mengusung konsep “Design Meets Fashion: When Material Defines Style”, yang menegaskan posisinya sebagai penghubung antara desain interior, arsitektur dan fashion dalam ekosistem industri kreatif Indonesia.
Langkah strategis ini menjadi bagian dari upaya untuk mendorong kolaborasi antarprofesi kreatif, sekaligus memperluas makna desain sebagai elemen yang tidak hanya fungsional, tetapi juga membentuk gaya hidup dan karakter visual masyarakat modern.
Dalam kolaborasi ini, AICA menghadirkan inovasi produk seperti HPL (High Pressure Laminates) untuk dinding dan lantai runway, SPC Flooring untuk area VIP, serta ToughTop untuk area lounge. Ketiga produk tersebut mengusung filosofi “Reimagination of Spaces”, yakni cara pandang baru tentang bagaimana ruang dan material dapat menjadi bagian dari ekspresi artistik dan pengalaman pengguna.
Sales & Marketing Manager PT AICA Indonesia Kevin Octavius mengatakan bahwa Jakarta Fashion Week merupakan panggung yang tepat untuk menunjukkan bahwa material interior juga memiliki peran strategis dalam membangun narasi gaya hidup.
"Kami hadir untuk menginspirasi bagaimana desain material menjadi medium kreatif yang memperkuat identitas dan ekspresi lintas bidang, termasuk fashion,” kata Kevin.
Kehadirannya di JFW 2026, tidak hanya memperkenalkan material inovatif, juga menampilkan implementasi nyata dari konsep tersebut melalui kolaborasi dengan Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) Jakarta. Kolaborasi lintas disiplin ini membuka peluang AICA untuk menjangkau audiens baru di ranah fashion dan gaya hidup, sekaligus memperluas ekosistem bisnisnya dari industri interior dan arsitektur menuju sektor kreatif yang lebih luas.
Sementara, Ketua HDII Jakarta Ranu Scarvia mengatakan kolaborasi antara interior dan fashion membuka perspektif baru bagi desainer dalam memaknai fungsi estetika, menunjukkan bahwa material tidak hanya mendukung fungsi ruang, tetapi juga dapat menjadi sumber inspirasi visual yang membentuk karakter dan gaya.
Partisipasi desain interior di JFW 2026 sekaligus memperkuat posisinya sebagai brand material premium yang selaras dengan tren desain global dan nilai keberlanjutan dan akan terus berinovasi menghadirkan produk yang tahan lama, higienis dan ramah lingkungan, sejalan dengan kebutuhan pasar modern yang menuntut keseimbangan antara estetika dan tanggung jawab lingkungan.
“Kami ingin menegaskan pandangan bahwa desain material dapat mendefinisikan gaya. Melalui platform seperti Jakarta Fashion Week, kami berharap dapat memperluas dialog antara industri interior, arsitektur, dan fashion, serta menginspirasi desainer muda untuk berkolaborasi lintas disiplin,” ucap Kevin.
(dra)
Lihat Juga :