LPPOM MUI Mantapkan Standar Halal Global dari San Diego hingga Bangkok
Senin, 03 November 2025 - 19:00 WIB
loading...
A
A
A
Sebelum tampil di Bangkok, tim Laboratorium LPPOM MUI juga berpartisipasi dalam AOAC International Annual Meeting & Exposition 2025 di San Diego, California, Amerika Serikat. Dalam ajang prestisius tersebut, LPPOM menjadi satu-satunya delegasi dari Indonesia dengan dua presentasi ilmiah terpilih.
Pertama, riset berjudul “Overcoming Matrix Challenges: A Sensitive GC-MS/MS Headspace Method for Ethylene Oxide and 2-Chloroethanol Residues in Multicomponent Spice Seasonings” yang memaparkan metode inovatif untuk mendeteksi residu berbahaya pada bumbu kompleks dengan sensitivitas tinggi.
Kedua, “Custom TaqMan PCR for Indigenous Salmonella Strains: A Rapid, Sensitive, and Robust Alternative to Conventional and Commercial Assays,” yang memperkenalkan pengembangan PCR in-house untuk mendeteksi strain lokal Salmonella secara cepat, akurat, serta efisien dalam biaya dan ketahanan metode di laboratorium.
Kedua makalah tersebut menegaskan posisi Laboratorium LPPOM MUI sebagai laboratorium Indonesia yang berdaya saing global dan berorientasi riset, khususnya dalam bidang keamanan pangan, pengujian halal, dan bioteknologi molekuler. Partisipasi ini menjadi bukti bahwa LPPOM tidak hanya memainkan peran penting di tingkat nasional, tetapi juga diakui di forum ilmiah internasional sebagai lembaga dengan kredibilitas tinggi dan komitmen terhadap inovasi ilmiah.
Kehadiran Laboratorium LPPOM MUI di dua ajang AOAC bertaraf internasional menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang aktif berkontribusi dalam pengembangan metode ilmiah dan tata kelola halal global. Langkah ini memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat inovasi halal dunia, sekaligus menunjukkan kapasitas lembaga nasional dalam berkolaborasi dengan AOAC.
Pertama, riset berjudul “Overcoming Matrix Challenges: A Sensitive GC-MS/MS Headspace Method for Ethylene Oxide and 2-Chloroethanol Residues in Multicomponent Spice Seasonings” yang memaparkan metode inovatif untuk mendeteksi residu berbahaya pada bumbu kompleks dengan sensitivitas tinggi.
Kedua, “Custom TaqMan PCR for Indigenous Salmonella Strains: A Rapid, Sensitive, and Robust Alternative to Conventional and Commercial Assays,” yang memperkenalkan pengembangan PCR in-house untuk mendeteksi strain lokal Salmonella secara cepat, akurat, serta efisien dalam biaya dan ketahanan metode di laboratorium.
Kedua makalah tersebut menegaskan posisi Laboratorium LPPOM MUI sebagai laboratorium Indonesia yang berdaya saing global dan berorientasi riset, khususnya dalam bidang keamanan pangan, pengujian halal, dan bioteknologi molekuler. Partisipasi ini menjadi bukti bahwa LPPOM tidak hanya memainkan peran penting di tingkat nasional, tetapi juga diakui di forum ilmiah internasional sebagai lembaga dengan kredibilitas tinggi dan komitmen terhadap inovasi ilmiah.
Kehadiran Laboratorium LPPOM MUI di dua ajang AOAC bertaraf internasional menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang aktif berkontribusi dalam pengembangan metode ilmiah dan tata kelola halal global. Langkah ini memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat inovasi halal dunia, sekaligus menunjukkan kapasitas lembaga nasional dalam berkolaborasi dengan AOAC.
Lihat Juga :