Viral Curhatan Psikolog: Klien Depresi Bukan Masalah Pribadi, tapi Karena Negara
Senin, 22 Desember 2025 - 16:24 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut Lya mengatakan bahwa untuk menyelesaikan maslah tersebut, tak bisa dilakukan dengan konsultasi lewat psikolog. Ia menyarankan orang-orang yang merasakan tekanan serupa perlu bertemu dan saling mendengar.
Menurutnya proses berbagi ini dapat membuat seseorang merasa tidak sendirian dan mendorong terbentuknya solidaritas yang memberi kekuatan.
Lya juga terus menyemangati mereka yang sudah depresi terhadap situasi ini. Ia mengatakan untuk jangan meremehkan suaranya sendiri. Setiap individu, sekecil apa pun suaranya, punya peran dalam memperbaiki negara.
"Tinggal, kalian mau enggak berjejaring dan saling bekerja sama? Pesanku terakhir, cari teman di sekitar kalian. Jangan jalan sendiri, jangan sakit hati sendiri, dan jangan sampai mati sendiri," tuturnya.
Dalam video, Lya juga menegaskan bahwa mengalami kesedihan, kemarahan, atau menangis berkepanjangan hingga memicu keluhan fisik tidak serta-merta berarti seseorang mengalami gangguan mental.
Menurutnya, ukuran kesehatan mental justru terletak pada kemampuan seseorang merespons situasi secara tepat. "Kamu disebut sehat mental kalau kamu bisa menunjukkan respons yang sesuai dengan stimulusnya. Kalau ada yang bikin sakit, ya kamu sakit. Kalau ada yang bikin senang, ya kamu bahagia."
Menurutnya kemarahan dan kesedihanmu adalah respons normal dalam situasi yang abnormal. Apapun emosi yang kamu rasakan terhadap sesuatu, biasa dikenal dengan respons stres.
Menurutnya proses berbagi ini dapat membuat seseorang merasa tidak sendirian dan mendorong terbentuknya solidaritas yang memberi kekuatan.
Lya juga terus menyemangati mereka yang sudah depresi terhadap situasi ini. Ia mengatakan untuk jangan meremehkan suaranya sendiri. Setiap individu, sekecil apa pun suaranya, punya peran dalam memperbaiki negara.
"Tinggal, kalian mau enggak berjejaring dan saling bekerja sama? Pesanku terakhir, cari teman di sekitar kalian. Jangan jalan sendiri, jangan sakit hati sendiri, dan jangan sampai mati sendiri," tuturnya.
Dalam video, Lya juga menegaskan bahwa mengalami kesedihan, kemarahan, atau menangis berkepanjangan hingga memicu keluhan fisik tidak serta-merta berarti seseorang mengalami gangguan mental.
Menurutnya, ukuran kesehatan mental justru terletak pada kemampuan seseorang merespons situasi secara tepat. "Kamu disebut sehat mental kalau kamu bisa menunjukkan respons yang sesuai dengan stimulusnya. Kalau ada yang bikin sakit, ya kamu sakit. Kalau ada yang bikin senang, ya kamu bahagia."
Menurutnya kemarahan dan kesedihanmu adalah respons normal dalam situasi yang abnormal. Apapun emosi yang kamu rasakan terhadap sesuatu, biasa dikenal dengan respons stres.
(wur)
Lihat Juga :