Hanya dari Lagu Natal Ini, Mariah Carey Dapat Royalti Rp49 Miliar Tiap Tahun
Senin, 01 Desember 2025 - 09:35 WIB
loading...
Mariah Carey. Foto/Rolling Stone
A
A
A
JAKARTA - Penyanyi Amerika Mariah Carey menerima royalti hingga $3 juta atau setara Rp49 milliar per tahun hanya dari lagu "All I Want for Christmas Is You". Bila dihitung, sejak lagu natal tersebut dirilis, Mariah Carey sudah menghasilkan $100 juta.
Awal bulan ini, penyanyi berusia 56 tahun itu merilis sebuah video untuk menarik perhatian pengguna media sosial ke lagu Natal terpopulernya yang pertama kali dirilis pada tahun 1994.
Video berjudul "It’s Time" ini melanjutkan tradisi tahunannya untuk mengingatkan dunia akan lagu klasiknya, yang telah ditonton 825 juta kali selama 16 tahun terakhir di YouTube.
Baca Juga : Ed Sheeran Curhat Perjuangan Menikahi Cherry Seaborn di Album Barunya
"All I Want for Christmas Is You", yang saat ini menduduki peringkat teratas dalam daftar Holiday 100 Billboard, menghasilkan royalti sebesar $60 juta atau setara Rp1 miliar ketika pertama kali dirilis tiga dekade lalu, menurut Forbes.
Namun, angkanya tidak berhenti di situ. The Economist memperkirakan ia meraup sekitar $2,5 juta atau setara Rp33 miliar royalti tahunan dari lagu tersebut, sementara The New York Post memperkirakan angkanya bisa $3 juta (Rp 49 miliar).
Firma hukum Manatt, Phelps & Phillips memperkirakan lagu tersebut telah menghasilkan total $103 juta atau setara Rp1,7 triliubn secara global sejak debutnya, dari sumber-sumber seperti streaming, penjualan album, dan unduhan lagu.
Baca Juga : Melania Trump Luncurkan Muse Film, Siap Bikin Gegerkan dengan Dokumenter Perdananya
Sebagai penampil, penulis lagu, dan produser lagu, Carey kemungkinan besar menerima sebagian besar pendapatan tersebut, tambahnya.
Penulis lagu dan penerbit di AS menerima royalti ketika sebuah lagu diputar di depan umum di TV, radio, atau di restoran dan toko.
Ini berarti Carey menerima royalti setiap kali versi "All I Want for Christmas Is You" diputar di depan umum. Lebih dari 150 penampil telah merekam versi lagu tersebut, menurut organisasi hak cipta ASCAP.
Tahun lalu, Spotify menyatakan bahwa lagu pop tersebut merupakan lagu liburan pertama yang melampaui 2 miliar streaming global.
Lagu tersebut telah menjadi lagu No. 1 secara global pada Hari Natal setiap tahun sejak 2016, menurut Spotify.
Carey selama initelah dinobatkan sebagai salah satu "penyanyi terhebat sepanjang masa" oleh majalah musik Rolling Stone. Pemenang lima penghargaan Grammy ini telah memiliki 19 lagu yang memuncaki Billboard Hot 100.
Sebelumnya, ia mengatakan kepada ABC News bahwa lagu tersebut berasal dari keinginannya untuk menciptakan karya musik ikonis untuk Natal.
"Tujuan saya adalah menciptakan sesuatu yang abadi, jadi tidak terasa seperti tahun 90-an, saat saya menulisnya," ujar Mariah Carey.
"Saya mengerjakannya sendiri ... dengan keyboard Casio kecil ini, menuliskan kata-kata, dan berpikir, 'Apa yang saya pikirkan saat Natal? Apa yang saya sukai? Apa yang saya inginkan? Apa yang saya impikan?' Dan itulah yang memulainya." katanya.
Awal bulan ini, penyanyi berusia 56 tahun itu merilis sebuah video untuk menarik perhatian pengguna media sosial ke lagu Natal terpopulernya yang pertama kali dirilis pada tahun 1994.
Video berjudul "It’s Time" ini melanjutkan tradisi tahunannya untuk mengingatkan dunia akan lagu klasiknya, yang telah ditonton 825 juta kali selama 16 tahun terakhir di YouTube.
Baca Juga : Ed Sheeran Curhat Perjuangan Menikahi Cherry Seaborn di Album Barunya
"All I Want for Christmas Is You", yang saat ini menduduki peringkat teratas dalam daftar Holiday 100 Billboard, menghasilkan royalti sebesar $60 juta atau setara Rp1 miliar ketika pertama kali dirilis tiga dekade lalu, menurut Forbes.
Namun, angkanya tidak berhenti di situ. The Economist memperkirakan ia meraup sekitar $2,5 juta atau setara Rp33 miliar royalti tahunan dari lagu tersebut, sementara The New York Post memperkirakan angkanya bisa $3 juta (Rp 49 miliar).
Firma hukum Manatt, Phelps & Phillips memperkirakan lagu tersebut telah menghasilkan total $103 juta atau setara Rp1,7 triliubn secara global sejak debutnya, dari sumber-sumber seperti streaming, penjualan album, dan unduhan lagu.
Baca Juga : Melania Trump Luncurkan Muse Film, Siap Bikin Gegerkan dengan Dokumenter Perdananya
Sebagai penampil, penulis lagu, dan produser lagu, Carey kemungkinan besar menerima sebagian besar pendapatan tersebut, tambahnya.
Penulis lagu dan penerbit di AS menerima royalti ketika sebuah lagu diputar di depan umum di TV, radio, atau di restoran dan toko.
Ini berarti Carey menerima royalti setiap kali versi "All I Want for Christmas Is You" diputar di depan umum. Lebih dari 150 penampil telah merekam versi lagu tersebut, menurut organisasi hak cipta ASCAP.
Tahun lalu, Spotify menyatakan bahwa lagu pop tersebut merupakan lagu liburan pertama yang melampaui 2 miliar streaming global.
Lagu tersebut telah menjadi lagu No. 1 secara global pada Hari Natal setiap tahun sejak 2016, menurut Spotify.
Carey selama initelah dinobatkan sebagai salah satu "penyanyi terhebat sepanjang masa" oleh majalah musik Rolling Stone. Pemenang lima penghargaan Grammy ini telah memiliki 19 lagu yang memuncaki Billboard Hot 100.
Sebelumnya, ia mengatakan kepada ABC News bahwa lagu tersebut berasal dari keinginannya untuk menciptakan karya musik ikonis untuk Natal.
"Tujuan saya adalah menciptakan sesuatu yang abadi, jadi tidak terasa seperti tahun 90-an, saat saya menulisnya," ujar Mariah Carey.
"Saya mengerjakannya sendiri ... dengan keyboard Casio kecil ini, menuliskan kata-kata, dan berpikir, 'Apa yang saya pikirkan saat Natal? Apa yang saya sukai? Apa yang saya inginkan? Apa yang saya impikan?' Dan itulah yang memulainya." katanya.
(wur)
Lihat Juga :