Dari Taman hingga Sudut Kota: Soundrenaline Sana Sini Jakarta Jadi Ruang Kolektif Musik dan Seni
Rabu, 24 Desember 2025 - 13:03 WIB
loading...
A
A
A
Di district ini pula, THE LAB hadir sebagai ruang diskusi dan pertukaran ide. Melalui music talks, hearing session, dan berbagai workshop, pengunjung diajak mengenal proses kreatif di balik panggung. Aktivitas The Space di Blok M turut dimeriahkan oleh Press Print Party, Photo Walk Ramean, dan JICAF, yang menghadirkan pasar kreatif, silkscreen printing langsung, serta workshop zine.
Sementara itu, Istora District menghadirkan spektrum emosi yang lebih intim. Bertempat di Bengkel Space dan Lucy in the Sky, district ini menampilkan Bilal Indrajaya & The Gentlemen, Pamungkas, Sal Priadi, Bernadya, Barasuara, hingga Treeshome.
Treeshome, grup folk-etnik asal Maluku Utara, menyebut Soundrenaline sebagai panggung penting bagi musisi dari Indonesia Timur. “Soundrenaline memberikan spotlight yang sangat kami butuhkan untuk menunjukkan keberagaman musik di Ternate,” ujar mereka.
Momen internasional hadir lewat penampilan Peter Bjorn and John. Trio indie pop asal Swedia ini untuk pertama kalinya tampil di Jakarta dengan set khusus album Writer’s Block. “Kami belum pernah main di sini sebelumnya. Kejutannya bagi penonton Indonesia adalah kami ada di sini. Kami berharap bisa kembali lagi ke Indonesia,” ungkap mereka.
Perspektif industri global datang dari Max Thomas, kurator Secretly Distribution. “Saya sudah melihat begitu banyak musik dalam tiga hari terakhir yang tidak akan pernah saya temukan sendiri. Festival ini sangat membantu. Saya melihat beberapa artis yang menurut saya bisa bekerja dengan baik secara internasional, seperti Murphy Radio dan Isyana Sarasvati. Bermain di acara seperti ini sudah menempatkan mereka di radar internasional,” ujarnya.
Soundrenaline Sana Sini di Jakarta menegaskan festival musik dan seni sebagai bagian dari gaya hidup urban. Lebih dari sekadar rangkaian konser, ia menjadi perjalanan, percakapan, dan perayaan kota. Desember ini, Soundrenaline tidak meminta Jakarta datang ke festival. Soundrenaline datang ke Jakarta, sana dan sini.
Sementara itu, Istora District menghadirkan spektrum emosi yang lebih intim. Bertempat di Bengkel Space dan Lucy in the Sky, district ini menampilkan Bilal Indrajaya & The Gentlemen, Pamungkas, Sal Priadi, Bernadya, Barasuara, hingga Treeshome.
Treeshome, grup folk-etnik asal Maluku Utara, menyebut Soundrenaline sebagai panggung penting bagi musisi dari Indonesia Timur. “Soundrenaline memberikan spotlight yang sangat kami butuhkan untuk menunjukkan keberagaman musik di Ternate,” ujar mereka.
Momen internasional hadir lewat penampilan Peter Bjorn and John. Trio indie pop asal Swedia ini untuk pertama kalinya tampil di Jakarta dengan set khusus album Writer’s Block. “Kami belum pernah main di sini sebelumnya. Kejutannya bagi penonton Indonesia adalah kami ada di sini. Kami berharap bisa kembali lagi ke Indonesia,” ungkap mereka.
Perspektif industri global datang dari Max Thomas, kurator Secretly Distribution. “Saya sudah melihat begitu banyak musik dalam tiga hari terakhir yang tidak akan pernah saya temukan sendiri. Festival ini sangat membantu. Saya melihat beberapa artis yang menurut saya bisa bekerja dengan baik secara internasional, seperti Murphy Radio dan Isyana Sarasvati. Bermain di acara seperti ini sudah menempatkan mereka di radar internasional,” ujarnya.
Soundrenaline Sana Sini di Jakarta menegaskan festival musik dan seni sebagai bagian dari gaya hidup urban. Lebih dari sekadar rangkaian konser, ia menjadi perjalanan, percakapan, dan perayaan kota. Desember ini, Soundrenaline tidak meminta Jakarta datang ke festival. Soundrenaline datang ke Jakarta, sana dan sini.
(unt)
Lihat Juga :