Bahaya Mikroplastik Mengintai Ibu Hamil: Penelitian Ungkap Paparan Hingga ke Janin
Sabtu, 22 November 2025 - 09:41 WIB
loading...
A
A
A
“Selain partikel plastik itu sendiri, bahan kimia aditif seperti phthalates dan BPA (Bisphenol A) juga dapat mengganggu keseimbangan hormon pertumbuhan dan reproduksi,” paparnya.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa pola hidup modern turut memperbesar risiko paparan mikroplastik, terutama dari kebiasaan mengonsumsi air kemasan, menggunakan makanan berbungkus plastik, memanaskan makanan dalam wadah plastik, hingga terpapar serat sintetis yang berasal dari tekstil di dalam ruangan.
Sebagai upaya mengurangi risiko, ia mendorong perlunya riset terpadu mengenai mikroplastik, mulai dari studi kohort ibu–anak, riset toksikokinetik, penelitian hewan dengan dosis yang realistis, serta penyusunan standar metode deteksi. Selain itu, edukasi kepada tenaga kesehatan dan masyarakat dinilai sangat penting agar pengurangan paparan bisa dilakukan secara bertahap dan efektif.
“Diperlukan juga edukasi publik mengenai penggunaan bahan plastik secara bijak, terutama bagi ibu hamil. Sebab, mikroplastik bukan hanya isu lingkungan, tetapi tantangan kesehatan reproduksi masa depan,” pungkasnya..
Lebih lanjut, ia menilai bahwa pola hidup modern turut memperbesar risiko paparan mikroplastik, terutama dari kebiasaan mengonsumsi air kemasan, menggunakan makanan berbungkus plastik, memanaskan makanan dalam wadah plastik, hingga terpapar serat sintetis yang berasal dari tekstil di dalam ruangan.
Sebagai upaya mengurangi risiko, ia mendorong perlunya riset terpadu mengenai mikroplastik, mulai dari studi kohort ibu–anak, riset toksikokinetik, penelitian hewan dengan dosis yang realistis, serta penyusunan standar metode deteksi. Selain itu, edukasi kepada tenaga kesehatan dan masyarakat dinilai sangat penting agar pengurangan paparan bisa dilakukan secara bertahap dan efektif.
“Diperlukan juga edukasi publik mengenai penggunaan bahan plastik secara bijak, terutama bagi ibu hamil. Sebab, mikroplastik bukan hanya isu lingkungan, tetapi tantangan kesehatan reproduksi masa depan,” pungkasnya..
(nnz)
Lihat Juga :