Dorong Inovasi Bedah Jantung, Siloam Heart Hospital Hadirkan Pelatihan Eksklusif dengan Pakar Global
Jum'at, 28 November 2025 - 14:53 WIB
loading...
Prof. Oleksandr Babliak, M.D., Ph.D. Foto/Dok Siloam Heart Hospital
A
A
A
JAKARTA - Di tengah meningkatnya prevalensi penyakit jantung di Indonesia, Siloam Heart Hospital terus memperkuat posisinya sebagai rumah sakit jantung unggulan.Dengan standar klinis bertaraf internasional, Siloam Heart Hospital mencatat success rate operasi bypass jantung mencapai 98,8%, lebih tinggi dibandingkan angka keberhasilan yang disebutkan dalam publikasi ilmiah Journal of Cardiothoracic Surgery tahun 2024 mengenai hasil CABG di Singapura.
Untuk semakin menguatkan kompetensi, Siloam Heart Hospital menyelenggarakan Program Proktor Klinik bersama ahli bedah jantung internasional Prof. Oleksandr Babliak, M.D., Ph.D., Chief of Cardiac Surgery Department Dobrobut Medical Network sekaligus Founder of MICS Babliak Academy, Kyiv, Ukraina.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari pada tanggal 25–26 November 2025 ini memiliki rangkaian aktivitas yang mencakup demonstrasi langsung teknik Total Coronary Revascularization via Anterior Thoracotomy (TCRAT), diskusi kasus secara mendalam, bimbingan langsung untuk dokter bedah jantung, serta pemaparan standar internasional terkait teknik Minimally Invasive Cardiac Surgery (MICS).
Baca Juga : 4 Cara Menjaga Kesehatan Jantung Selain Olahraga, Wajib Dicoba untuk Hidup Lebih Sehat
Kegiatan yang dipandu oleh dr. Heston G. B. Napitupulu, Sp.BTKV(K), MARS, selaku Chief of Cardiac Surgery Department Siloam Heart Hospital sekaligus operator utama, ini juga diikuti oleh segenap tim dokter bedah toraks kardiovaskular, tim anestesi kardiovaskular, tim kardiologi, dan tenaga medis pendukung lainnya.
Sebagai rumah sakit yang terus mendorong transformasi layanan bedah jantung, Siloam Heart Hospital juga mengimplementasikan teknik MICS, sebagai bagian dari roadmap layanan bedah jantung modern. Teknik ini memungkinkan operasi dilakukan melalui sayatan kecil tanpa membuka tulang dada secara penuh, sehingga mempercepat pemulihan pasien.
“Pada teknik MICS, akses ke jantung dilakukan tanpa membedah tulang dada. Sayatan kecil di sela tulang rusuk sudah cukup untuk mencapai area yang diperlukan sehingga pemulihan pasien dapat berlangsung lebih cepat. Namun, tidak semua pasien penyakit jantung koroner dapat menjalani teknik ini; kami tetap menilai kondisi anatomi, fungsi jantung, dan komorbid secara menyeluruh. Pendekatan individual sangat penting agar hasil operasi tetap aman dan optimal” jelas dr. Heston.
Baca Juga : Cuaca Panas Terik Berbahaya Bagi Tubuh, Ini 4 Tips Mudah Mencegah Heatstroke
Melalui proctorship internasional ini, Siloam Heart Hospital menegaskan perannya sebagai pusat layanan unggulan kardiovaskular berstandar global yang tidak hanya berfokus pada keberhasilan tindakan, tetapi juga pada pengembangan kompetensi tenaga medis khususnya di bidang bedah jantung di Indonesia.
Dengan mengintegrasikan keahlian global, memperkuat kapasitas tim medis, serta menghadirkan teknologi dan teknik operasi modern, Siloam Heart Hospital berkomitmen untuk terus memberikan hasil klinis yang optimal dan pengalaman perawatan terbaik bagi setiap pasien.
“Komitmen kami adalah memastikan bahwa pasien mendapatkan penanganan yang paling tepat sesuai kondisinya. Banyak kasus penyakit jantung koroner yang sudah berada pada tahap kompleks sehingga tidak lagi cukup ditangani hanya dengan pemasangan ring dan di sinilah bedah jantung berperan penting.
Melalui proctorship internasional ini, kami ingin memastikan bahwa setiap keputusan klinis didukung kompetensi terbaik dan standar yang setara dengan pusat-pusat kardiovaskular dunia,” ujar dr. Karina Arifiani, M.Sc, Hospital Director Siloam Heart Hospital.
Untuk semakin menguatkan kompetensi, Siloam Heart Hospital menyelenggarakan Program Proktor Klinik bersama ahli bedah jantung internasional Prof. Oleksandr Babliak, M.D., Ph.D., Chief of Cardiac Surgery Department Dobrobut Medical Network sekaligus Founder of MICS Babliak Academy, Kyiv, Ukraina.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari pada tanggal 25–26 November 2025 ini memiliki rangkaian aktivitas yang mencakup demonstrasi langsung teknik Total Coronary Revascularization via Anterior Thoracotomy (TCRAT), diskusi kasus secara mendalam, bimbingan langsung untuk dokter bedah jantung, serta pemaparan standar internasional terkait teknik Minimally Invasive Cardiac Surgery (MICS).
Baca Juga : 4 Cara Menjaga Kesehatan Jantung Selain Olahraga, Wajib Dicoba untuk Hidup Lebih Sehat
Kegiatan yang dipandu oleh dr. Heston G. B. Napitupulu, Sp.BTKV(K), MARS, selaku Chief of Cardiac Surgery Department Siloam Heart Hospital sekaligus operator utama, ini juga diikuti oleh segenap tim dokter bedah toraks kardiovaskular, tim anestesi kardiovaskular, tim kardiologi, dan tenaga medis pendukung lainnya.
Sebagai rumah sakit yang terus mendorong transformasi layanan bedah jantung, Siloam Heart Hospital juga mengimplementasikan teknik MICS, sebagai bagian dari roadmap layanan bedah jantung modern. Teknik ini memungkinkan operasi dilakukan melalui sayatan kecil tanpa membuka tulang dada secara penuh, sehingga mempercepat pemulihan pasien.
“Pada teknik MICS, akses ke jantung dilakukan tanpa membedah tulang dada. Sayatan kecil di sela tulang rusuk sudah cukup untuk mencapai area yang diperlukan sehingga pemulihan pasien dapat berlangsung lebih cepat. Namun, tidak semua pasien penyakit jantung koroner dapat menjalani teknik ini; kami tetap menilai kondisi anatomi, fungsi jantung, dan komorbid secara menyeluruh. Pendekatan individual sangat penting agar hasil operasi tetap aman dan optimal” jelas dr. Heston.
Baca Juga : Cuaca Panas Terik Berbahaya Bagi Tubuh, Ini 4 Tips Mudah Mencegah Heatstroke
Melalui proctorship internasional ini, Siloam Heart Hospital menegaskan perannya sebagai pusat layanan unggulan kardiovaskular berstandar global yang tidak hanya berfokus pada keberhasilan tindakan, tetapi juga pada pengembangan kompetensi tenaga medis khususnya di bidang bedah jantung di Indonesia.
Dengan mengintegrasikan keahlian global, memperkuat kapasitas tim medis, serta menghadirkan teknologi dan teknik operasi modern, Siloam Heart Hospital berkomitmen untuk terus memberikan hasil klinis yang optimal dan pengalaman perawatan terbaik bagi setiap pasien.
“Komitmen kami adalah memastikan bahwa pasien mendapatkan penanganan yang paling tepat sesuai kondisinya. Banyak kasus penyakit jantung koroner yang sudah berada pada tahap kompleks sehingga tidak lagi cukup ditangani hanya dengan pemasangan ring dan di sinilah bedah jantung berperan penting.
Melalui proctorship internasional ini, kami ingin memastikan bahwa setiap keputusan klinis didukung kompetensi terbaik dan standar yang setara dengan pusat-pusat kardiovaskular dunia,” ujar dr. Karina Arifiani, M.Sc, Hospital Director Siloam Heart Hospital.
(wur)
Lihat Juga :