Makan Sayur Kok Malah Gemuk? Ini Penjelasan Menkes Budi Gunadi
Rabu, 04 Februari 2026 - 07:25 WIB
loading...
A
A
A
Ia menjelaskan, alasan utama mengapa sayur goreng menjadi berbahaya terletak pada struktur fisiknya. Berbeda dengan protein hewani yang teksturnya lebih padat, sayuran memiliki sifat seperti spons dimana rongga yang ada justru menyerap cairan di sekitarnya. Sehingga, saat dimasukkan ke dalam minyak, sayur tidak hanya layu, tetapi juga mengikat minyak tersebut ke dalam serat-seratnya.
"Sayur itu sehat karena dia punya serat dan banyak vitaminnya. Nah, tapi sayur itu juga punya sifat seperti spons. Kalau dia ketemu minyak goreng atau dia digoreng pakai minyak, dia akan menyerap semua minyak masuk ke seluruh serat-serat di dalam sayur ini. Jadi, banyak juga minyak di dalamnya," ungkap dia.
Baca Juga : 5 Cara Menikmati Sayuran agar Imun Tubuh Tetap Kuat Saat Musim Pancaroba
Hal tersebut juga selaras dengan kekhawatiran World Healthy Organization (WHO) atau organisasi kesehatan dunia. Studi internasional menunjukkan bahwa teknik deep-frying pada sayuran dapat meningkatkan kandungan lemak trans dan menghancurkan mikronutrien sensitif panas seperti Vitamin C dan Folat.
Berdasarkan data dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, orang yang paling banyak mengkonsumsi gorengan setiap minggu berpotensi memiliki masalah jantung sebesar 28 persen dibandingkan dengan orang yang tidak terlalu banyak mengkonsumsi. Setiap tambahan 114 gram (4 ons) porsi makanan gorengan per minggu meningkatkan risiko keseluruhan sebesar tiga persen.
"Sayur itu sehat karena dia punya serat dan banyak vitaminnya. Nah, tapi sayur itu juga punya sifat seperti spons. Kalau dia ketemu minyak goreng atau dia digoreng pakai minyak, dia akan menyerap semua minyak masuk ke seluruh serat-serat di dalam sayur ini. Jadi, banyak juga minyak di dalamnya," ungkap dia.
Baca Juga : 5 Cara Menikmati Sayuran agar Imun Tubuh Tetap Kuat Saat Musim Pancaroba
Hal tersebut juga selaras dengan kekhawatiran World Healthy Organization (WHO) atau organisasi kesehatan dunia. Studi internasional menunjukkan bahwa teknik deep-frying pada sayuran dapat meningkatkan kandungan lemak trans dan menghancurkan mikronutrien sensitif panas seperti Vitamin C dan Folat.
Berdasarkan data dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, orang yang paling banyak mengkonsumsi gorengan setiap minggu berpotensi memiliki masalah jantung sebesar 28 persen dibandingkan dengan orang yang tidak terlalu banyak mengkonsumsi. Setiap tambahan 114 gram (4 ons) porsi makanan gorengan per minggu meningkatkan risiko keseluruhan sebesar tiga persen.
Lihat Juga :