Mengenal IBD, Penyakit Radang Usus Kronis yang Sering Disangka Gangguan Pencernaan Biasa

Selasa, 27 Januari 2026 - 08:40 WIB
loading...
A A A
Padahal, keterlambatan diagnosis dan terapi dapat meningkatkan risiko perburukan penyakit, rawat inap berulang, hingga komplikasi serius seperti perdarahan saluran cerna, obstruksi usus, fistula, serta peningkatan risiko kanker kolorektal.

Prof. dr. Marcellus Simadibrata, Ph.D, Sp.PD-KGEH, FACG, FASGE, FINASIM, Spesialis Penyakit Dalam bidang Gastroenterologi-Hepatologi di RS Abdi Waluyo mengatakan, penegakan diagnosis IBD sendiri membutuhkan pendekatan yang komprehensif dan teliti.

Baca Juga : Mengenal Kolonoskopi, Prosedur Pemeriksaan Usus yang Sempat Akan Dijalani Lula Lahfah

Selain evaluasi klinis, diagnosis perlu didukung oleh pemeriksaan endoskopi, histopatologi, serta pemeriksaan penunjang lainnya untuk membedakan IBD dari penyakit lain yang menyerupai, termasuk infeksi saluran cerna dan tuberkulosis usus yang masih cukup tinggi prevalensinya di Indonesia.

“Setelah diagnosis IBD ditegakkan, tantangan terbesar berikutnya adalah menentukan strategi penanganan yang tepat sejak dini. Keterlambatan diagnosis maupun inisiasi terapi dapat meningkatkan risiko perburukan penyakit, rawat inap berulang, hingga komplikasi serius seperti perdarahan, obstruksi usus, fistula, dan peningkatan risiko kanker kolorektal," jelas Prof Marcel.

Prof. Marcel menegaskan bahwa penanganan IBD tidak dapat dilakukan secara sederhana atau seragam. Setelah diagnosis, pasien perlu melalui evaluasi komprehensif yang mencakup penilaian aktivitas penyakit, eksklusi infeksi tersembunyi, serta penentuan target terapi yang jelas.

“Pendekatan treat-to-target harus menjadi bagian dari praktik klinik, dengan tujuan tidak hanya mengendalikan gejala, tetapi juga mencapai penyembuhan mukosa dan mencegah kerusakan jangka panjang,” ungkapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kenapa Sering Sakit...
Kenapa Sering Sakit Padahal Sudah Makan Sehat? Ini Penjelasan dr. Gia Pratama
Jangan Sepelekan Saluran...
Jangan Sepelekan Saluran Cerna, Deteksi Dini demi Cegah Penyakit Serius
Tembus Pasar Global,...
Tembus Pasar Global, Brand Lokal Queensi Sukses Cetak Rekor 1 Juta Penjualan
Peringatan WDHD 2026,...
Peringatan WDHD 2026, Orang Tua Diajak Pahami Kesehatan Saluran Cerna Anak
7 Manfaat Konsumsi Lemon...
7 Manfaat Konsumsi Lemon Hangat di Pagi Hari, Bisa Turunkan Risiko Kena Batu Ginjal
Tak Harus Minum Obat,...
Tak Harus Minum Obat, Ini Tips Menkes Budi Sadikin Agar Maag Tak Kambuh saat Puasa
Berapa Kebutuhan Serat...
Berapa Kebutuhan Serat Harian Orang Dewasa? Guru Besar IPB Ungkap Angka Idealnya
Pencernaan Sehat, Kunci...
Pencernaan Sehat, Kunci Tumbuh Kembang Optimal Anak
Pusat Khusus Radang...
Pusat Khusus Radang Usus Pertama di Indonesia Hadir di Jakarta
Rekomendasi
Polri Belum Tetapkan...
Polri Belum Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Batu Bara-Asabri
Kardinal Orlando Quevedo...
Kardinal Orlando Quevedo Dianugerahi Harmony in Diversity Award Perdana
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
Berita Terkini
Indonesia Hadirkan 30...
Indonesia Hadirkan 30 Instalasi Seni di Flower Dome Singapura, Tampilkan Pesona Nusantara
Dermaster Gizi, Slimming...
Dermaster Gizi, Slimming & Metabolic Center Resmi Dibuka, Tawarkan Program Diet Personal Berbasis Medis
Info Resmi Undian AQUA...
Info Resmi Undian AQUA Terbaru, Cek Sebelum Klaim Hadiah di AQUA 100% Untung!
Nonton Wake Up, Dad!...
Nonton 'Wake Up, Dad! Wedding Time' di V+Short, Microdrama Komedi Romantis yang Bikin Baper
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama Baby Blessing: Gagal Lahir 3 Kali, Bowie Selamatkan Sang Ibu
Salah Kaprah soal Cara...
Salah Kaprah soal Cara Naik Berat Badan yang Sering Dilakukan Orang Kurus
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved