YHS Church Raih Pengakuan dan Terus Dorong Perubahan Positif Jemaat
Rabu, 10 Desember 2025 - 09:15 WIB
loading...
Kehidupan beragama di Indonesia terus berkembang dengan cara yang berbeda-beda. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Kehidupan beragama di Indonesia terus berkembang dengan cara yang berbeda-beda. Banyak orang kini melihat kegiatan ibadah bukan hanya sebagai rutinitas, tapi juga sebagai tempat belajar nilai-nilai hidup dan memperkuat komunitas. Gereja dan organisasi keagamaan berusaha menyeimbangkan antara kegiatan rohani dan kepedulian membantu masyarakat.
Selain itu, banyak gereja menekankan pentingnya membentuk jemaat yang memiliki pemahaman dan sikap baik. Tujuannya bukan hanya menambah jumlah jemaat, tapi juga membuat pengalaman rohani setiap orang lebih berarti. Gereja sering mengevaluasi kegiatan mereka untuk melihat dampak nyata bagi jemaat dan masyarakat.
Kegiatan sosial juga menjadi bagian penting dari pelayanan gereja. Contohnya, donor darah, bantuan kemanusiaan, dan pendidikan untuk anak-anak. Keberhasilan kegiatan ini biasanya dilihat dari seberapa banyak orang yang ikut serta dan dampak positif bagi mereka yang telah dibantu.
Di sisi lain, pemahaman ajaran agama tetap menjadi dasar utama. Jemaat didorong untuk hidup sesuai nilai-nilai Kristiani. Dengan cara ini, gereja mendampingi jemaat dalam menghadapi masalah sehari-hari sekaligus tetap menjalankan ajaran agama dengan baik.
YHS Church adalah gereja yang menekankan perubahan hidup jemaat sebagai hal utama, sekaligus memberi perhatian kuat pada pengajaran Kekristenan sejati.
Salah satunya, gereja ini meyakini bahwa Kekristenan Indonesia pada akhirnya akan mengenal, mengakui, dan menerima bahwa Nama Bapa di surga adalah YHWH.
Keberhasilan pelayanan di YHS Church diukur melalui dua aspek: pertumbuhan iman dan data statistik. Melalui iman, kami percaya anugerah dan perkenanan Tuhan mentransformasi hidup jemaat yang semakin berkualitas, sedangkan melalui statistik kuantitatif, terlihat perkembangan jumlah jemaat, kelompok sel, dan kegiatan-kegiatan yang berdampak.
Dengan demikian, keberhasilan dipahami bukan hanya dari sisi rohani, tetapi juga dari hasil nyata yang dapat diamati.
Selain pertumbuhan rohani, YHS Church juga dikenal atas berbagai pencapaian sosial yang berdampak luas. Gereja ini tercatat sebagai gereja pertama di Makassar yang melaksanakan vaksinasi COVID-19 bagi lansia, tokoh agama, dan pelayan gereja sebagai bagian dari dukungan terhadap program pemerintah.
Melalui aksi sosialnya menjelang Paskah, mereka berhasil menyalurkan lebih dari 1.000 kotak nasi kepada masyarakat pra-sejahtera di berbagai titik kota.
Pada kegiatan Donor Darah Ramadhan tanggal 9 Mei 2021, YHS Church juga menorehkan prestasi dengan mengumpulkan 1.260 kantong darah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Sulawesi Selatan.
Atas kontribusi besar tersebut, Departemen Wanita YHS menerima penghargaan dari LEPRID (Lembaga Prestasi Indonesia dan Dunia) sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi mereka dalam mendukung kesehatan masyarakat selama pandemi.
Bagi YHS Church, tujuan ke depan bukan sekadar menambah jumlah jemaat atau membuka gereja baru.
“Banyak organisasi, dalam hal ini gereja, pasti memiliki target kuantitatif dari peningkatan banyaknya jumlah jemaat atau perintisan gereja baru. Kami tidak memungkiri hal tersebut. Juga menjadi harapan kami ke depannya, namun saat ini yang menjadi prioritas kami adalah sekali lagi, membangun SDM di dalam Kristus, memiliki transformasi hidup inside-outside, dan lainnya pasti akan mengikuti,” kata Ps Garry Jordan, Ketua Sinode Gereja YHS.
Fokusnya adalah membentuk jemaat yang mengalami transformasi dari dalam, sehingga perubahan positif akan terlihat di semua aspek kehidupan, secara vertikal dengan Pencipta-nya, dan secara horizontal dengan sesama-nya.
Selain itu, banyak gereja menekankan pentingnya membentuk jemaat yang memiliki pemahaman dan sikap baik. Tujuannya bukan hanya menambah jumlah jemaat, tapi juga membuat pengalaman rohani setiap orang lebih berarti. Gereja sering mengevaluasi kegiatan mereka untuk melihat dampak nyata bagi jemaat dan masyarakat.
Kegiatan sosial juga menjadi bagian penting dari pelayanan gereja. Contohnya, donor darah, bantuan kemanusiaan, dan pendidikan untuk anak-anak. Keberhasilan kegiatan ini biasanya dilihat dari seberapa banyak orang yang ikut serta dan dampak positif bagi mereka yang telah dibantu.
Di sisi lain, pemahaman ajaran agama tetap menjadi dasar utama. Jemaat didorong untuk hidup sesuai nilai-nilai Kristiani. Dengan cara ini, gereja mendampingi jemaat dalam menghadapi masalah sehari-hari sekaligus tetap menjalankan ajaran agama dengan baik.
YHS Church adalah gereja yang menekankan perubahan hidup jemaat sebagai hal utama, sekaligus memberi perhatian kuat pada pengajaran Kekristenan sejati.
Salah satunya, gereja ini meyakini bahwa Kekristenan Indonesia pada akhirnya akan mengenal, mengakui, dan menerima bahwa Nama Bapa di surga adalah YHWH.
Keberhasilan pelayanan di YHS Church diukur melalui dua aspek: pertumbuhan iman dan data statistik. Melalui iman, kami percaya anugerah dan perkenanan Tuhan mentransformasi hidup jemaat yang semakin berkualitas, sedangkan melalui statistik kuantitatif, terlihat perkembangan jumlah jemaat, kelompok sel, dan kegiatan-kegiatan yang berdampak.
Dengan demikian, keberhasilan dipahami bukan hanya dari sisi rohani, tetapi juga dari hasil nyata yang dapat diamati.
Selain pertumbuhan rohani, YHS Church juga dikenal atas berbagai pencapaian sosial yang berdampak luas. Gereja ini tercatat sebagai gereja pertama di Makassar yang melaksanakan vaksinasi COVID-19 bagi lansia, tokoh agama, dan pelayan gereja sebagai bagian dari dukungan terhadap program pemerintah.
Melalui aksi sosialnya menjelang Paskah, mereka berhasil menyalurkan lebih dari 1.000 kotak nasi kepada masyarakat pra-sejahtera di berbagai titik kota.
Pada kegiatan Donor Darah Ramadhan tanggal 9 Mei 2021, YHS Church juga menorehkan prestasi dengan mengumpulkan 1.260 kantong darah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Sulawesi Selatan.
Atas kontribusi besar tersebut, Departemen Wanita YHS menerima penghargaan dari LEPRID (Lembaga Prestasi Indonesia dan Dunia) sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi mereka dalam mendukung kesehatan masyarakat selama pandemi.
Bagi YHS Church, tujuan ke depan bukan sekadar menambah jumlah jemaat atau membuka gereja baru.
“Banyak organisasi, dalam hal ini gereja, pasti memiliki target kuantitatif dari peningkatan banyaknya jumlah jemaat atau perintisan gereja baru. Kami tidak memungkiri hal tersebut. Juga menjadi harapan kami ke depannya, namun saat ini yang menjadi prioritas kami adalah sekali lagi, membangun SDM di dalam Kristus, memiliki transformasi hidup inside-outside, dan lainnya pasti akan mengikuti,” kata Ps Garry Jordan, Ketua Sinode Gereja YHS.
Fokusnya adalah membentuk jemaat yang mengalami transformasi dari dalam, sehingga perubahan positif akan terlihat di semua aspek kehidupan, secara vertikal dengan Pencipta-nya, dan secara horizontal dengan sesama-nya.
(dra)
Lihat Juga :