Jantung Koroner Penyebab Kematian Terbesar di Indonesia, Ini Dampak jika Takut Bedah Jantung
Senin, 09 Februari 2026 - 07:25 WIB
loading...
A
A
A
dr. Wirya menjelaskan, selama ini operasi jantung identik dengan tindakan besar yang menakutkan seperti tulang dada dibelah, luka panjang, rawat inap lama, serta masa pemulihan yang berbulan-bulan. Hal itu lah yang membuat pasien jantung takut dam memilih untuk bertahan hanya dengan obat-obatan.
“Dulu bedah jantung itu dianggap sesuatu yang horrible, mengerikan,” ujarnya.
Seiring perkembangan teknologi, kini pendekatan bedah jantung mulai dengan teknik yang invasif yang dikenal dengan nama Minimal Invasive Cardiac Surgery with Rapid Recovery (MICRO). Jika biasanya operasi bypass jantung dilakukan dengan membuka tulang dada sepanjang 15 hingga 20 sentimeter, kini sayatan bisa diperkecil menjadi sekitar 7 hingga 8 sentimeter.
Baca Juga : Apakah Penyakit Jantung Koroner Bisa Disembuhkan? Ini Penjelasan Dokter
Tujuan utama dari sayatan kecil bukan sekedar soal estetika, namun untuk menurunkan ketakutan psikologis pasien menjalani pembedahan.
“Dulu bedah jantung itu dianggap sesuatu yang horrible, mengerikan,” ujarnya.
Seiring perkembangan teknologi, kini pendekatan bedah jantung mulai dengan teknik yang invasif yang dikenal dengan nama Minimal Invasive Cardiac Surgery with Rapid Recovery (MICRO). Jika biasanya operasi bypass jantung dilakukan dengan membuka tulang dada sepanjang 15 hingga 20 sentimeter, kini sayatan bisa diperkecil menjadi sekitar 7 hingga 8 sentimeter.
Baca Juga : Apakah Penyakit Jantung Koroner Bisa Disembuhkan? Ini Penjelasan Dokter
Tujuan utama dari sayatan kecil bukan sekedar soal estetika, namun untuk menurunkan ketakutan psikologis pasien menjalani pembedahan.
Lihat Juga :