Gelar Skrining Penyakit Jantung Bawaan, PERKI Targetkan Siswa SD dan Pesantren
Sabtu, 14 Februari 2026 - 10:11 WIB
loading...
A
A
A
Melalui skrining PJB gratis yang dilakukan secara berseri di 27 kota, PERKI memimpin upaya skrining PJB anak usia di bawah 18 tahun terbanyak di Indonesia.
"Dengan kegiatan tersebut diharapkan dapat menyaring anak dengan PJB lebih dini sehingga tatalaksana dapat dilakukan lebih cepat dan memberikan dampak signifikan bagi kualitas hidup anak-anak dengan Penyakit Jantung Bawaan,” jelasnya.
Dalam pelaksanaan program ini, GE HealthCare (GEHC) Indonesia turut mendukung melalui inisiatif yang selaras dengan fokus Kementerian Kesehatan dalam penguatan layanan promotif dan preventif.
GEHC menyediakan sistem ultrasonografi yang digunakan selama kegiatan skrining untuk mendukung deteksi dini kelainan jantung pada anak, menghadirkan pencitraan berkualitas tinggi guna penilaian jantung pediatrik yang lebih akurat, serta memperluas akses terhadap alat diagnostik esensial di wilayah dengan keterbatasan layanan kesehatan.
CEO GE HealthCare Indonesia, Kriswanto Trimoeljo, menyampaikan bahwa kolaborasi ini mencerminkan komitmen jangka panjang GEHC dalam mendukung kesehatan anak di Indonesia.
“Dukungan kami terhadap program skrining PJB nasional ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk membantu tenaga medis melakukan deteksi dini, sekaligus mendukung organisasi profesi dan program kesehatan nasional demi masa depan kesehatan anak yang lebih baik,” ujarnya.
"Dengan kegiatan tersebut diharapkan dapat menyaring anak dengan PJB lebih dini sehingga tatalaksana dapat dilakukan lebih cepat dan memberikan dampak signifikan bagi kualitas hidup anak-anak dengan Penyakit Jantung Bawaan,” jelasnya.
Dalam pelaksanaan program ini, GE HealthCare (GEHC) Indonesia turut mendukung melalui inisiatif yang selaras dengan fokus Kementerian Kesehatan dalam penguatan layanan promotif dan preventif.
GEHC menyediakan sistem ultrasonografi yang digunakan selama kegiatan skrining untuk mendukung deteksi dini kelainan jantung pada anak, menghadirkan pencitraan berkualitas tinggi guna penilaian jantung pediatrik yang lebih akurat, serta memperluas akses terhadap alat diagnostik esensial di wilayah dengan keterbatasan layanan kesehatan.
CEO GE HealthCare Indonesia, Kriswanto Trimoeljo, menyampaikan bahwa kolaborasi ini mencerminkan komitmen jangka panjang GEHC dalam mendukung kesehatan anak di Indonesia.
“Dukungan kami terhadap program skrining PJB nasional ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk membantu tenaga medis melakukan deteksi dini, sekaligus mendukung organisasi profesi dan program kesehatan nasional demi masa depan kesehatan anak yang lebih baik,” ujarnya.
(nnz)
Lihat Juga :