Rumah Warga 350 Meter Disulap Jadi Galeri Lukisan di Cartoon Village Purbalingga

Minggu, 30 November 2025 - 20:00 WIB
loading...
Rumah Warga 350 Meter...
Sebuah tonggak baru dalam perjalanan seni dan budaya Indonesia resmi lahir di Purbalingga. Foto/istimewa
A A A
PURBALINGGA - Sebuah tonggak baru dalam perjalanan seni dan budaya Indonesia resmi lahir di Purbalingga. Cartoon Village Direja, desa seni dengan galeri lukisan kartun terpanjang pertama di Indonesia, akhirnya diluncurkan setelah melalui proses kreatif yang berjalan selama 1.908 hari. Desa ini kini dinobatkan sebagai The Center of Cartoon Paintings Indonesia, menjadikannya ikon baru wisata seni nasional.

Lima tahun yang lalu, perjalanan ini berawal dari tempat yang amat sederhana—sebuah bekas kandang ayam yang diubah menjadi ruang belajar seni. Ruang kecil itu kemudian menjadi Kie Art Cartoon School, diinisiasi secara swadaya oleh dua pegiat seni, Slamet Santosa dan Gita Yohanna Thomdean. Menggunakan pintu dan jendela bekas, sekolah tersebut menjadi wadah bagi anak-anak dan pemuda desa untuk belajar dan berkreasi tanpa dipungut biaya. Dari ruang inilah sebuah gerakan lahir.

Tanggal 9 September 2020 menjadi momen bersejarah dengan lahirnya Kie Pemuda Seni, yang berkembang menjadi berbagai kelompok:Kie Kartun Ageng – Alit, Kie Karawitan Ageng – Alit, Kie Akustik, Kie Tari Ageng – Alit, Kie Wayang, dan Kie Tradisi. Pada tahun yang sama, dimulailah rintisan Cartoon Village, sebagai upaya mewujudkan desa seni kartun pertama di Indonesia.

Perjalanan lima tahun ini ditandai oleh lahirnya banyak karya: Jingle Desa, lagu-lagu karawitan baru, Tari Legenda Ujungan, puluhan lukisan, Wayang Kartun, hingga pementasan besar bertajuk “The Light” dan “Gemah Ripah Loh Jinawi” di Padma Legian Bali, sebuah pertunjukan kolaboratif berdurasi dua jam yang melibatkan seluruh kelompok seni.

Peresmian oleh Bupati Purbalingga

Opening ceremony dibuka secara resmi oleh Bupati Purbalingga, H. Fahmi M. Hanif, melalui pemukulan gong, yang kemudian dilanjutkan dengan pemecahan kendil oleh Slamet Santosa selaku Pegiat Kie Art. Momentum ini turut disempurnakan dengan pemotongan tumpeng oleh Gita Yohanna Thomdean, pegiat sekaligus Founder Kie Art Project, yang selanjutnya menyerahkan tumpeng tersebut kepada Bupati serta Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani, S.E., M.M.

Melalui simbolisasi ini, Gita Yohanna berharap agar pemerintah daerah, khususnya Bapak Bupati, dapat memberikan perhatian yang lebih besar terhadap pelestarian seni dan budaya di Kabupaten Purbalingga sebagai warisan yang patut dijaga dan terus dihidupkan.

Menurut Slamet Santosa, Founder Kie Art Project, deretan rumah warga sepanjang 350 meter di desa kini menjelma menjadi galeri seni rakyat yang hidup, menampilkan lukisan kartun bertema tradisi dan kearifan lokal. Di setiap rumah, terpajang karya para perupa asli Purbalingga—seperti Budija, Aprianto, Darmawan, Zali, Amru, Alexa, Tria Novanda, dan Rakhma—sehingga desa ini tidak hanya menjadi tujuan wisata budaya, tetapi juga ruang apresiasi yang memberi panggung bagi seniman daerah.

Lebih dari itu, setiap karya yang dipamerkan di rumah warga memiliki potensi nilai ekonomi: bila lukisan terjual, pemilik rumah akan menerima persentase dari hasil penjualan sebagai bentuk penghargaan dari para pegiat atas peran mereka menjaga, merawat, dan menjadi bagian dari ekosistem seni yang tumbuh di desa tersebut.

Opening Unik: Desa Menjadi Panggung

Gita Yohanna Thomdean menjelaskan bahwa keunikan acara peresmian terletak pada pelaksanaannya yang digelar pada malam hari. Pencahayaan dari lampu-lampu anyaman khas desa menciptakan suasana hangat dan autentik. Seluruh jalan desa diubah menjadi panggung seni, lengkap dengan pertunjukan tari, musik tradisional, karawitan, dolanan bocah, hingga instalasi seni di setiap sudut.

Pengunjung juga dapat menikmati mini bioskop desa yang memutar film dokumenter yang disutradarai oleh Gita Yohanna Thomdean, menceritakan perjalanan Pemuda Kie Seni dan Kie Art Projects.

Selain itu, pengunjung dihimbau untuk mengenakan busana bergaya stylish dengan sentuhan tradisional seperti kebaya dan batik modern—sebuah upaya menghidupkan kembali kecintaan generasi muda terhadap estetika budaya lokal. Beragam kuliner tradisional khas Purbalingga juga disajikan gratis sebagai bagian dari edukasi budaya.

Peluncuran Buku dan Jingle Terbaru

Acara pembukaan juga dirangkaikan dengan peluncuran buku “Penghuni Bumi” dari Perpustakaan Bumi, sebuah inisiatif dari Pegiat Kie Art untuk memberi ruang bagi para pegiat literasi. Buku tersebut ditulis oleh 8 penulis sebagai bentuk kontribusi terhadap ekosistem literasi desa. Nama para penulis diantaranya : Gita Yohanna Thomdean ,Muhammad Wafa,Mei Sandra Al A’raaf,Aziz Amerul Faozi,Tria Wilibrodus Megandika Wicaksono, Anisa Rakhma Nur Azizah,Alexa Rakhmadani.

Selain itu, turut diperkenalkan Jingle terbaru Cartoon Village Direja, hasil kolaborasi Kie Art dengan kelompok musik Svara Ganza yang mengusung gaya musik kontemporer–etnik.

Destinasi Seni Baru Indonesia

Cartoon Village Direja hadir sebagai ruang edukasi, rekreasi, sekaligus petualangan yang menyenangkan dan membahagiakan, di mana desa berubah menjadi panggung kesenian itu sendiri. Pengalaman berkunjung menjadi semakin berkesan melalui beragam pilihan aktivitas seperti workshop kreatif, mini pertunjukan, hingga program “Live in The Village” yang memungkinkan pengunjung merasakan langsung kehidupan dan budaya masyarakat setempat. Mari berkunjung ke Cartoon Village Direja, Kecamatan Kaligondang, Purbalingga—tempat di mana seni, budaya, dan kebahagiaan tumbuh bersama.

(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
ART with HEART 2026...
ART with HEART 2026 Perluas Akses Seniman Difabel ke Dunia Seni dan Pasar Kreatif
Bersaing dengan 10 Negara,...
Bersaing dengan 10 Negara, Seniman Asal Malang Raih Juara Colour4Life Asia Pacific
Eksplorasi Filosofi...
Eksplorasi Filosofi Jawa dalam Pameran Lukisan Smara Bhumi
Seni Gambar Bambang...
Seni Gambar Bambang Asrini tentang Ibu dan Nilai Kebangsaan
Tujuh Pelukis Gelar...
Tujuh Pelukis Gelar Pameran Bertajuk Renjana di Balai Budaya
Netizen Puji SBY Melukis...
Netizen Puji SBY Melukis Bareng Pelukis Jerman: The Real Menikmati Masa Pensiun
Pameran Lukisan Wajah...
Pameran Lukisan Wajah 80 Tokoh
Diberkati Paus Fransiskus,...
Diberkati Paus Fransiskus, Nilai Lukisan Denny JA Diprediksi Tembus Rp34 Miliar
Momen Anies Tanda Tangani...
Momen Anies Tanda Tangani Lukisan Karya Pelajar SMA saat Open House Lebaran
Rekomendasi
Nilai Hakim Abaikan...
Nilai Hakim Abaikan Fakta Persidangan, Nadiem Makarim Bakal Lapor ke KY
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Berjasa Besar bagi Bahasa...
Berjasa Besar bagi Bahasa dan Budaya, Sutan Takdir Alisjahbana Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Berita Terkini
Sunscreen Ringan Jadi...
Sunscreen Ringan Jadi Pilihan Perlindungan Kulit Harian di Iklim Tropis
Mencicipi Lima Abad...
Mencicipi Lima Abad Jakarta dari Meja Makan, Warisan Kuliner Peranakan di Kota Tua
GSDC 2026 di ICE BSD...
GSDC 2026 di ICE BSD Perkuat Posisi Indonesia dalam Industri MICE Berkelanjutan
Usia 30-an Lutut Mulai...
Usia 30-an Lutut Mulai Rewel? Mengapa Welmove Bukan Hanya Suplemen untuk Orang Tua
My Devil President:...
My Devil President: Microdrama CEO yang Penuh Plot Twist
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama Swift Vows Love Story Unfolds di V+Short, Kisah Cinta CEO
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved