Kolaborasi Lintas Disiplin Medis Buka Peluang Baru bagi Pasien Kanker Payudara
Selasa, 28 Oktober 2025 - 18:15 WIB
loading...
A
A
A
Perawatan multidisiplin ini terbukti dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesintasan pasien kanker payudara. Pendekatan multidisiplin meliputi strategi penanganan pasien dengan melibatkan kolaborasi berbagai spesialis medis dan tenaga pendukung. Tujuannya adalah memberikan perawatan yang paling komprehensif, personal, dan efektif bagi pasien.
Berbeda dengan pendekatan konvensional, pendekatan multidisiplin melihat pasien secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi penyakitnya, tapi juga kondisi fisik, psikologis, sosial, dan kualitas hidupnya.
“Di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, kami sudah melakukan pendekatan multidisiplin ini. Mengapa pendekatan ini penting, karena pada kanker payudara stadium lanjut penyakit sudah menyebar ke jaringan sekitar atau organ jauh atau metastasis.
Artinya, pengobatan tidak lagi hanya berfokus pada tumor di payudara, tapi juga bagaimana mengontrol penyebaran penyakit, mengurangi gejala seperti nyeri atau sesak, mempertahankan fungsi organ, dan menjaga kualitas hidup pasien. Pendekatan multidisiplin memungkinkan tim medis menyeimbangkan antara efektivitas terapi dan kenyamanan pasien, serta menyesuaikan terapi bila kondisi berubah,” jelas dr. Andhika.
Pendekatan multidisiplin kini menjadi standar emas dalam perawatan kanker payudara stadium lanjut di berbagai rumah sakit besar di dunia, dan mulai diterapkan juga di Indonesia. Kolaborasi lintas bidang ini memberi harapan baru bahwa pasien tetap dapat hidup dengan kualitas yang baik, meski menghadapi kanker pada tahap lanjut.
Berbeda dengan pendekatan konvensional, pendekatan multidisiplin melihat pasien secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi penyakitnya, tapi juga kondisi fisik, psikologis, sosial, dan kualitas hidupnya.
“Di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, kami sudah melakukan pendekatan multidisiplin ini. Mengapa pendekatan ini penting, karena pada kanker payudara stadium lanjut penyakit sudah menyebar ke jaringan sekitar atau organ jauh atau metastasis.
Artinya, pengobatan tidak lagi hanya berfokus pada tumor di payudara, tapi juga bagaimana mengontrol penyebaran penyakit, mengurangi gejala seperti nyeri atau sesak, mempertahankan fungsi organ, dan menjaga kualitas hidup pasien. Pendekatan multidisiplin memungkinkan tim medis menyeimbangkan antara efektivitas terapi dan kenyamanan pasien, serta menyesuaikan terapi bila kondisi berubah,” jelas dr. Andhika.
Pendekatan multidisiplin kini menjadi standar emas dalam perawatan kanker payudara stadium lanjut di berbagai rumah sakit besar di dunia, dan mulai diterapkan juga di Indonesia. Kolaborasi lintas bidang ini memberi harapan baru bahwa pasien tetap dapat hidup dengan kualitas yang baik, meski menghadapi kanker pada tahap lanjut.
(dra)
Lihat Juga :