Bagaimana Penularan Virus Nipah? Ini Penjelasan Ahli Epidemiologi
Minggu, 01 Februari 2026 - 06:30 WIB
loading...
A
A
A
Infeksi pada manusia berkisar dari infeksi tanpa gejala hingga infeksi pernapasan akut (ringan, berat), dan ensefalitis fatal (pembengkakan otak). Orang yang terinfeksi awalnya mengembangkan gejala termasuk demam, sakit kepala, mialgia (nyeri otot), muntah, dan sakit tenggorokan.
Ini dapat diikuti oleh pusing, mengantuk, perubahan kesadaran, dan tanda-tanda neurologis yang menunjukkan ensefalitis akut. Beberapa orang juga dapat mengalami pneumonia atipikal dan masalah pernapasan yang parah, termasuk gangguan pernapasan akut. Ensefalitis dan kejang terjadi pada kasus berat, yang berkembang menjadi koma dalam waktu 24 hingga 48 jam.
WHO mengungkap rasio kematian kasus (CFR) dalam wabah di Bangladesh, India, Malaysia, dan Singapura berkisar antara 40% hingga 75%, tergantung pada kemampuan lokal untuk deteksi dini dan manajemen klinis. Saat ini belum ada obat atau vaksin berlisensi khusus untuk infeksi NiV.
Ini dapat diikuti oleh pusing, mengantuk, perubahan kesadaran, dan tanda-tanda neurologis yang menunjukkan ensefalitis akut. Beberapa orang juga dapat mengalami pneumonia atipikal dan masalah pernapasan yang parah, termasuk gangguan pernapasan akut. Ensefalitis dan kejang terjadi pada kasus berat, yang berkembang menjadi koma dalam waktu 24 hingga 48 jam.
WHO mengungkap rasio kematian kasus (CFR) dalam wabah di Bangladesh, India, Malaysia, dan Singapura berkisar antara 40% hingga 75%, tergantung pada kemampuan lokal untuk deteksi dini dan manajemen klinis. Saat ini belum ada obat atau vaksin berlisensi khusus untuk infeksi NiV.
(nnz)
Lihat Juga :