Viral Curhatan Psikolog: Klien Depresi Bukan Masalah Pribadi, tapi Karena Negara
Senin, 22 Desember 2025 - 16:24 WIB
loading...
A
A
A
Curhatan dua klien tersebut ternyata membuat Lya suasana hati psikolog itu turut terkuras. Ia yang selama ini mengira bahwa stres karena masalah politik dan tekanan sosial hanya ada di dunia maya, terbantahkan. Kini dia menghadapi langsung yang seperti itu.
Baca Juga : Jangan Asal Minum Obat, Ini Efek Samping Antidepresan bagi Kesehatan Mental
Pengalaman Lya yang diunggah di media sosial inipun langsung mendapat respon yang luar biasa. Warganet ternyata banyak yang mengaku juga mengalami hal yang sama dengan kedua klien Lya.
IG @lyafahmi
Rata-rata mereka mengeluh dan putus asa melihat berbagai persoalan negara, mulai dari penanganan bencana hingga kebijakan publik yang dianggap tidak mendengarkan suara rakyat.
"Aku nulis gini karena butuh menyalurkan emosi yang terkuras karena menemani klien yang segitu nangis dan marahnya melihat apa yang dipertontonkan oleh pejabat negara," ujarnya.
"Karena banyak netizen yang merespons kalau mereka merasakan hal yang sama, jadi aku akan share jawabanku ke klien itu untuk kalian semua," lanjutnya.
Dalam penjelasannya, ia menyampaikan tiga poin utama. Pertama, penderitaan bersama tidak bisa ditangani sendirian.
"Penderitaan kolektif enggak bisa diselesaikan dengan pendekatan individual. Kemarahan terhadap negara, solusinya bukan curhat ke psikolog. Percuma, psikolognya udah stres juga," jelasnya.
Baca Juga : Jangan Asal Minum Obat, Ini Efek Samping Antidepresan bagi Kesehatan Mental
Pengalaman Lya yang diunggah di media sosial inipun langsung mendapat respon yang luar biasa. Warganet ternyata banyak yang mengaku juga mengalami hal yang sama dengan kedua klien Lya.

IG @lyafahmi
Rata-rata mereka mengeluh dan putus asa melihat berbagai persoalan negara, mulai dari penanganan bencana hingga kebijakan publik yang dianggap tidak mendengarkan suara rakyat.
"Aku nulis gini karena butuh menyalurkan emosi yang terkuras karena menemani klien yang segitu nangis dan marahnya melihat apa yang dipertontonkan oleh pejabat negara," ujarnya.
"Karena banyak netizen yang merespons kalau mereka merasakan hal yang sama, jadi aku akan share jawabanku ke klien itu untuk kalian semua," lanjutnya.
Dalam penjelasannya, ia menyampaikan tiga poin utama. Pertama, penderitaan bersama tidak bisa ditangani sendirian.
"Penderitaan kolektif enggak bisa diselesaikan dengan pendekatan individual. Kemarahan terhadap negara, solusinya bukan curhat ke psikolog. Percuma, psikolognya udah stres juga," jelasnya.
Lihat Juga :